Sebelumnya
Sebelumnya, di Balai Kota Jakarta, Pram juga menyoroti faktor yang memperparah banjir selain cuaca ekstrem, seperti kebiasaan membuang sampah sembarangan dan mendirikan bangunan di bantaran sungai.
“Orang masih buang sampah sembarangan, masih membangun di atas bantaran sungai, itu yang sebenarnya sudah tidak boleh lagi,” tegas mantan anggota DPR ini.
Pram menjelaskan, banjir yang terjadi di Jakarta juga dipicu curah hujan ekstrem. Misalnya pada 18 Januari 2026, intensitas hujan 267 milimeter per hari.
OMC Boros Anggaran
Baca juga : Chelsea Merangsek Naik
Menurut Anggota DPRD DKI Lukmanul Hakim, Pemprov DKI menganggarkan uang untuk penanganan banjir terlalu banyak, tapi penyelesaiannya tidak tuntas.
Lukmanul juga mengkritisi langkah Pemprov DKI dalam penangan banjir dengan sering melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Menurut dia, OMC menghambur-hamburkan uang, karena bukan solusi mengatasi banjir. “Itu buang-buang duit saja,” ucapnya.
Baca juga : Thailand Masters 2026, Leo/Bagas Selebrasi Juara Banting Raket
Apalagi, kata Lukmanul, biaya untuk OMC tidak sedikit. Berdasarkan keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), lanjut Lukmanul, sekali OMC biayanya Rp 300 juta.
Karena itulah, ke depannya, Lukmanul menyarankan agar Pemprov DKI tidak terlalu banyak melakukan OMC.
Anggaran untuk OMC, sarannya, bisa digunakan untuk langkah pencegahan banjir. [DRS/RAA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.