Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Danantara Pegang Saham BEI
Senayan Dukung Rencana Pembenahan Pasar Modal
Minggu, 1 Februari 2026 07:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Senayan mendukung rencana Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) menjadi pemegang saham PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah ini dinilai strategis dalam pengelolaan pasar modal nasional ke depan.
Anggota Komisi VI DPR Firnando Ganinduto mengatakan, langkah demutualisasi BEI merupakan momentum membenahi tata kelola pasar modal agar pasar modal lebih transparan, profesional, dan akuntabel. Namun, perubahan struktur kepemilikan bursa harus tetap menjunjung tinggi prinsip kepentingan nasional dan memberikan perlindungan yang kuat bagi seluruh investor, khususnya investor ritel.
"Keterlibatan Danantara sebagai calon pemegang saham bursa dapat menjadi nilai tambah apabila diarahkan untuk memperkuat stabilitas pasar dan pendalaman pasar keuangan," ujar Firnando dalam keterangannya, Sabtu (31/1/2026).
Diketahui, Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara Rosan Roeslani menyatakan, Danantara membuka peluang untuk menjadi pemegang saham PT BEI setelah proses demutualisasi bursa rampung. Namun, langkah tersebut masih menunggu struktur dan tahapan demutualisasi yang tengah dipersiapkan Pemerintah dan otoritas pasar modal.
Baca juga : Wihaji Lapor Capaian Program Kependudukan
“Kita terbuka, kalau sudah terjadi demutualisasi tentunya ada Danantara berkeinginan untuk masuk juga,” ujar Rosan di Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Melalui skema demutualisasi, struktur kepemilikan BEI tidak lagi hanya dimiliki oleh perusahaan efek sebagai anggota bursa, tetapi juga dapat terbuka bagi pihak lain, termasuk negara.
Yang terpenting, lanjutnya, adalah memastikan kehadiran Danantara benar-benar berfungsi sebagai strategic anchor atau jangkar strategis yang memperkuat kedaulatan pasar modal Indonesia. Bukan justru membuka ruang dominasi kepentingan tertentu.
"Pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perlu menyiapkan kerangka regulasi yang jelas, adil, dan berorientasi jangka panjang," kata politikus Golkar ini.
Baca juga : Kasus Gratifikasi Bupati Pati, Para Pengepul Caperdes Rame-rame Balikin Uang
Ia mengingatkan, proses demutualisasi harus dirancang secara hati-hati agar tidak menimbulkan konflik kepentingan.
Utamanya dengan tetap menjaga keseimbangan antara efisiensi bisnis bursa dan fungsi publik pasar modal sebagai sarana penghimpunan dana pembangunan.
DPR, kata dia, akan mengawal secara ketat seluruh proses demutualisasi BEI, termasuk rencana masuknya Danantara sebagai pemegang saham.
Karena pasar modal adalah aset strategis negara.
Baca juga : Industri Berbasis Sains Penopang Pertumbuhan
"Setiap kebijakan yang menyangkut kepemilikan dan pengelolaannya harus memastikan manfaat sebesar-besarnya bagi perekonomian nasional, pelaku usaha, dan masyarakat luas,” tandas legislator asal daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah (Jateng) ini.
Senada, anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo menilai, keputusan Presiden Prabowo memerintahkan percepatan demutualisasi BEI, peningkatan aturan free float, dan perluasan peran investor institusional domestik merupakan langkah strategis yang tepat sasaran.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya