BREAKING NEWS
 

Aston Martin Bisa Mengguncang Peta Persaingan F1 2026

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Minggu, 8 Februari 2026 06:52 WIB
Aston Martin. (Foto : Autsoprt)

Peta persaingan Formula 1 berpotensi berubah drastis pada musim 2026. George Russell menilai Aston Martin bisa muncul sebagai kekuatan baru yang mengusik dominasi tim-tim mapan ketika regulasi teknis anyar mulai diberlakukan.

Selama bebera

RM.id  Rakyat Merdeka - Peta persaingan Formula 1 berpotensi berubah drastis pada musim 2026. George Russell menilai Aston Martin bisa muncul sebagai kekuatan baru yang mengusik dominasi tim-tim mapan ketika regulasi teknis anyar mulai diberlakukan.

Selama beberapa musim terakhir, pertarungan di barisan depan nyaris selalu dikuasai Red Bull, Mercedes, Ferrari, dan McLaren. Namun, perubahan besar pada regulasi 2026—mulai dari sasis yang lebih ringan hingga peningkatan signifikan porsi tenaga listrik pada unit daya—diprediksi membuka peluang kejutan.

Baca juga : Jakarta Pertamina Enduro Jalani Laga Kandang Perdana Proliga 2026 di Malang

Russell secara khusus menyoroti Aston Martin sebagai tim yang paling berpotensi melakukan lompatan besar. Masuknya Adrian Newey sebagai otak teknis tim, ditambah kerja sama mesin Honda, dinilai sebagai kombinasi yang bisa mengubah keseimbangan kekuatan.

“Saat ini empat tim terlihat cukup berdekatan: Red Bull, McLaren, Ferrari, dan kami. Tapi jangan remehkan Aston Martin dan apa yang dilakukan Adrian Newey,” kata Russell, dikutip dari MotorSport, Sabtu (7/2/2026).

“Honda juga menunjukkan kualitas mesin yang sangat kuat dalam beberapa tahun terakhir. Kombinasi ini sangat berbahaya,” tambahnya.

Baca juga : Alat Berat Belokkan Aliran Sungai, Tanggul Tak Meluap ke Permukiman di Aceh

Aston Martin memang hanya menutup musim 2025 di posisi ketujuh klasemen konstruktor. Namun proyek mobil anyar mereka, AMR26, langsung mencuri perhatian sejak pengujian awal. Desain hidung membulat, konsep sidepod tak lazim, serta geometri suspensi ekstrem disebut mencerminkan karakter khas racikan Newey.

Pujian bahkan datang dari kubu rival. Bos Williams, James Vowles, menilai pendekatan desain suspensi Aston Martin sangat tidak konvensional, namun menunjukkan kecerdikan teknis tingkat tinggi.

Meski begitu, Russell mengingatkan bahwa inovasi visual tidak otomatis berbanding lurus dengan performa di lintasan. Baginya, satu-satunya tolok ukur tetaplah kecepatan.

Baca juga : Muslim Pro Siapkan Fitur Kejutan Bagi Pengguna Indonesia, Target Maret 2026

“Ini bukan kompetisi tentang mobil paling indah, tapi mobil paling cepat,” ujarnya. “Kita akan tahu jawabannya saat balapan pertama di Melbourne. Semua tim akan langsung melihat siapa yang layak dijadikan referensi.”

pa musim terakhir, pertarungan di barisan depan nyaris selalu dikuasai Red Bull, Mercedes, Ferrari, dan McLaren. Namun, perubahan besar pada regulasi 2026—mulai dari sasis yang lebih ringan hingga peningkatan signifikan porsi tenaga listrik pada unit daya—diprediksi membuka peluang kejutan.

Russell secara khusus menyoroti Aston Martin sebagai tim yang paling berpotensi melakukan lompatan besar. Masuknya Adrian Newey sebagai otak teknis tim, ditambah kerja sama mesin Honda, dinilai sebagai kombinasi yang bisa mengubah keseimbangan kekuatan.

“Saat ini empat tim terlihat cukup berdekatan: Red Bull, McLaren, Ferrari, dan kami. Tapi jangan remehkan Aston Martin dan apa yang dilakukan Adrian Newey,” kata Russell, dikutip dari MotorSport, kemarin.
“Honda juga menunjukkan kualitas mesin yang sangat kuat dalam beberapa tahun terakhir. Kombinasi ini sangat berbahaya,” tambahnya.

Aston Martin memang hanya menutup musim 2025 di posisi ketujuh klasemen konstruktor. Namun proyek mobil anyar mereka, AMR26, langsung mencuri perhatian sejak pengujian awal. Desain hidung membulat, konsep sidepod tak lazim, serta geometri suspensi ekstrem disebut mencerminkan karakter khas racikan Newey.

Pujian bahkan datang dari kubu rival. Bos Williams, James Vowles, menilai pendekatan desain suspensi Aston Martin sangat tidak konvensional, namun menunjukkan kecerdikan teknis tingkat tinggi.

Meski begitu, Russell mengingatkan bahwa inovasi visual tidak otomatis berbanding lurus dengan performa di lintasan. Baginya, satu-satunya tolok ukur tetaplah kecepatan.

“Ini bukan kompetisi tentang mobil paling indah, tapi mobil paling cepat,” ujarnya. “Kita akan tahu jawabannya saat balapan pertama di Melbourne. Semua tim akan langsung melihat siapa yang layak dijadikan referensi.”

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense