BREAKING NEWS
 

Indonesia Matangkan Persiapan Jelang All England 2026

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Senin, 23 Februari 2026 05:48 WIB
Alwi Farhan. (Foto : PBSI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tim bulutangkis Indonesia mengintensifkan persiapan jelang tampil di All England Open Badminton Championships 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 3–8 Maret 2026 di Utilita Arena Birmingham.

Turnamen ini berstatus BWF World Tour Super 1000, level tertinggi dalam kalender BWF, sekaligus salah satu ajang paling bergengsi dan sarat sejarah di dunia bulutangkis.

Bagi Indonesia, All England bukan sekadar perburuan gelar, melainkan tolok ukur kesiapan menyeluruh atlet, mulai dari fisik, teknik, taktik, hingga ketangguhan mental. Persaingan ketat di level Super 1000 menuntut performa konsisten sejak babak awal, karena setiap laga berpotensi mempertemukan pemain-pemain terbaik dunia.

Baca juga : Indonesia Turunkan Kekuatan Penuh di Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia

Sebanyak 24 atlet Merah Putih disiapkan untuk turun bertanding. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, menegaskan bahwa program persiapan dirancang terukur dan komprehensif, dengan fokus besar pada adaptasi lingkungan Eropa.

Adsense

“Aklimatisasi menjadi faktor krusial. Tim akan menjalani program adaptasi pada 24–28 Februari 2026 di Milton Keynes, lalu berpindah ke Birmingham pada 1 Maret agar atlet punya waktu optimal beradaptasi dengan venue pertandingan,” ujar Eng Hian.

Menurutnya, pemilihan lokasi aklimatisasi mempertimbangkan kualitas fasilitas latihan, kenyamanan atlet, serta efektivitas transisi menuju turnamen. “Kami ingin pemain benar-benar siap ketika memasuki arena—fisik prima, strategi matang, dan mental kuat,” tegasnya.

Baca juga : Garuda Indonesia Hibahkan Pesawat untuk Fasilitas Manasik Haji Aceh

Dari total skuad, sejumlah atlet akan mencatat debut di level Super 1000 All England, di antaranya Alwi Farhan; Raymond Indra/Nikolaus Joaquin; Rahmat Hidayat; Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum; Meilysa Trias Puspitasari; Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Pasaribu; serta Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah. Kehadiran para debutan diharapkan memperkaya jam terbang dan memperkuat fondasi prestasi jangka panjang.

“Bermain di Super 1000 adalah ujian kualitas dan mental. Kami ingin mereka berani menghadapi tekanan, belajar dari panggung besar, dan menampilkan performa terbaik,” tambah Eng Hian.

Sebagai bagian dari penyegaran tim, PP PBSI juga melakukan penyesuaian di struktur kepelatihan sektor ganda putra. Chafidz Yusuf ditugaskan sebagai asisten pelatih ganda putra utama mendampingi Antonius, sementara Thomas Indratjaja dipercaya sebagai asisten pelatih ganda putra pratama mendampingi Andrei Adistia. Langkah ini diharapkan menghadirkan perspektif baru tanpa mengubah arah pembinaan.

Baca juga : Persik Prioritaskan Pertahanan demi Bangkit di Stadion Brawijaya

Dengan persiapan menyeluruh dan fokus penuh, Indonesia membidik minimal satu gelar juara pada All England 2026, seraya menegaskan ambisi untuk kembali berbicara banyak di panggung elite dunia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense