Dark/Light Mode

Food Station Pastikan Stok Pangan Ramadan dan Idulfitri 2026 Aman

Kamis, 12 Februari 2026 07:57 WIB
Pedagang menjual beras di Sebuah Agen Beras di Kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan. (Foto: Khairizal Anwar/RM)
Pedagang menjual beras di Sebuah Agen Beras di Kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) memastikan kesiapan stok pangan menghadapi lonjakan kebutuhan selama Ramadan dan Idulfitri 2026. 

Badan usaha milik daerah (BUMD) Provinsi DKI Jakarta itu mengandalkan penguatan pasokan dari daerah, diversifikasi skema pengadaan, perluasan jaringan distribusi, hingga operasi pasar murah harian untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.

Direktur Utama Food Station Tjipinang Jaya, Dodot Tri Widodo, mengatakan hari besar keagamaan selalu diikuti peningkatan konsumsi masyarakat, terutama pada komoditas utama seperti beras dan telur.

"Kalau beras kenaikannya tidak terlalu banyak, kurang lebih sekitar delapan persen, sedangkan telur ayam sekitar 7-17 persen, jadi memang konsumsinya naik," kata Dodot saat Balkoters Talk di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Pengamanan Pasokan

Untuk menjamin ketersediaan beras, Food Station memperluas kerja sama lintas daerah melalui dua pola, yakni standby buyer (membeli gabah dari daerah penghasil) dan on farming (membiayai petani untuk menanam padi).

"Dalam memenuhi stok beras itu kami bekerja sama dengan daerah-daerah, mulai dari Lampung, kemudian di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, bahkan terakhir kami di Bali," ujar Dodot.

Berdasarkan data perusahaan, stok beras yang saat ini dikuasai Food Station mencapai 80.000 ton. Sementara itu, prognosa kebutuhan rumah tangga periode Februari-Maret diperkirakan sebesar 151.023 ton. Untuk cadangan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), disiapkan 18.000 ton.

Kebutuhan beras di Jakarta rata-rata mencapai 2.500 ton per hari atau sekitar 70.000–75.000 ton per bulan. Selain itu, Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) yang juga dikelola mencatat stok rata-rata harian sebesar 40.000 ton.

Baca juga : Dharma Jaya Stok Ribuan Ton Daging dan Sapi Hidup Selama Ramadan dan Idul Fitri

"Ini angkanya cukup karena kami juga mengelola PIBC (Pasar Induk Beras Cipinang) yang rata-rata stok per hari itu 40.000 ton, dibagi dengan 2.500 maka untuk 20 hari ke depan itu aman," jelas Dodot.

Tambahan Stok

Tak hanya beras, kebutuhan gula pasir dan minyak goreng juga diprediksi meningkat selama Ramadan dan Idulfitri. Saat ini stok gula pasir tersedia 192 ton dan akan ditambah 1.447 ton melalui kerja sama dengan PT PN dan ID Food.

Sementara itu, stok minyak goreng yang tersedia sebesar 36.234 liter akan ditambah 643.530 liter untuk memenuhi kebutuhan HBKN. Untuk komoditas lain, stok telur ayam saat ini 4,1 ton dan akan ditambah 1.002 ton, sedangkan tepung terigu dari 25 ton akan ditambah 63,2 ton.

Operasi Pasar Murah

Dari sisi distribusi, Food Station mengoptimalkan jaringan modern trade di 39.000 lokasi serta 1.000 pelanggan konvensional. Untuk menjaga keterjangkauan harga, operasi pasar murah digelar setiap hari di 10 titik berbeda.

"Pasar murah itu kami jalan setiap hari 10 titik di kelurahan-kelurahan, di rusun, untuk melayani kebutuhan masyarakat, terutama menengah ke bawah untuk menjangkau harga pangan yang murah," imbuhnya.

Tidak Boleh Ada Lonjakan Harga

Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Uus Kuswanto menegaskan, tidak boleh terjadi lonjakan harga maupun kekurangan stok menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.

"Kalau kata Pak Gubernur, tidak ada alasan lagi Pemprov DKI tidak bisa memenuhi kebutuhan pokok warga. Jangan sampai ada kagetan menjelang Ramadan dan Idulfitri," katanya.

Berdasarkan proyeksi Pemprov DKI, menjelang Ramadan kebutuhan telur diprediksi naik 7,5 persen, daging sapi dan kerbau 3,57 persen, bawang putih 3,57 persen, cabe awit 3,05 persen, dan bawang merah 2,89 persen. 

Baca juga : Tak Perlu Khawatir, Stok LPG dan BBM Aman Jelang Ramadan dan Lebaran

Sementara menjelang Idulfitri, lonjakan lebih tinggi terjadi pada telur ayam yang mencapai 17,20 persen, daging ayam 10,77 persen, bawang merah 10,67 persen, minyak goreng 9,67 persen, serta cabai rawit 9,18 persen.

Lonjakan dua digit pada telur serta hampir 10 persen pada minyak goreng menjadi perhatian karena kedua komoditas tersebut banyak digunakan rumah tangga dan pelaku UMKM makanan.

182 Ribu Ton

Saat ini total stok beras di Jakarta tercatat mencapai 182.172 ton. Rinciannya, 40.088 ton berada di PIBC, 8.100 ton di Food Station, 18.000 ton cadangan HBKN, 141.823 ton di Bulog, dan 261 ton di Pasar Jaya.

"Kalau melihat hitung-hitungan kebutuhan dan ketersediaan, kita siap. Tetapi kita juga tidak boleh terlalu percaya diri. Perkembangan di lapangan bisa sangat dinamis," imbuhnya.

Selain beras, stok minyak goreng tercatat 625 ton, gula 437,4 ton, telur 5,5 ton, cabai rawit 57 ton, bawang merah 104 ton, dan bawang putih 48 ton.

Uus menekankan bahwa stabilitas pangan berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan ekonomi Jakarta yang saat ini tercatat 5,21 persen, melampaui rata-rata nasional.

"Stabilitas pangan adalah fondasi stabilitas ekonomi. Dengan koordinasi yang solid dan langkah antisipatif, kami optimistis kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri dapat terpenuhi, inflasi tetap terkendali, dan pertumbuhan ekonomi terjaga," pungkasnya.

Rentan Fluktuasi

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan A Sidabalok, memastikan ketersediaan pangan secara umum dalam kondisi aman dan melampaui kebutuhan bulanan masyarakat.

Baca juga : Stok Dan Harga Pangan Di DKI Aman Terkendali

"Ketersediaan beras pada Maret diperkirakan masih dalam kondisi cukup, bahkan melampaui kebutuhan bulanan. Jadi secara umum untuk komoditas strategis masih aman," jelasnya.

Ia menambahkan, komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang menjadi perhatian khusus karena mudah rusak dan tidak bisa disimpan lama.

"Komoditas hortikultura ini rentan karena tidak bisa disimpan dalam jangka panjang. Sedikit gangguan distribusi saja bisa berdampak pada harga dan inflasi daerah," imbuhnya.

Pengawasan TPID

Pemprov DKI melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan pemantauan rutin terhadap stok dan perkembangan harga untuk mengantisipasi gejolak pasar selama periode hari besar keagamaan.

"Dengan proyeksi kenaikan konsumsi yang telah diantisipasi sejak awal, Pemprov DKI optimistis stabilitas pasokan dan harga pangan di Jakarta dapat tetap terjaga selama periode hari besar keagamaan," jelasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.