RM.id Rakyat Merdeka - Persija tak ingin kehilangan momentum saat menghadapi PSIM dalam lanjutan Super League 2025/26. Kemenangan menjadi target utama Macan Kemayoran demi menjaga tren positif tim.
Laga tersebut akan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Rabu (22/4/2026) pukul 15.30 WIB. Meski bermain di tempat netral, Persija tetap percaya diri menatap pertandingan.
Tim ibu kota datang dengan modal meyakinkan. Mereka baru saja menaklukkan Persebaya Surabaya dengan skor 3-0, lalu melanjutkan tren positif lewat kemenangan tipis 1-0 atas PSBS.
Baca juga : Persib Vs Dewa United, Maung Bandung Waspadai Kuda Hitam
Kepercayaan diri Persija semakin meningkat karena unggul dalam pertemuan pertama. Saat bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, mereka sukses mengalahkan PSIM dengan skor 2-0.
Pelatih Persija, Mauricio Souza, mengakui persiapan timnya cukup terbatas. Jadwal padat serta perubahan lokasi pertandingan menjadi tantangan tersendiri bagi skuadnya.
“Persiapan untuk pertandingan ini cukup terbatas karena jeda dari laga sebelumnya ke pertandingan di Bali tidak terlalu panjang. Kami juga tidak memperhitungkan perjalanan jauh ke Bali karena awalnya kami mengira akan bermain di Jogja. Namun, waktu yang ada tetap kami manfaatkan sebaik mungkin untuk melakukan persiapan. Kami termotivasi dan memahami betapa pentingnya pertandingan besok bagi kami,” ujar Mauricio.
Baca juga : Malam Ini, Bali United Waspadai Malut United
Ia juga menyoroti evaluasi dari laga sebelumnya, khususnya terkait penyelesaian akhir yang dinilai masih kurang maksimal. Terkait evaluasi pertandingan sebelumnya, dia sudah membahasnya bersama tim.
"Dalam 15–20 menit awal, kami tampil dengan intensitas yang baik dan berusaha mencari cara untuk mencetak gol, tetapi belum berhasil. Kami cukup sering mengangkat bola ke dalam kotak penalti, namun tidak mampu mengonversinya menjadi gol. Di area dekat gawang, kami masih kurang kreativitas, baik melalui aksi individu maupun kombinasi satu-dua untuk menembus ke dalam kotak penalti,” tuturnya.
Mauricio juga menegaskan, dirinya tidak hanya mewaspadai satu pemain dari kubu lawan. Ia menilai kekuatan tim lawan terletak pada kolektivitas permainan.
Baca juga : Persita Tak Mau Terpeleset Lagi, Persik Jadi Target
“Saya tidak menilai hanya satu pemain dari tim lawan. Sepak bola memang melibatkan individu, tetapi kami selalu menekankan aspek kolektif. Di dalam tim PSM ada beberapa pemain bagus, namun saya tidak bisa menyoroti hanya satu atau dua pemain saja,” ucapnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.