RM.id Rakyat Merdeka - Petenis peringkat 39 dunia, Emma Navarro, sukses meraih gelar juara Internationaux de Strasbourg (WTA 500) usai menumbangkan petenis nomor 9 dunia Victoria Mboko, di laga puncak kemarin.
Navarro mencetak kemenangan meyakinkan lewat pertarungan tiga set dengan skor 6-0, 5-7, 6-2. Pencapaian ini menandai trofi WTA Tour ketiga sepanjang karier Navarro sekaligus gelar perdananya di atas lapangan tanah liat.
Kemenangan ini sekaligus mengakhiri puasa gelar selama 15 bulan bagi petenis Amerika Serikat tersebut, setelah terakhir kali mengangkat piala di Merida pada Februari 2025 lalu. Gelar ini terasa sangat emosional bagi Navarro yang pada awal tahun sempat harus menepi dari berbagai turnamen akibat gangguan kesehatan.
“Satu setengah tahun terakhir ini cukup berat, namun kami telah bekerja keras,” ujar Navarro dilansir WTA Tennis.
Baca juga : Warga AS Mulai Ngirit, Stop Layanan Streaming Dan Gym
Kemenangan ini menjadi catatan impresif ketujuh bagi Navarro saat berhadapan dengan petenis penghuni 10 besar dunia. Hasil ini juga memperpanjang rekor sempurnanya di partai final tunggal WTA menjadi 3-0.
Sebaliknya, kekalahan ini membuat rekor Mboko di laga final menjadi 2-3. Ketiga kekalahan beruntunnya tersebut terjadi di musim 2026.
Pada set pertama, Navarro tampil mendominasi tanpa celah. Ia menyapu bersih keunggulan 6-0 hanya dalam durasi 39 menit.
Penempatan bolanya yang cerdik ke berbagai sudut lapangan memaksa Mboko melakukan 20 kesalahan sendiri (unforced errors), berbanding terbalik dengan Navarro yang bermain rapi dan hanya mencatat tiga kesalahan.
Baca juga : Paula Verhoeven, Pamer Status Cerai Hidup
“Bisa melewati poin dari tiga ke empat gim dalam satu set selalu menjadi momen krusial. Mempertahankan angka nol untuk lawan terasa sangat memuaskan,” kata Navarro.
Memasuki set kedua, Mboko mulai bangkit dan mengubah ritme permainan. Petenis tersebut mengandalkan eksekusi pukulan drop shot yang akurat untuk merusak barisan pertahanan Navarro.
Sempat berada di ujung tanduk dan harus menyelamatkan championship point saat tertinggal 4-5, Mboko justru sukses membalikkan keadaan untuk merebut set kedua dengan skor 7-5.
“Drop shot miliknya sedikit banyak mengubah jalannya set kedua dan dieksekusi dengan sangat cerdas. Memasuki set ketiga, saya menanamkan pada diri sendiri bahwa saya tidak akan kalah hanya karena drop shot tersebut,” tegasnya.
Baca juga : Golkar Jatim Lakukan Inventarisasi Aset Partai
Janji itu dibuktikan Navarro pada set penentuan. Mengandalkan ketenangan emosi dan servis yang sangat solid, ia merebut 12 dari 13 poin pertama di service game-nya untuk memimpin jauh 4-1.
Kesalahan ganda (double fault) keenam yang dilakukan Mboko pada gim terakhir akhirnya mengunci kemenangan 6-2 untuk Navarro. Hasil gemilang ini diproyeksikan bakal mendongkrak peringkat Navarro naik 14 posisi menuju urutan 25 dunia.
Berbekal performa puncak dan tambahan gelar bergengsi ini, Navarro kini bersiap bertolak menuju Paris untuk menatap persaingan di Grand Slam Roland Garros yang akan bergulir akhir pekan ini. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.