RM.id Rakyat Merdeka - PSG sudah terbukti ganas sejak Final Liga Champions musim lalu. Mereka akan menguji benteng Arsenal yang kokoh dan kuat di bola mati.
Dunia menatap Final Liga Champions antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Arsenal di Puskas Arena, Budapest, hari ini pukul 23.00 WIB. Selain kebanyakan analis, supercomputer Opta lebih menjagokan PSG dengan peluang juara sebesar 55,78 persen. Sementara Arsenal mendapatkan peluang 44,22 persen untuk meraih trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub.
Status favorit PSG bukan tanpa alasan. Tim asuhan Luis Enrique tampil ganas sepanjang fase gugur Liga Champions musim ini. PSG sukses menyingkirkan Chelsea, Liverpool, dan Bayern Munchen. Les Parisiens juga mencetak total 44 gol sepanjang kompetisi.
Baca juga : Jemaah Dilarang Lempar Jumrah Saat Terik
Jumlah itu menjadi rekor gol terbanyak dalam satu musim Liga Champions. Di fase liga, PSG juga sempat mengalahkan Barcelona, Atalanta, dan Tottenham Hotspur.
Peluang PSG semakin meningkat setelah kabar kondisi Ousmane Dembele membaik. Selain lini depan yang tajam, PSG juga punya lini tengah kuat yang dipimpin Vitinha serta pertahanan solid di bawah komando kapten Marquinhos.
PSG kini memburu back-to-back Liga Champions setelah musim lalu menghancurkan Inter Milan 5-0 di final.
Baca juga : Prabowo Sudah Jadi Bestie-nya Macron
Jika berhasil, PSG akan menjadi klub kedua di era Liga Champions modern yang mampu mempertahankan gelar setelah Real Madrid.
Meski bukan favorit utama versi Opta, Arsenal tetap punya modal besar. Tim asuhan Mikel Arteta belum terkalahkan sepanjang Liga Champions musim ini dengan catatan 11 kemenangan, 3 hasil imbang, dan 0 kekalahan.
Arsenal menyingkirkan Bayer Leverkusen, Sporting CP, dan Atletico Madrid dalam laju ke final. The Gunners juga baru saja mengakhiri puasa gelar Premier League selama 22 tahun. Kekuatan utama Arsenal musim ini ada di pertahanan.
Baca juga : 1 Dolar Masih Rp 17.800, Obat Kuat Rupiah Belum Mujarab
Duet William Saliba dan Gabriel Magalhaes tampil solid di depan kiper David Raya. Arsenal baru kebobolan enam gol sepanjang kompetisi Liga Champions musim ini.
Namun pelatih Enrique punya rekam jejak yang sulit diabaikan dalam pertandingan final. Dari 12 final klub yang pernah ia jalani bersama Barcelona dan PSG, 11 di antaranya berhasil dimenangkan.
Arsenal sebenarnya juga punya identitas permainan yang kuat di bawah Arteta. Namun, mereka cukup bergantung pada situasi bola mati untuk menciptakan ancaman. Strategi itu efektif, tetapi bisa kehilangan dampak ketika lawan berhasil menutup ruang di permainan terbuka. [JON]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.