RM.id Rakyat Merdeka - Timnas Qatar mencetak sejarah baru di Piala Dunia 2026. Untuk pertama kalinya, mereka berhasil meraih poin di putaran final setelah menahan Swiss 1-1 pada laga Grup B di Levi’s Stadium, Santa Clara, Amerika Serikat, Minggu (14/6/2026) dini hari WIB.
Qatar mencuri poin dramatis lewat gol Boualem Khoukhi pada masa injury time. Gol tersebut membuyarkan kemenangan Swiss yang sudah di depan mata.
Swiss sebenarnya tampil dominan sejak awal pertandingan. Tim berjuluk Nati itu unggul lebih dulu lewat penalti Breel Embolo pada menit ke-17 setelah Mahmud Abunada menjatuhkan Remo Freuler di kotak terlarang.
Baca juga : KPK Perkuat Karakter 35 Pimpinan Daerah Lewat PAKU Integritas
Meski kalah penguasaan bola, Qatar beberapa kali mampu merepotkan lini belakang Swiss. Saat laga baru berjalan dua menit, Edmilson Junior hampir membawa Qatar unggul memanfaatkan kesalahan Manuel Akanji. Namun, Gregor Kobel masih sigap melakukan penyelamatan.
Swiss kemudian balik menekan melalui Dan Ndoye dan Granit Xhaka. Tetapi rapatnya pertahanan Qatar membuat Swiss kesulitan menambah gol.
Peluang emas Swiss untuk memastikan kemenangan terbuang pada menit ke-75. Ruben Vargas memilih menembak dari sudut sempit meski memiliki opsi memberikan umpan kepada rekannya yang berdiri bebas.
Baca juga : Pertamina Patra Niaga Dorong Ekonomi Sirkular Lewat Pengelolaan Sampah
Ketika laga seolah bakal dimenangkan Swiss, Qatar justru memberikan kejutan pada masa tambahan waktu. Boualem Khoukhi sukses menanduk bola hasil umpan silang dan mengubah skor menjadi 1-1.
Pelatih Qatar, Julen Lopetegui, mengaku bangga dengan perjuangan timnya. Menurutnya, hasil tersebut menjadi momen bersejarah bagi sepak bola Qatar.
“Saya sangat bangga dengan tim ini. Saya mengatakan kepada mereka bahwa meski kami tidak mencetak gol dan tidak bermain imbang, saya tetap bangga dengan mentalitas serta disiplin yang mereka tunjukkan hari ini. Namun, beruntung kami mencetak gol dan itu menjadi sebuah sejarah,” ujar Lopetegui dikutip AFP.
Baca juga : Crystal Palace Cetak Sejarah Juara UEFA Conference League
Hasil ini membuat persaingan Grup B berlangsung ketat. Semua tim kini sama-sama mengoleksi satu poin setelah Kanada dan Bosnia-Herzegovina sebelumnya juga bermain imbang 1-1.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.