RM.id Rakyat Merdeka - Kapten timnas Tanjung Verde, Ryan Mendes, tak bisa menyembunyikan kebanggaannya setelah timnya mencatat sejarah dengan menahan imbang Spanyol pada laga perdana Grup Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Amerika Serikat.
Hasil tersebut menjadi pencapaian bersejarah bagi negara berpenduduk 500 ribu yang untuk pertama kalinya tampil di putaran final Piala Dunia.
Mendes yang berstatus sebagai pencetak gol terbanyak sekaligus pemain dengan jumlah penampilan terbanyak sepanjang sejarah timnas Tanjung Verde mengaku perjalanan menuju panggung terbesar sepak bola dunia tidaklah mudah. Sejak menjalani debut internasional pada 11 Agustus 2010, ia harus melewati berbagai tantangan dan pengorbanan demi membawa negaranya tampil di Piala Dunia.
Baca juga : Kata Luis de la Fuente Usai Spanyol Ditahan Tanjung Verde
“Saya selalu bermimpi bermain di Piala Dunia. Perjalanannya sangat sulit dan saya telah memberikan segalanya untuk negara saya. Saya banyak berkorban demi tim nasional. Karena itu, berada di sini terasa sangat pantas. Yang terpenting adalah melihat rakyat Tanjung Verde bahagia,” ujar Mendes kepada FIFA.
Hasil imbang melawan Spanyol diraih dengan perjuangan keras. La Roja tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 65 persen dan melepaskan 27 tembakan, tujuh di antaranya mengarah ke gawang. Namun penampilan gemilang kiper Vozinha membuat Tanjung Verde mampu meredam gempuran lawan dan mengamankan satu poin berharga.
“Kami menunjukkan bahwa kami mampu bertahan dalam tekanan. Spanyol memberikan tekanan besar sepanjang pertandingan, tetapi pada akhirnya kami mendapatkan hadiah berupa satu poin. Saya pikir kami pantas mendapatkannya,” kata Mendes.
Baca juga : Lawan Tanjung Verde, Matador Mandul
Pemain berusia 36 tahun itu juga mengenang perjalanan panjang kariernya yang sempat diwarnai cedera pergelangan kaki ketika bermain di Prancis bersama Lille. Kini, setelah 16 tahun memperkuat timnas, ia akhirnya merasakan atmosfer Piala Dunia yang selama ini hanya disaksikannya lewat layar televisi.
“Saya percaya takdir. Saya berada di sini karena memang sudah digariskan seperti ini. Sekarang saya ingin menikmati setiap momen di Piala Dunia bersama rekan-rekan setim dan mewakili negara saya. Ini sangat berarti bagi saya,” tuturnya.
Mendes mengaku sejak kecil mengidolakan Brazil dan legenda Ronaldo Nazario. Namun kini situasinya berbeda. Jika dulu masyarakat Tanjung Verde mendukung negara lain di Piala Dunia, sekarang mereka bisa bangga mendukung tim nasionalnya sendiri di panggung terbesar sepak bola dunia.
Baca juga : Dadan Hindayana Dicopot, Nanik Deyang Jadi Kepala BGN
Dengan modal hasil imbang melawan Spanyol, Tanjung Verde membuka peluang untuk terus membuat kejutan dan mengukir sejarah baru di Piala Dunia 2026.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.