RM.id Rakyat Merdeka - Matchday kedua Grup F Piala Dunia 2026 bakal menyajikan pertarungan dua raksasa Eropa. Belanda akan menghadapi Swedia di Stadion NRG, Houston, Amerika Serikat, Minggu (21/6/2026), pukul 00.00 WIB. Laga ini menjadi penentu langkah kedua tim menuju babak 32 besar.
Belanda datang dengan beban lebih berat. Oranje berada di bawah tekanan setelah hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Jepang pada laga pembuka. Hasil itu membuat pasukan Ronald Koeman wajib mengamankan tiga poin jika tidak ingin peluang lolos mereka menjadi rumit.
Meski gagal menang, Belanda sebenarnya tampil cukup men janjikan saat menghadapi Samurai Biru.
Maka pada laga kedua ini, Koeman diperkirakan tidak akan melakukan perubahan signifikan pada komposisi pemainnya.
Di lini depan, Cody Gakpo diprediksi tetap menjadi andalan di sisi sayap bersama Donyell Malen dan Crysencio Summerville dalam skema tiga penyerang. Sementara Memphis Depay kemungkinan kembali memulai pertandingan dari bangku cadangan karena belum sepenuhnya pulih dari masalah kebugaran.
Baca juga : Cahaya Jabal Nur Menghidupkan Kenangan Kenabian
Di sektor tengah, trio Frenkie de Jong, Tijjani Reijnders, dan Ryan Gravenberch bakal menjadi motor permainan sekaligus bertugas memutus aliran bola Swedia.
Sedangkan di lini belakang, kuartet Denzel Dumfries, Virgil van Dijk, Jan Paul van Hecke, dan Micky van de Ven diperkirakan tetap dipercaya menjaga pertahanan di depan kiper Bart Verbruggen.
Di kubu lawan, Swedia menatap laga kedua dengan kepercayaan diri tinggi. Skuad asuhan Graham Potter kini memimpin klasemen Grup F setelah membantai Tunisia dengan skor telak 5-1 pada pertandingan perdana.
Potter dipastikan kembali mengandalkan skema dua penyerang di lini depan. Viktor Gyökeres dan Alexander Isak akan menjadi ancaman utama bagi pertahanan Belanda.
Di lini tengah, gelandang muda berusia 22 tahun, Yasin Ayari, yang tampil gemilang dengan mencetak dua gol di laga pembuka, diprediksi kembali turun bersama Carl Starfelt dan Gustav Nygren untuk menjaga keseimbangan permainan.
Baca juga : Jual Titik SPPG Rp 100 Juta, Ketua Yayasan IFSR Jadi TSK Baru Kasus MBG
Untuk meredam agresivitas Belanda, Potter akan menerapkan formasi tiga bek sejajar yang diisi Samuel Lagerbielke, Isak Hien, dan Victor Lindelöf guna melindungi kiper Kristoffer Nordfeldt.
Secara head to head, sepanjang sejarah pertemuan di berbagai ajang resmi, Belanda dan Swedia sudah bertemu sebanyak 25 kali. Oranje lebih dominan dengan mencatatkan 12 kemenangan. Swedia meraih delapan kemenangan, sedangkan lima laga lainnya berakhir imbang.
Jelang duel krusial ini, para penyerang Belanda mengaku mendapat banyak masukan dari legenda mereka, Ruud van Nistelrooy. Saat ini, Nistelrooy tercatat menjadi bagian staf pelatih tim nasional.
"Saya telah mendengar masukan yang belum pernah saya dengar sebelumnya. Setiap hari dia membawa laptop, duduk bersama para pemain, menunjukkan cuplikan video, membahas pergerakan tanpa bola, dan pilihan-pilihan yang harus diambil," kata penyerang Belanda yang juga bintang Sunderland, Brian Brobbey.
Sementara itu, Graham Potter tak ingin anak asuhnya terlena oleh kemenangan besar atas Tunisia. Menurutnya, menghadapi Belanda akan menjadi tantangan yang jauh berbeda.
Baca juga : Lucius Karus: Mahasiswa Sedang Aktif Suarakan Kritik
"Kemarin adalah start yang bagus, tetapi cukup berhenti di sana. Kami menghadapi lawan yang berbeda. Laga melawan Belanda akan menjadi pertandingan yang panas bagi kami," ujar Potter.
Jika mampu menumbangkan Belanda, Swedia dipastikan mengunci tiket ke babak berikutnya sekaligus membuka peluang besar menjadi juara Grup F. Sebaliknya, Oranje wajib menang agar tidak berada di ambang pulang kampung lebih cepat dari Piala Dunia 2026. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.