RM.id Rakyat Merdeka - Portugal menatap laga kedua Grup K Piala Dunia 2026 dengan tekanan yang tak biasa. Tim asuhan Roberto Martinez ini sebelumnya gagal memenuhi ekspektasi saat ditahan RD Kongo 1-1 pada pertandingan pembuka.
Hasil itu membuat tim Selecao tercecer di papan tengah klasemen sementara dan tidak lagi memiliki ruang untuk melakukan kesalahan ketika menghadapi Uzbekistan di Stadion Houston, Rabu (24/6/2026) dini hari WIB.
Status unggulan grup dan peringkat lima dunia tak banyak berarti jika Portugal kembali kehilangan poin. Dengan Kolombia berpotensi menjadi lawan terberat pada laga terakhir fase grup, kemenangan atas Uzbekistan menjadi target yang nyaris wajib.
Baca juga : PLN Berusaha Keras Mengatasi, Kelistrikan Jawa Bali Mengalami Gangguan
Jika kembali terpeleset, peluang Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan melaju ke babak 32 besar akan berada dalam ancaman serius. Situasi serupa juga dialami Uzbekistan. Tim debutan Piala Dunia itu tumbang 1-3 dari Kolombia pada laga pertama dan kini menghuni dasar klasemen Grup K tanpa poin.
Pelatih Uzbekistan, Fabio Cannavaro, menilai anak asuhnya sebenarnya menunjukkan keberanian meski harus menghadapi atmosfer yang tidak menguntungkan. Mantan kapten Italia itu mengaku para pemainnya seperti bermain di kandang lawan karena mayoritas suporter yang hadir mendukung Kolombia. “Tidak mudah bermain melawan tim seperti Kolombia, atau Portugal,” kata Cannavaro.
Komentar Cannavaro menggambarkan besarnya tantangan yang kembali menanti tim Serigala Putih. Namun mantan bek legendaris Italia itu juga melihat sejumlah hal positif dari penampilan timnya. Uzbekistan mampu mencetak gol pada debut Piala Dunia dan beberapa kali merepotkan pertahanan Kolombia lewat serangan balik cepat yang menjadi senjata utama mereka.
Baca juga : Prabowo Ucapkan Ulang Tahun Ke-65 Ke Jokowi
Di kubu Portugal, sorotan tertuju kepada Cristiano Ronaldo atau CR7. Kapten berusia 41 tahun itu gagal mencetak gol saat melawan RD Kongo dan mendapatkan penilaian yang relatif rendah dibanding mayoritas rekan setimnya. Kegagalan tersebut membuat Ronaldo masih menunggu kesempatan untuk mencatat rekor mencetak gol dalam enam edisi Piala Dunia secara beruntun, sebuah pencapaian yang belum pernah dilakukan pemain lain.
Roberto Martinez diperkirakan tidak tinggal diam melihat performa kurang menggigit timnya pada laga pertama. Sejumlah perubahan komposisi pemain disiapkan untuk meningkatkan efektivitas serangan sekaligus menjaga kebugaran skuad menjelang duel penting melawan Kolombia. Kabar baik datang dari lini belakang setelah Ruben Dias pulih dari cedera dan siap kembali memimpin pertahanan Portugal.
Kehadiran bek Manchester City itu diyakini dapat memberikan stabilitas yang sempat hilang ketika Portugal gagal mempertahankan keunggulan atas RD Kongo. Dias kemungkinan besar akan berduet dengan Renato Veiga di jantung pertahanan, sementara Tomas Araujo yang belum sepenuhnya fit berpotensi memulai laga dari bangku cadangan.
Baca juga : Siap Kawal Program Pemerintah, Parpol Koalisi Dukung MBG & Kopdes Dievaluasi
Perubahan juga bisa terjadi di lini tengah dan depan. Martinez disebut mempertimbangkan rotasi terhadap beberapa pemain inti, termasuk memberi kesempatan kepada Joao Felix tampil sejak menit pertama. Penyerang yang kini bermain bersama Ronaldo di Al Nassr itu dinilai memiliki chemistry yang cukup baik dengan sang kapten. Kombinasi keduanya diharapkan mampu memecahkan kebuntuan yang terlihat jelas saat Portugal mendominasi penguasaan bola tetapi gagal mengonversi peluang menjadi gol. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.