BREAKING NEWS
 

Antoine Semenyo: Lebih Galak Ke Wasit...!

Reporter : M ADE AL KAUTSAR
Editor : ANGGOWO ADI SEPTANINGRAT
Senin, 29 Juni 2026 06:15 WIB
Antoine Semenyo. (Foto: Instagram/blackstarsofghana_)

RM.id  Rakyat Merdeka - Lolosnya Timnas Ghana ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 melalui jalur peringkat ketiga terbaik diwarnai oleh ketidakpuasan mendalam terhadap kepemimpinan wasit. 

Kelolosan skuad Black Stars yang dipastikan kemarin ini memicu bintang mereka, Antoine Semenyo, untuk mendesak rekan-rekannya agar lebih galak terhadap pengadil lapangan di laga-laga krusial berikutnya. 

Sikap keras Semenyo bukan tanpa dasar. Rasa frustasi tersebut merupakan akumulasi dari insiden kontroversial pada laga imbang tanpa gol melawan favorit juara Inggris pada fase grup, di mana wasit Said Martinez dan tim Video Assistant Referee (VAR) mengabaikan pelanggaran fatal terhadap penyerang Ghana di dalam kotak penalti. 

Baca juga : Solidaritas Internasional Mengalir Untuk Venezuela

Penyerang sayap yang bermain untuk klub Manchester City tersebut meyakini bahwa sikap pasif di atas lapangan hanya akan merugikan tim secara keseluruhan. “Sebagai pemain, kita harus berkumpul di sekitar wasit dan mengajukan protes,” tegas Semenyo seperti dikutip dari FIFA. 

Lebih jauh, Semenyo memandang bahwa sikap agresif ini harus menjadi upaya kolektif yang terstruktur dari seluruh elemen tim. Ia menarasikan bahwa para pemain yang dilanggar harus berani menekan wasit dengan bertahan lebih lama di atas lapangan, sementara staf pelatih di pinggir lapangan juga wajib secara aktif mengintervensi dan menekan ofisial keempat agar protes mereka benar-benar didengar. 

Adsense

Kemarahan kubu Ghana ini murni bersumber dari momen krusial menjelang akhir laga melawan skuad The Three Lions. Striker Prince Kwabena yang tinggal berhadapan satu lawan satu dengan kiper Jordan Pickford secara kasat mata dijatuhkan oleh Ezri Konsa. Wasit Martinez awalnya terselamatkan oleh bendera offside fiktif dari asistennya, namun ketika tayangan ulang membuktikan posisi penyerang bersih dari offside, VAR yang dikomandoi Guillermo Pacheco tetap memilih bungkam dan menolak memberikan penalti. 

Baca juga : DJ Una, Luluh Dengan Lelaki Sayang Anak Dan Keluarga

Pelatih kepala Ghana, Carlos Queiroz, turut membagikan rasa skeptis yang sama tajamnya dengan para pemainnya. Juru taktik kawakan tersebut secara terbuka menyindir federasi sepak bola dunia dengan mempertanyakan fungsi sistem VAR, menyoroti fakta bahwa teknologi tersebut sudah berjalan selama satu dekade tanpa ada perkembangan berarti yang bisa menghapus kesalahan-kesalahan mendasar di area penalti. 

Terlepas dari sengkarut masalah kepemimpinan wasit, Ghana tetap harus menelan kenyataan pahit pada laga penutup Grup L melawan Kroasia di Stadion Philadelphia. Pada pertandingan yang berjalan dalam tensi tinggi dan sarat adu fisik tersebut, skuad asuhan Queiroz terpaksa mengakui keunggulan wakil Eropa dengan skor tipis 1-2. 

Dalam duel tersebut, Ghana sebenarnya sempat memberikan perlawanan sengit setelah tertinggal lebih dulu oleh gol tendangan mendatar Petar Sucic dari luar kotak penalti pada menit ke-32. Sebuah drama pengecekan VAR akhirnya memihak Ghana pada menit ke-76, ketika gol balasan Derrick Luckassen yang awalnya sempat dianulir karena dugaan offside oleh wasit Drew Thomas Fischer, secara sah diakui untuk menyamakan kedudukan. 

Baca juga : Prabowo Bicara Di Depan 2.600 Akademisi: 4 Kali Kalah, Saya Tak Ganggu Pemimpin Yang Diberi Mandat

Namun, agresivitas dan permainan menekan ke depan yang diterapkan Ghana justru menjadi bumerang ketika konsentrasi barisan pertahanan mereka lengah pada sepuluh menit terakhir pertandingan. Kroasia sukses mengunci kemenangan lewat sundulan mematikan Nikola Vlasic pada menit ke-83 yang memanfaatkan skema sepak pojok, memaksa Ghana untuk menyudahi babak kedua tanpa mampu mencetak gol penyeimbang tambahan. 

Kekalahan tersebut beruntung tidak membuyarkan mimpi Ghana di turnamen ini, lantaran modal empat poin yang mereka kumpulkan dari dua laga awal sudah mencukupi syarat kelolosan. Kemenangan dramatis 1-0 atas Panama berkat gol menit ke-95 Caleb Yirenkyi hasil rancangan apik Semenyo, dipadukan dengan raihan satu poin krusial melawan Inggris, sukses mengamankan posisi mereka untuk melaju ke Babak 32 besar. [SAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense