BREAKING NEWS
 

Brazil Vs Norwegia, Duel Panas, Cuaca Panas

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : SISWANTO
Minggu, 5 Juli 2026 07:40 WIB
Norwegia mengusung misi besar saat menghadapi Brazil di babak 16 besar Piala Dunia 2026. (Foto: Dok. RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Misi besar diusung Norwegia untuk menghadapi Brazil di babak 16 besar Piala Dunia 2026. The Vikings ingin mengulang sejarah indah saat menaklukkan Selecao pada Piala Dunia 1998. Namun, masalah terberatnya justru pada kondisi cuaca ekstrem saat duel panas terjadi. 

Laga Brazil kontra Norwegia akan berlangsung di New York, New Jersey Stadium, East Rutherford, Senin (6/7/2026) pukul 03.00 WIB. Berdasarkan info cuaca, indeks panas di New Jersey di perkirakan mencapai 45 derajat Celsius. Kondisi tersebut memicu fenomena tropical night, ketika suhu malam hari tidak turun dibawah 20 derajat Celsius. 

Diketahui, kedua tim sama-sama lolos ke babak 16 besar dengan susah payah. Norwegia mengamankan tiket setelah menaklukkan Pantai Gading 2-1.

Sementara Brazil harus menunggu hingga masa injury time untuk mengalahkan Jepang dengan skor 2-1. 

Norwegia tampil sebagai salah satu kuda hitam turnamen. Tim asuhan Stale Solbakken tak hanya disiplin dalam bertahan, tetapi juga sangat berbahaya saat menyerang. Erling Haaland menjadi andalan utama setelah mengoleksi lima gol sepanjang turnamen, hanya kalah dari Kylian Mbappe dan Lionel Messi yang masing-masing telah mencetak enam gol. 

Baca juga : APBN Sehat, Ekonomi Tidak Menuju Krisis

Playmaker Arsenal Martin Ødegaard diprediksi kembali menjadi motor permainan sekaligus pemasok umpan bagi Haaland. Alexander Sørloth dan Antonio Nusa juga diperkirakan kembali mengisi lini depan. Solbakken kemungkinan tetap mempercayakan Oscar Bobb, Leo Østigård, dan kiper Ørjan Nyland sebagai starter

Di kubu Brazil, performa Selecao belum sepenuhnya meyakinkan. Kemenangan atas Jepang diraih dengan susah payah. Pelatih Carlo Ancelotti diperkirakan kembali mengandalkan Vinicius Junior yang telah mencetak empat gol, didampingi Matheus Cunha dan Rodrygo di lini depan. 

Absennya Lucas Paquetá akibat cedera membuat Ancelotti diperkirakan memainkan Endrick bersama Bruno Guimarães, Gabriel Martinelli, dan Casemiro di lini tengah. Wonderkid Bournemouth berusia 19 tahun, Rayan, juga berpeluang tampil sejak menit awal di sektor sayap. 

Di lini belakang, Gabriel Magalhães akan memimpin pertahanan bersama Marquinhos, Danilo, dan Santos untuk membendung agresivitas Haaland. Posisi penjaga gawang tetap dipercayakan kepada Alisson Becker. 

Adsense

Brazil masih dibayangi persoalan cedera. Paquetá dipastikan menjalani perawatan intensif setelah mengalami cedera saat menghadapi Jepang. “Paqueta akan menjalani perawatan intensif di bawah pengawasan staf medis tim nasional Brazil,” tulis Konfederasi Sepak Bola Brazil (CBF). 

Baca juga : Ardi Manto Adiputra: Proses Pembahasan Dilakukan Tertutup

Kabar baik datang dari Raphinha. Penyerang Barcelona itu sudah kembali berlatih secara individu setelah sebelumnya mengalami cedera otot paha belakang saat laga fase grup melawan Haiti. Dilansir ESPN Brazil, peluang Raphinha tampil menghadapi Norwegia masih terbuka. Kapten Norwegia Martin Ødegaard menegaskan, dirinya dan rekan-rekan setim ingin mengulang kemenangan bersejarah atas Brazil di Piala Dunia 1998. 

“Kami tumbuh besar dengan mendengar cerita tentang laga Norwegia melawan Brazil. Sekarang kami memiliki kesempatan mengulang sejarah yang sama,” ujar Odegaard. 

Meski demikian, gelandang Arsenal itu tetap menghormati kualitas Selecao

“Mereka tim yang sangat bagus dan banyak pemain top. Ini akan menjadi ujian yang sangat berat bagi kami, tapi dalam sepak bola segala hal bisa terjadi,” katanya optimistis. 

Haaland juga menyadari laga melawan Brasil tidak akan mudah. “Ini tak akan mudah. Saya tidak tahu apakah kami akan lolos. Kami sudah banyak mempersiapkan diri dan kami sangat siap,” ujar bomber Manchester City itu. 

Baca juga : Sugiat Santoso: Elemen Masyarakat Sudah Banyak Dilibatkan

Saat ditanya peluang Norwegia menyingkirkan Brazil, Haaland menjawab singkat. “Uh... sangat tipis,” katanya sambil tersenyum. 

Sementara itu, Solbakken sempat melontarkan peringatan kepada Brazil. Dalam video yang beredar di media sosial, ia mengakhiri pidatonya kepada para pemain dengan kalimat berbahasa Inggris. “Carlo Ancelotti, kami datang!” 

Rekor pertemuan juga memberi kepercayaan diri bagi Norwegia. Dari dua duel sebelumnya di Piala Dunia, Brazil belum pernah mengalahkan The Vikings. Pada edisi 1994 kedua tim bermain imbang 1-1, sedangkan di Piala Dunia 1998 Norwegia menang 2-1. 

Norwegia datang dengan keyakinan tinggi untuk melampaui pencapaian terbaik mereka yang sebelumnya hanya sampai babak 16 besar. Sementara Brazil bertekad mengakhiri puasa gelar dunia yang telah berlangsung selama 24 tahun. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense