BREAKING NEWS
 

Mesir Cetak Sejarah Di Piala Dunia 2026, Salah Jadi Playmaker

Reporter : DANU ARIFIANTO
Editor : RIFFMY
Minggu, 12 Juli 2026 06:15 WIB
Mohamed Salah. (Foto: Instagram/egyptnt)

RM.id  Rakyat Merdeka - Langkah tim Mesir di Piala Dunia 2026 terhenti pada babak 16 besar. Kapten Mohamed Salah menganggap kegagalan tersebut bukan akhir dari perjalanan “The Pharaohs” untuk membangun kekuatan baru di lapangan hijau.

Sebagaimana diketahui, Mesir harus mengakhiri kiprahnya setelah kalah dramatis 2-3 dari Argentina. Meski tersingkir, pencapaian menembus babak 16 besar menjadi sejarah baru bagi sepak bola Mesir karena untuk pertama kalinya mereka mampu melewati fase grup Piala Dunia. 

Melalui akun media sosialnya, Salah menyampaikan pesan kepada para pendukung yang kecewa atas hasil tersebut. 

Baca juga : Presiden Minta Jaksa, Polisi & TNI Berbenah: Korupsi & Penipuan Tak Akan Dibiarkan

“Saya tahu kalian masih kecewa, tetapi saya berjanji akan melakukan segala yang saya bisa untuk memastikan ini menjadi awal baru bagi sepak bola Mesir di kancah internasional,” tulis Salah seperti dikutip dari Goal, kemarin. 

Pemain Liverpool itu menegaskan, target Mesir ke depan tidak lagi sekadar lolos ke putaran final Piala Dunia. 

Adsense

“Lolos ke Piala Dunia saja tidak cukup, dan sekadar berpartisipasi juga tidak cukup. Tim ini layak mendapatkan kepercayaan kalian,” lanjutnya. 

Baca juga : Emas 74 Kg Dan Uang Ratusan M Ada Yang Punya

Sepanjang turnamen, Salah menjadi figur sentral permainan Mesir. Pelatih Hossam Hassan bahkan memberinya peran baru sebagai gelandang serang, bukan lagi bermain murni di sisi kanan seperti yang biasa dilakoninya bersama Liverpool. Perubahan tersebut membuat Salah lebih leluasa mengatur serangan dan tetap menjadi pemain paling berpengaruh dalam skuad berjuluk The Pharaohs

Meski gagal melangkah keperempat final, performa Mesir mendapat banyak apresiasi. Mereka mampu bersaing dengan tim-tim besar dan menunjukkan perkembangan signifikan dibandingkan penampilan pada edisi-edisi sebelumnya. Disiplin bertahan, organisasi permainan, serta keberanian menghadapi lawan yang lebih kuat menjadi nilai positif sepanjang turnamen. 

Salah sendiri beberapa kali menegaskan bahwa pencapaian Mesir tidak boleh dipandang sebagai keberuntungan semata. Menurutnya, perjalanan hingga babak 16 besar merupakan hasil kerja keras seluruh pemain, staf pelatih, dan dukungan suporter yang terus mengiringi tim selama turnamen berlangsung. 

Baca juga : Rupiah Kurang Bertenaga

Kapten berusia 34 tahun itu juga meminta rekan-rekannya menjadikan pengalaman di Piala Dunia 2026 sebagai modal untuk membangun generasi yang lebih kompetitif. Ia yakin fondasi yang telah dibangun akan membantu Mesir tampil lebih kuat pada turnamen-turnamen besar berikutnya. 

Kini, fokus Mesir beralih kepersiapan menghadapi agenda internasional selanjutnya, termasuk Kualifikasi Piala Afrika dan Piala Dunia berikutnya. Bagi Salah, kegagalan di Amerika Utara harus menjadi pelajaran berharga, bukan alasan untuk berhenti bermimpi membawa Mesir kembali bersaing di level tertinggi sepak bola dunia. [DNU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense