BREAKING NEWS
 

Jelang Laga Final Lawan Argentina

De La Fuente Bangkitkan Roh Juara 2010

Reporter : DANU ARIFIANTO
Editor : RIFFMY
Minggu, 19 Juli 2026 06:15 WIB
Luis de la Fuente. (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Timnas Spanyol datang ke final Piala Dunia 2026 dengan kepercayaan diri tinggi. Keberhasilan menembus partai puncak tak hanya membuat tim La Roja berpeluang mengakhiri penantian panjang, tetapi juga membangkitkan kenangan indah saat menjadi juara dunia pada 2010.

Pelatih Luis de la Fuente menilai skuad asuhannya telah menemukan kembali semangat yang mengantarkan Spanyol meraih gelar Piala Dunia pertama di Afrika Selatan 16 tahun silam. 

Menurutnya, kekuatan utama tim saat ini bukan hanya kualitas individu para pemain, melainkan kebersamaan dan mental juara yang terus tumbuh sepanjang turnamen. 

“Saya melihat ruang ganti yang penuh kebahagiaan dan seluruh bangsa berada di belakang kami. Kami telah menemukan kembali semangat 2010. Para pemain ini menunjukkan komitmen, solidaritas, dan bakat. 

Baca juga : Febrie Diperiksa sebagai Tersangka

Mereka membuat hal-hal sulit terlihat mudah,” kata De la Fuente seperti dikutip dari FIFA, kemarin. 

Pelatih berusia 65 tahun itu juga memuji sikap para pemain yang tetap menunjukkan profesionalisme, termasuk mereka yang tidak mendapat kesempatan bermain. 

“Bahkan para pemain yang tidak tampil tetap bertahan untuk berlatih setelah pertandingan. Itulah karakter tim ini. Kami benar-benar bermain sebagai satu kesatuan,” ujarnya. 

Adsense

Ucapan De la Fuente bukan tanpa alasan. Sepanjang Piala Dunia 2026, Spanyol tampil sebagai salah satu tim paling konsisten. La Roja mampu memadukan penguasaan bola khas mereka dengan intensitas pressing tinggi dan serangan cepat yang sulit dihentikan lawan. 

Baca juga : Hadiri Panen Raya TNI Di Malang, Prabowo Perkuat Kedaulatan Pangan

Lamine Yamal kembali menjadi sorotan berkat kreativitas dan keberaniannya di lini depan. Wonderkid Barcelona itu mendapat dukungan dari Nico Williams yang agresif di sisi sayap, sementara Pedri dan Rodri menjadi pengatur ritme permainan di lini tengah. Kombinasi pemain muda dan senior membuat Spanyol tampil matang di setiap fase turnamen. 

Perjalanan menuju final juga menunjukkan kualitas mereka. Setelah lolos dari fase grup sebagai juara Grup H, Spanyol menyingkirkan Austria pada babak 16 besar, mengalahkan Belgia di perempat final, lalu menundukkan Prancis 2-0 pada semifinal untuk mengamankan tiket ke partai puncak. 

Kini tantangan terbesar telah menanti. Senin (20/7/2026) dini hari WIB, Spanyol akan menghadapi juara bertahan Argentina di Stadion New York–New Jersey. Laga ini diprediksi berlangsung sengit karena mempertemukan dua tim yang sama-sama tampil impresif sepanjang turnamen. 

Argentina datang dengan modal yang tak kalah meyakinkan. Tim asuhan Lionel Scaloni sukses melewati hadangan Cape Verde, Mesir, Swiss, hingga Inggris untuk mencapai final. Pengalaman Lionel Messi dipadukan dengan energi pemain-pemain seperti Enzo Fernández, Julián Álvarez, Alexis Mac Allister, dan Cristian Romero membuat Albiceleste tetap menjadi salah satu tim paling berbahaya di dunia. 

Baca juga : Purbaya Yakin Rupiah Sebentar Lagi Menguat

Bagi Spanyol, final kali ini juga menjadi kesempatan mengukir sejarah. Jika berhasil mengalahkan Argentina, La Roja akan meraih gelar Piala Dunia kedua setelah keberhasilan bersejarah pada 2010. 

Menariknya, final ini juga mem pertemukan dua pelatih yang memiliki hubungan dekat. Lionel Scaloni pernah mengikuti kursus kepelatihan di Federasi Sepak Bola Spanyol saat De la Fuente menjadi salah satu instrukturnya. Kini, guru dan murid itu akan saling adu strategi di panggung terbesar sepak bola dunia. 

Meski menghormati kualitas Argentina, De la Fuente memastikan anak asuhnya tidak datang hanya untuk menikmati atmosfer final. “Final adalah pertandingan yang harus dinikmati, tetapi kami juga datang dengan ambisi besar. Kami hanya tinggal selangkah lagi untuk melengkapi perjalanan luar biasa ini,” tegasnya. 

Dengan semangat yang mengingatkan pada generasi emas 2010, Spanyol kini berharap kisah indah itu kembali terulang. Namun, di seberang lapangan berdiri Argentina yang bertekad mempertahankan mahkota dunia. Pertarungan dua raksasa sepak bola tersebut dipastikan menjadi penutup sempurna Piala Dunia 2026. [DNU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense