RM.id Rakyat Merdeka - Piala Dunia 2026 memang baru saja berakhir, tetapi perhatian dunia sepak bola mulai beralih ke edisi berikutnya pada 2030. Selain tim-tim elite yang kembali difavoritkan, sejumlah negara muda diprediksi siap memberi kejutan dan menjadi penantang serius dalam perebutan gelar juara.
Tiga tuan rumah utama, yakni Spanyol, Portugal, dan Maroko, dipastikan tampil di Piala Dunia 2030. Sementara Uruguay, Argentina, dan Paraguay akan menjadi tuan rumah perayaan 100 tahun penyelenggaraan Piala Dunia.
Spanyol menjadi salah satu favorit terkuat setelah tampil dominan dan keluar sebagai juara dunia pada 2026. Skuad muda La Roja diprediksi semakin matang dalam empat tahun ke depan. Pelatih Luis de la Fuente bahkan menegaskan timnya belum mencapai batas kemampuan.
Baca juga : Spanyol Juara, Argentina Merana
Maroko juga layak diperhitungkan. Singa Atlas memiliki salah satu rata-rata usia termuda di Piala Dunia 2026 dan terus menunjukkan perkembangan pesat berkat pembinaan pemain muda yang berfokus pada kualitas teknik. Bermain di kandang sendiri diperkirakan menjadi keuntungan besar bagi mereka.
Portugal diperkirakan akan mengalami regenerasi. Cristiano Ronaldo telah memastikan tidak akan mengejar penampilan ketujuh di Piala Dunia. Namun, pemain berpengalaman seperti Bruno Fernandes dan Ruben Dias masih berpeluang tampil pada 2030, didukung banyak talenta muda yang siap mengambil peran lebih besar.
Dari Afrika, Pantai Gading menjadi tim yang paling mencuri perhatian. Dengan rata-rata usia termuda di Piala Dunia 2026, skuad asuhan Emerse Fae dinilai memiliki masa depan cerah. Nama-nama seperti Yan Diomande dan Amad Diallo diprediksi berkembang menjadi bintang dunia dalam beberapa tahun ke depan.
Baca juga : Resmikan Nongsa Changi Cable, Menko Airlangga: Batam Gerbang Digital Indonesia
Selain Pantai Gading, Ghana, Tunisia, dan Afrika Selatan juga menunjukkan perkembangan positif. Hasil mengejutkan tim-tim Afrika di Piala Dunia 2026 menjadi bukti bahwa kekuatan benua tersebut semakin merata. Cabo Verde bahkan mampu menahan imbang Spanyol 0-0 dan memaksa Argentina bermain hingga babak perpanjangan waktu pada fase gugur.
Dari kawasan lain, Ekuador dan Amerika Serikat juga dipandang sebagai tim muda yang patut diwaspadai. Sementara itu, Inggris dan Prancis diperkirakan tetap menjadi kandidat kuat juara berkat kedalaman skuad yang luar biasa.
Sejumlah pertanyaan menarik juga mengiringi persiapan menuju Piala Dunia 2030. Mampukah Norwegia terus bersaing di level tertinggi? Akankah Italia kembali tampil di putaran final? Bisakah Jürgen Klopp mengangkat kembali prestasi Jerman? Atau justru Belanda dan Swiss yang akhirnya mampu mewujudkan potensi besar mereka?
Baca juga : Diwarnai Hujan Gol, Inggris Juara 3, Mbappe Raja Gol
Semua jawabannya baru akan terungkap saat Piala Dunia 2030 digelar empat tahun mendatang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.