Dark/Light Mode

Resmikan Nongsa Changi Cable, Menko Airlangga: Batam Gerbang Digital Indonesia

Senin, 20 Juli 2026 12:36 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan sambutan dalam acara pendaratan kabel bawah laut Nongsa Changi Cable di Nongsa Digital Park, Batam, Kepulauan Riau, Senin (20/7/2026). Foto: YT/Kemenko Perekonomian
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan sambutan dalam acara pendaratan kabel bawah laut Nongsa Changi Cable di Nongsa Digital Park, Batam, Kepulauan Riau, Senin (20/7/2026). Foto: YT/Kemenko Perekonomian

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meresmikan pendaratan kabel bawah laut Nongsa Changi Cable (NCC) di Nongsa Digital Park, Batam, Kepulauan Riau, Senin (20/7/2026). Infrastruktur yang menghubungkan Batam dan Singapura itu diyakini menjadi fondasi baru penguatan ekonomi digital Indonesia.

Airlangga dalam sambutannya mengatakan, pembangunan Nongsa Changi Cable menjadi bukti komitmen pemerintah dalam mempercepat transformasi digital melalui penguatan infrastruktur konektivitas. Menurutnya, Batam memiliki posisi strategis untuk berkembang sebagai gerbang digital Indonesia sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi digital di kawasan.

"Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, transformasi digital Indonesia diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur nyata dan peningkatan konektivitas," ujar Airlangga.

Ia menjelaskan, perkembangan teknologi telah membawa dunia memasuki era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), sehingga dibutuhkan infrastruktur digital berkapasitas besar dan berkecepatan tinggi untuk menopang pertumbuhan ekonomi berbasis data. Menurut Airlangga, Nongsa Changi Cable menjadi salah satu infrastruktur strategis karena menghubungkan Batam dan Singapura melalui jalur sepanjang sekitar 50 kilometer dengan latensi di bawah dua milidetik serta kapasitas lebih dari 1,6 petabit per detik.

Baca juga : Menko Airlangga Lirik Peluang Transfer Teknologi Robotika dan AI ke Indonesia

"Kalau jarak Jakarta-Bogor sekitar 50 kilometer bisa ditempuh lebih dari satu jam karena macet. Di dunia digital tidak ada kemacetan," katanya.

Airlangga mengungkapkan Indonesia saat ini memiliki sekitar 235,26 juta pengguna internet dan 99,5 juta pelanggan fixed broadband. Indonesia juga merupakan pasar AI terbesar keempat di Asia setelah China, India, dan Jepang, sekaligus menjadi pengguna TikTok terbesar di dunia. Ia menilai Batam berkembang pesat sebagai pusat ekonomi digital nasional. Fasilitas BW Digital di Nongsa memiliki kapasitas 120 megawatt, sementara pengembangan hyperscale data center bersama Danantara Indonesia ditargetkan mencapai 450 megawatt. Selain itu, Oracle telah memilih Batam sebagai lokasi Oracle Cloud Region.

"Industri pusat data di Batam tumbuh sekitar 22 persen per tahun, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional yang mencapai 19 persen. Sektor digital inilah yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju target delapan persen," ujarnya.

Untuk mendukung pengembangan ekosistem digital, pemerintah juga terus memperkuat pasokan energi melalui pengembangan energi terbarukan, termasuk panas bumi dan tenaga surya. Program penambahan kapasitas pembangkit listrik hingga 100 gigawatt, kata Airlangga, menjadi salah satu agenda kerja sama Indonesia dan Singapura.

Baca juga : Patimban Siap Jadi Gerbang Logistik dan Industri Indonesia

Ia menegaskan, peresmian Nongsa Changi Cable bukan sekadar seremoni pendaratan kabel bawah laut, tetapi menjadi simbol semakin eratnya kolaborasi kedua negara dalam membangun ekonomi digital kawasan.

"Hari ini kita bukan sekadar merayakan pendaratan kabel bawah laut, tetapi merayakan semakin kuatnya konektivitas digital antara dua negara bertetangga. Mari membangun koridor digital ini bukan hanya dengan kabel dan data, tetapi juga dengan kepercayaan, kemitraan, dan visi bersama," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Perdana Menteri sekaligus Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Gan Kim Yong, mengatakan Nongsa Changi Cable menjadi tonggak penting penguatan hubungan bilateral Indonesia dan Singapura di sektor digital. Menurut Gan, kabel bawah laut tersebut akan menambah kapasitas konektivitas lebih dari 1,6 petabit per detik dengan latensi di bawah dua milidetik, sehingga mendukung pertumbuhan pusat data, layanan komputasi awan, dan bisnis digital lintas negara.

Ia menilai Indonesia dan Singapura memiliki keunggulan yang saling melengkapi. Singapura menawarkan konektivitas global dan ekosistem bisnis yang kuat, sementara Indonesia memiliki pasar yang besar, talenta digital, ruang pengembangan, serta potensi energi terbarukan.

Baca juga : Resmi Jadi WNI, Mitchell Baker Siap Perkuat Timnas Indonesia

"Kemitraan ini akan membuka lebih banyak peluang investasi, kolaborasi bisnis, dan pengembangan talenta digital bagi kedua negara," ujarnya.

Dalam acara tersebut turut hadir Direktur Utama PT Telkom Indonesia Dian Siswarini, CEO Nongsa Digital Park Mike Wiluan, Duta Besar RI untuk Singapura Hotmangaraja Panjaitan, Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura, serta sejumlah pejabat pemerintah dan pelaku industri digital dari Indonesia maupun Singapura.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.