Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Piala Dunia 2026 yang digelar di tiga negara, Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko sudah tuntas. Spanyol menaklukkan Argentina 1-0 di final dan mengangkat trofi dunia untuk kedua kalinya. Sementara, La Albiceleste harus merana karena gagal mempertahankan gelar juara.
Partai puncak yang digelar di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, Senin (20/7/2026) dini hari WIB, menjadi panggung dominasi La Roja. Kemenangan itu memastikan Spanyol kembali menjadi kampiun dunia setelah terakhir berjaya pada Piala Dunia 2010.
Sejak menit awal, Spanyol langsung mengambil inisiatif serangan. Lamine Yamal nyaris membuka keunggulan pada menit kelima, tetapi peluang emas itu gagal dimaksimalkan. Argentina sempat mengancam lewat kombinasi Lionel Messi dan Nico Gonzalez, namun belum mampu memecah kebuntuan.
Baca juga : Bupati Lombok Barat Dicokok Usai Nobar Final Piala Dunia
Memasuki babak kedua, tekanan Spanyol semakin intens. Alejandro Baena, Dani Olmo, Pedri, hingga Pau Cubarsi bergantian menguji ketangguhan Emiliano Martinez yang tampil gemilang di bawah mistar gawang Argentina.
Petaka bagi Argentina datang pada masa injury time babak kedua. Enzo Fernandez menerima kartu kuning kedua pada menit 90+3 setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Pau Cubarsi. La Albiceleste pun harus bermain dengan 10 orang saat laga berlanjut ke babak tambahan.
Keunggulan jumlah pemain berhasil dimanfaatkan Spanyol. Pada menit ke-106, Pedro Porro membangun serangan dari sisi kanan sebelum Nico Williams mengirim umpan tarik yang disambar Ferran Torres dengan tembakan keras ke gawang Emiliano Martinez.
Baca juga : Kaka Suminta: Aturan Sudah Ada, Tapi Tidak Dijalankan
Torres sempat mencetak gol kedua pada menit ke-113, namun dianulir karena offside. Akhirnya, skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Kekalahan itu meninggalkan sejumlah catatan buruk bagi Argentina. Mereka menjadi tim pertama di final Piala Dunia sejak 1966 yang tidak mencatat satu pun tembakan tepat sasaran hingga menit ke-70.
Bahkan, Argentina baru melepaskan tembakan pada menit ke-116. Spanyol mencatat 20 tembakan, sedangkan Argentina hanya dua.
Baca juga : Azis Subekti: Yang Penting Hilangkan Praktik Politik Uang
Kesulitan mengimbangi permainan Spanyol membuat Argentina bermain keras. Tim asuhan Lionel Scaloni melakukan 25 pelanggaran, jumlah terbanyak dalam satu pertandingan Piala Dunia sejak final 2022.
Kericuhan bahkan berlanjut setelah laga usai. Leandro Paredes terlibat cekcok, adu dorong, hingga mencekik Eric Garcia dan Gavi. Wasit kemudian mengganjarnya dengan kartu merah.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya