BREAKING NEWS
 

Rusak Sepakbola, Presiden La Liga Desak Gianni Infantino Mundur dari FIFA

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Rabu, 22 Juli 2026 06:12 WIB
Presiden FIFA Gianni Infantino. (Foto : FIFA)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden La Liga, Javier Tebas, melontarkan kritik pedas kepada Presiden FIFA Gianni Infantino. Bahkan, Tebas secara terbuka meminta Infantino mundur dari jabatannya karena dinilai telah "merusak industri sepak bola" melalui sejumlah kebijakan kontroversial.

Dalam wawancara dengan harian Italia La Gazzetta dello Sport, Tebas mengkritik berbagai keputusan FIFA selama Piala Dunia 2026. Mulai dari penambahan jeda minum wajib di setiap pertandingan, durasi turun minum final yang diperpanjang, penundaan hukuman terhadap penyerang Amerika Serikat Folarin Balogun, hingga wacana penambahan peserta Piala Dunia menjadi 64 tim.

Ketika ditanya apakah Infantino seharusnya mengundurkan diri, Tebas menjawab tegas. "Menurut saya, ya. Saya pikir waktunya sudah habis," kata Tebas.

Meski demikian, Tebas menilai Infantino masih mendapat dukungan kuat dari berbagai federasi nasional sehingga kecil kemungkinan lengser dalam waktu dekat. Ia bahkan menyebut sistem pemilihan presiden FIFA sudah "rusak dari akarnya" karena tidak ada kandidat yang berani menantang petahana.

Baca juga : Menag Calon Kuat Gantikan Gus Yahya

Tebas mengaku mendengar banyak kritik terhadap Infantino saat berada di Amerika Serikat menyaksikan Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026. Namun, menurutnya, sebagian besar pihak hanya mengeluh tanpa mengambil tindakan nyata.

"Mereka mengatakan tidak setuju dengan apa yang dilakukan Infantino, tetapi tidak melakukan apa pun. Saya tidak tahu mana yang lebih buruk, diam atau ikut membiarkan. Mereka tahu sepak bola sedang dirugikan," ujarnya.

Adsense

Salah satu sorotan Tebas adalah keputusan FIFA menunda hukuman skorsing Folarin Balogun sebelum laga 16 besar Amerika Serikat melawan Belgia. Penundaan itu disebut terjadi setelah adanya intervensi Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

"Kasus penangguhan hukuman pemain Amerika itu sangat serius. Mereka beruntung Belgia mengalahkan Amerika Serikat. Jika tidak, kasus itu bisa saja membuat Infantino kehilangan jabatannya," ujar Tebas.

Baca juga : Jelang Diresmikan Presiden Prabowo, Andi Gani Cek Kesiapan Museum Ibu Marsinah

Kritik serupa sebelumnya juga datang dari UEFA. Presiden UEFA Aleksander Ceferin bahkan memilih tidak menghadiri final Piala Dunia 2026 sebagai bentuk protes terhadap keputusan FIFA tersebut.

Tebas juga menolak wacana penambahan peserta Piala Dunia menjadi 64 negara. Menurutnya, sepak bola dunia tidak boleh hanya berpusat pada Piala Dunia karena kompetisi domestik merupakan fondasi utama industri sepak bola.

"Menambah jumlah peserta tidak masuk akal. Industri sepak bola bukan hanya Piala Dunia. Kompetisi nasional yang menopang olahraga ini dan menciptakan puluhan ribu lapangan pekerjaan," tegasnya.

Ia juga mengkritik kebijakan jeda minum wajib selama tiga menit di setiap pertandingan Piala Dunia 2026. Menurut Tebas, kebijakan itu lebih menguntungkan kepentingan siaran televisi daripada kesehatan pemain.

Baca juga : Ingat Ya, Dilarang Minta Pungutan Kepada Siswa

"Jeda minum itu bohong. Di La Liga kami menerapkannya hanya ketika cuaca benar-benar panas. Di stadion seperti Dallas, Los Angeles, dan Atlanta bahkan menggunakan pendingin udara. Saya sampai harus memakai jaket di tribun. Itu hanya jeda untuk iklan," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense