RM.id Rakyat Merdeka - Legenda sepak bola Italia sekaligus mantan bek AC Milan, Franco Baresi meninggal dunia dalam usia 66 tahun, Jumat (31/7/2026). Kabar duka ini disampaikan AC Milan via X.
“AC Milan berduka atas kepergian Franco Baresi. Keteladanan dan integritasnya akan selamanya terukir dalam DNA klub, sebagaimana nomor punggung ikonik 6 miliknya,” tulis AC Milan via platform media sosial tersebut.
Melansir Reuters, tahun lalu AC Milan mengungkap, Baresi yang menjabat wakil presiden kehormatan klub, menjalani operasi pengangkatan nodul di paru-paru. Dia kemudian menjalani perawatan lanjutan di bawah pengawasan dokter spesialis kanker.
Februari 2026, Baresi menjadi salah satu pembawa obor Olimpiade dalam upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina. Salah satu pemain paling ikonik pada era keemasan sepak bola Italia di dekade 1980-an dan 1990-an itu tampil bersama mantan bek Inter Milan dan timnas Italia, Giuseppe Bergomi, rival lamanya di lapangan.
Baca juga : Taklukkan Puncak Gunung Kilimanjaro Di Usia 90 Tahun
Baresi dikenal sebagai ikon AC Milan karena dia menghabiskan seluruh karier profesionalnya selama 20 tahun bersama klub tersebut.
Selama masa baktinya di Stadion San Siro, Baresi sukses mempersembahkan enam gelar Serie A dan tiga trofi kompetisi antarklub Eropa. Pemain kelahiran 8 Mei 1960 itu juga menjabat sebagai kapten tim selama 15 musim, sebelum pensiun pada 1997.
Usai Baresi gantung sepatu, AC Milan mempensiunkan nomor punggung 6 miliknya. Baresi menjadi pemain pertama dalam sejarah klub yang mendapat penghormatan tersebut.
Bagian dari Gli Invincibili
Baresi tak hanya tercatat sebagai anggota skuad Italia yang menjuarai Piala Dunia 1982. Dia juga menjadi kapten Italia saat melaju ke final Piala Dunia 1994, yang berakhir dengan kekalahan dramatis lewat adu penalti dari Brazil. Baresi menjadi salah satu pemain yang gagal mengeksekusi penalti.
Baca juga : 13 Orang Meninggal, Semua WNI Selamat
Yang paling dikenang, Baresi mampu bermain penuh selama 120 menit di final tersebut. Meski baru 25 hari menjalani operasi lutut.
Kesetiaan Baresi kepada AC Milan terlihat sejak awal karier. Dia memilih tetap bertahan, sekalipun Rossoneri terdegradasi dua kali ke Serie B pada awal 1980-an. Baresi bahkan membantu klub yang identik dengan warna merah hitam, kembali promosi ke kasta tertinggi pada kedua kesempatan itu.
Selama hampir dua dekade, Baresi menjadi pilar utama lini pertahanan AC Milan dan timnas Italia.
Di era ketika bek-bek bertahan mengandalkan kekuatan fisik, Baresi tampil berbeda berkat kecerdasannya membaca permainan. Ia mendefinisikan ulang peran sweeper atau libero, dengan memadukan ketangguhan bertahan dan kemampuan membangun serangan dari lini belakang.
Baca juga : Latih Italia Lagi, Mancini Fokus Bawa Azzurri ke Piala Dunia 2030
Ia memimpin lini pertahanan legendaris AC Milan yang dihuni Paolo Maldini, Alessandro Costacurta, dan Mauro Tassotti. Bersama mereka, Baresi menyempurnakan strategi garis pertahanan tinggi dan jebakan offside yang menjadi fondasi rekor tak terkalahkan AC Milan dalam 58 pertandingan Serie A, sekaligus membuat tim asuhan Fabio Capello dijuluki “Gli Invincibili” atau “Si Tak Terkalahkan”.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.