RM.id Rakyat Merdeka - Badan wasit profesional Inggris minta maaf karena gol Haaland harusnya dianulir. Sebaliknya, kartu merah untuk Foden juga dinilai berlebihan.
Manchester United dibuat malu di kandang sendiri. Bermain dalam lanjutan Liga Inggris, Setan Merah dipaksa menyerah 0-1 dari rival sekota, Manchester City.
Yang bikin miris, City harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-23. Namun, keunggulan jumlah pemain itu tak mampu dimanfaatkan MU. Malah, The Citizens yang berhasil mencuri kemenangan melalui gol Erling Haaland pada menit ke-60.
Derby Manchester kali ini memang penuh drama. Drama pertama terjadi pada menit ke-23. Phil Foden diganjar kartu merah oleh wasit Michael Oliver setelah menendang Bruno Fernandes di bagian perut.
Foden terpancing emosi setelah lebih dulu dijegal Fernandes. Gelandang Inggris itu bangkit dan melancarkan tendangan sebagai reaksi. Oliver pun langsung mengeluarkan kartu merah.
Baca juga : MotoGP: Sapu Bersih Misano, Marquez Top Klasemen
Legenda MU Roy Keane menilai Foden memang salah karena bereaksi, tetapi insiden itu seharusnya dilihat secara utuh.
“Bruno datang, menekelnya, jelas melanggarnya dan memberinya sedikit tendangan di bawah. Foden bangkit, memang dia bereaksi, dan dia diusir,” kata Keane.
“Saya menebak itu dianggap sebagai aksi kekerasan, tapi bagi saya Bruno-lah yang bertindak keras di sini. Saya harus menyoroti itu.”
Unggul jumlah pemain selama lebih dari satu jam seharusnya menjadi keuntungan besar bagi MU. Namun kenyataannya justru sebaliknya.
City tetap mampu bertahan dengan disiplin dan menunggu kesempatan untuk melakukan serangan balik. Kesempatan itu akhirnya datang pada menit ke-60. Umpan lambung Josko Gvardiol mengarah ke tiang jauh. Haaland berada di posisi yang tepat dan menyambutnya dengan sontekan.
Baca juga : Prabowo Tak Mau Didikte oleh Negara Mana Pun
Sempat muncul harapan gol tersebut dianulir karena Haaland dinilai berada dalam posisi offside. Namun setelah dilakukan pemeriksaan VAR (Video Assistant Referee), wasit mengesahkan gol tersebut.
Tetapi drama belum selesai. Posisi Enzo yang berada di depan gawang menjadi sorotan. Pemain tersebut memang tidak menyentuh bola, tetapi tayangan ulang menunjukkan Enzo berusaha menanduk umpan Gvardiol sekaligus menarik pergerakan Martinez.
Badan wasit profesional Inggris, Pro Ref, akhirnya mengakui adanya kesalahan dalam proses VAR. “Dalam serangan yang sama, telah dipastikan bahwa Enzo tidak menyentuh bola, sehingga pelanggaran offside menjadi subjektif. Namun, pada kesempatan ini, VAR tidak mengenali dampak potensial dari posisinya dan seharusnya merekomendasikan tinjauan ulang di lapangan,” tulis Pro Ref.
Pro Ref bahkan mengaku telah menghubungi MU untuk meminta maaf atas kesalahan tersebut. Tetapi, tentu saja, permintaan maaf tidak mengubah papan skor.
Menurut BBC, MU untuk pertama kalinya di era pelatih Michael Carrick mencatat expected goals (xG) di bawah angka 1, yakni hanya 0,95. Artinya, peluang berkualitas yang diciptakan United sepanjang pertandingan sangat minim.
Baca juga : Setelah Beras, Bawang Juga Ekspor: Sektor Pangan Membanggakan
Catatan kedua juga cukup menyakitkan. Dua tembakan MU membentur tiang melalui Marcus Rashford dan Kobbie Mainoo. Itu menjadi kali kedua dalam 44 pertemuan terakhir Derby Manchester di mana MU dua kali membentur tiang dalam satu pertandingan.
Dan catatan ketiga paling menohok. City menjadi tim kedua yang mampu memenangkan pertandingan di Old Trafford dengan hanya 10 pemain. Everton menjadi tim pertama yang melakukannya pada 2025, ketika menang 1-0 meski kehilangan pemain sejak menit ke-13. [GO]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.