RM.id Rakyat Merdeka - Honda menyiapkan dua peningkatan besar pada mesinnya untuk menyokong Aston Martin agar lebih kompetitif pada Formula 1 musim 2027.
Pabrikan Jepang itu menjanjikan pembaruan mesin pada seri pembuka, lalu upgrade lanjutan pada pertengahan musim.
Janji ini menjadi tumpuan harapan Aston Martin setelah kemitraan keduanya menghadapi musim sulit pada 2026. Kekurangan tenaga, getaran berlebihan, dan keterlambatan respons turbo membuat tim yang diperkuat Fernando Alonso dan Lance Stroll itu kesulitan bersaing pada musim 2026.
Kepala insinyur Honda, Shintaro Orihara, mengatakan pihaknya telah menyusun peta jalan pengembangan untuk mengejar ketertinggalan dari para pesaing. Honda membidik peningkatan pertama pada awal musim, kemudian menyiapkan langkah lebih besar sekitar seri kedelapan di Monaco.
“Target kami adalah membawa beberapa langkah tersebut untuk putaran satu (2027),” kata Orihara seperti dikutip dari Crash, kemarin.
Menurutnya, peningkatan awal belum cukup untuk menjadikan mesin Honda yang terdepan. Karena itu, pembaruan lanjutan diperlukan pada pertengahan musim.
Baca juga : Bahlil Cari Pasokan ke China & India, Tenang Stok BBM Aman
“Pada putaran satu, kami bisa mengatakan kami belum akan menjadi pesaing terdepan, jadi kami memerlukan satu langkah lagi,” ujarnya.
Fokus utama pengembangan adalah meningkatkan proses pembakaran mesin. Honda menilai aspek tersebut menjadi salah satu kelemahan yang harus segera dibenahi, terutama karena performa mesin pembakaran internal (ICE) akan semakin penting pada 2027.
“Poin lemah kami adalah pembakaran, jadi kami bekerja keras untuk meningkatkan pembakaran kami, terutama untuk tahun depan, ketika kinerja ICE lebih penting dibandingkan tahun ini,” kata Orihara.
Menurut laporan tersebut, Honda akan memanfaatkan mekanisme ADUO (Additional Development and Upgrade Opportunities) dalam upaya meningkatkan performa mesin. Mekanisme yang diperkenalkan dalam regulasi Formula 1 2026 ini memberikan kesempatan pengembangan dan pembaruan tambahan kepada produsen unit tenaga yang tertinggal dari tolok ukur performa.
Dalam sistem tersebut, FIA mengevaluasi performa mesin pembakaran internal setiap pabrikan. Produsen yang memenuhi kriteria ketertinggalan dapat memperoleh kesempatan tambahan untuk memperbarui unit tenaga, sehingga memiliki ruang lebih besar untuk mengejar pesaing.
Honda termasuk pabrikan yang memperoleh dua kesempatan peningkatan tambahan pada 2026. Pembaruan mesin diperkenalkan di GP Belanda, sedangkan peningkatan turbo diterapkan secara bertahap di Madrid dan Baku untuk memperbaiki respons tenaga.
Baca juga : Bertemu Luhut, Yusril Mau Revisi Definisi Korupsi
Pembaruan turbo itu ditujukan untuk mengurangi jeda respons ketika pembalap keluar dari tikungan. Respons yang lebih baik juga dapat membantu pengelolaan energi, meski Honda mengakui peningkatan yang dihasilkan masih relatif kecil.
Untuk 2027, Honda kembali menargetkan dua tahap pengembangan. Namun, hasilnya tetap bergantung pada keberhasilan rekayasa mesin dan ketentuan teknis yang berlaku.
Kepala Tim Aston Martin, Adrian Newey, mengakui perkembangan Honda sepanjang 2026 belum sesuai harapan. Meski sejumlah pembaruan telah dilakukan, performa mesin masih belum cukup untuk membawa Aston Martin secara konsisten bersaing memperebutkan poin.
Newey menyebut Honda kemungkinan kecewa dengan besarnya kemajuan yang berhasil dicapai musim ini. Namun, ia menilai pabrikan Jepang itu tetap memiliki sumber daya dan kemampuan untuk memperbaiki situasi.
“Mereka sangat bertekad. Hal-hal seperti ini tidak berubah dalam semalam, tetapi mereka memiliki banyak orang hebat dan proses yang kini sudah berjalan,” kata Newey.
Newey juga mengungkapkan harapan terhadap proyek pengembangan Honda untuk 2027. Menurut dia, sejumlah program pengembangan masih berada pada tahap awal, tetapi menunjukkan potensi untuk membawa kemajuan.
Baca juga : MBG Serap 1,3 Juta Tenaga Kerja & Kurangi Kemiskinan Ekstrem
“Kamu membutuhkan kemajuan tersebut untuk melengkapi pengembangan sasis yang juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing tim. Kombinasi mesin dan sasis yang lebih kompetitif menjadi kunci untuk memperkecil jarak dengan tim-tim terdepan,” paparnya.
Oleh sebab itu, dia menegaskan Aston Martin berkomitmen untuk melanjutkan kerja sama dengan Honda. Pimpinan Aston Martin di lintasan, Mike Krack, bahkan menepis spekulasi mengenai kemungkinan tim beralih ke Red Bull Powertrains pada 2028.
“Saya hanya bisa mengatakan bahwa kami memiliki mitra, mitra jangka panjang, yaitu Honda,” kata Krack.
Ia juga menyinggung pencapaian Honda yang telah menjalani balapan ke-500 di Austin. Krack berharap kemitraan kedua pihak pada akhirnya menghasilkan kemenangan bersama.
“Saya pikir kami akan bersama ketika kami memenangkan balapan pertama kami bersama,” ujarnya. [DNU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.