Dark/Light Mode

CLBK Angkat Kisah Cinta Kakek-Nenek yang Bertemu Lagi Setelah 50 Tahun

Jumat, 26 Juni 2026 22:01 WIB
Foto: MIR Productions.
Foto: MIR Productions.

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah maraknya film romantis bertema anak muda, CLBK: Cinta Lama Babak Kedua hadir menawarkan cerita yang berbeda.

Film produksi MIR Productions ini mengangkat kisah cinta dua insan lanjut usia yang kembali dipertemukan setelah 50 tahun berpisah, menghadirkan romansa hangat, konflik keluarga, dan kesempatan kedua untuk mencintai.

Film CLBK: Cinta Lama Babak Kedua dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 2 Juli 2026.

Mengusung genre komedi romantis, film ini menghadirkan kisah cinta yang tak biasa dengan menempatkan dua tokoh lanjut usia sebagai pusat cerita.

Cerita berfokus pada Akung Abi yang diperankan Slamet Rahardjo dan Nin Sita yang dimainkan Widyawati. Keduanya memiliki kisah cinta masa lalu yang belum benar-benar usai.

Pertemuan kembali setelah setengah abad berpisah tidak hanya membangkitkan kenangan lama, tetapi juga memunculkan konflik baru di tengah keluarga masing-masing.

Melalui dialog yang hangat dan konflik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, chemistry dua aktor senior tersebut menjadi salah satu kekuatan utama film.

Baca juga : Kemendagri Minta Daerah Bersinergi Cegah Karhutla

Kisah cinta Abi dan Sita di masa muda juga ditampilkan melalui kilas balik ke era 1970-an. Karakter Abi muda diperankan Yusuf Mahardhika, sementara Sita muda dimainkan Gisellma Firmansyah.

Film ini turut dibintangi Sintya Marisca sebagai Ambar dan Iskak Khivano sebagai Raka. Keduanya diceritakan tengah mempersiapkan pernikahan.

Namun, rencana bahagia tersebut terganggu ketika cinta lama antara kakek dan nenek mereka kembali muncul ke permukaan.

Deretan pemain lain yang memperkuat film ini antara lain Sarah Sechan, Kiki Narendra, Iyang Dharmawan, Febry Khey, dan Annisa Kaila.

Sutradara sekaligus penulis CLBK: Cinta Lama Babak Kedua, Ivander Tedjasukmana mengungkapkan, ide cerita film tersebut telah tersimpan cukup lama sebelum akhirnya diproduksi.

“Film ini sudah lama tersimpan dalam library saya, hampir 10 tahun. Baru dapat kesempatan tahun lalu bisa diproduksi, dan tayang 2026 ini. Luar biasa banget sih rasanya,” ujar Ivander dalam konferensi pers di XXI Epicentrum, Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Ivander juga mengaku mendapatkan pengalaman berharga saat mengarahkan Slamet Rahardjo dan Widyawati dalam satu adegan.

Baca juga : Tokoh Adat Mama Sinta Kini Dukung Food Estate Papua Selatan

"Men-direct dua orang senior dalam satu frame itu jadi tantangan tersendiri untuk saya. Tapi namanya senior, dikasih arahan sedikit sudah langsung paham. Saya belajar banyak sama mereka,” katanya.

Sementara itu, Co-Producer sekaligus Founder MIR Productions, Vladimir Rama menilai, film tersebut memiliki premis yang unik meski pengalaman emosional yang diangkat dekat dengan kehidupan banyak orang.

“Premis film ini tidak biasa, meskipun pengalaman di dalamnya bisa saja terjadi pada kita semua. Kita butuh film-film seperti ini untuk bisa dinikmati oleh pecinta film Indonesia. Saya puas dengan hasilnya,” ujar Rama.

Menurutnya, meski dibalut drama romantis, film ini tetap menghadirkan unsur komedi yang cukup kuat.

“Meskipun genrenya drama romantis, tapi bumbu komedinya cukup kental. Para cast sangat bisa memainkan semua perannya dengan sangat baik. Kalau ingin membuktikan seperti apa adu akting lintas generasi, silakan saksikan filmnya 2 Juli nanti di bioskop,” tambahnya.

Film ini mengisahkan Raka dan Ambar yang tengah mempersiapkan pernikahan mereka. Namun, kebahagiaan itu berubah ketika Sita, nenek Raka, membatalkan acara keluarga setelah mengetahui bahwa Abi, kakek Ambar, adalah cinta lamanya yang pernah menyakiti hatinya.

Upaya Ambar untuk mendamaikan masa lalu dengan meminta Abi menyampaikan permintaan maaf justru membuka kembali luka lama dan memperuncing konflik.

Baca juga : Berkat KNMP, Nelayan Gorontalo Kini Tak Perlu Lagi Menempuh 3 Km Mencari Es Batu

Situasi tersebut kemudian memengaruhi hubungan Raka dan Ambar yang mulai saling menjauh karena membela keluarga masing-masing.

Cerita semakin menarik ketika Sita dan Abi tanpa sengaja kembali dipertemukan di Bandung. Melihat peluang untuk berdamai, Raka dan Ambar sengaja meninggalkan keduanya bersama.

Namun, pertemuan itu justru membuat benih-benih cinta lama kembali tumbuh dan menghadirkan persoalan baru bagi hubungan generasi muda tersebut.

Dengan balutan komedi romantis dan konflik keluarga lintas generasi, CLBK: Cinta Lama Babak Kedua menawarkan kisah tentang kesempatan kedua dalam cinta, luka masa lalu, serta upaya keluarga menerima pilihan hati masing-masing.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.