Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pengusaha Vs Pekerja, UMP 2025 Jadi Perdebatan
Mirah Sumirat: Harga Pangan Naik 20 Persen
Selasa, 1 Oktober 2024 07:40 WIB
Sebelumnya
Partai Buruh memandang, kenaikan UMK maupun UMP sebesar 8 persen hingga 10 persen. Bagaimana tanggapan Anda?
Saya minta kenaikan UMP 2025 itu 20 persen, bukan 8 atau 10 persen.
Kenapa sebesar itu?
Karena, akumulasi dari 2020 sampai 2024, rata-rata naiknya hanya 3 persen.. Bahkan, pada tahun 2022 tidak naik. Kemudian, harga pangan naiknya hingga 20 persen.
Baca juga : Tol Laut Terbukti Berhasil Menekan Disparitas Harga
Bagaimana jika naiknya itu 8-10 persen?
Harga pangan dan kebutuhan dasar atau pokok, naiknya 20 persen. Kalau naiknya cuma 8 atau 10 persen, masih minus.
Kenaikan 20 persen itu, apakah tidak terlalu tinggi?
Kenapa saya katakan minta 20 persen, karena upah buruh rendah, sedangkan harga-harga tinggi dan harga kebutuhan pokok naik. Belum lagi banyak subsidi yang dicabut, kemudian juga uang kampus tunggal (UKT) juga mahal dan naik.
Baca juga : PKB Mau Tempuh Jalur Hukum
Tapi, usulan dari buruh tentang kenaikan gaji itu, kemungkinan ditolak pengusaha. Bagaimana respons Anda?
Soal penolakan, merupakan hal yang biasa. Dari dulu juga kalau dari serikat pekerja, serikat buruh mengusulkan angka, maka pengusaha menolak, pasti itu.
Karena itu, kami melemparnya ke Pemerintah. Nanti Pemerintah yang akan menghitung dan mempertimbangkan seperti apa.
Harus ada kesepakatan, ya?
Baca juga : Aksi Pembubaran Diskusi Jangan Sampai Terjadi Lagi
Ketika ada usulan angka dari pekerja dan angka dari pengusaha, pastinya harus adil.
Apa ada saran untuk Pemerintah?
Prinsipnya, silakan diputuskan oleh Pemerintah. Tapi, jangan sampai malah pro kepada pengusaha dan menyingkirkan kaum buruh. Saat ini, kondisi ekonomi para pekerja, buruh itu sedang tidak baik-baik saja. REN
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Selasa, 1 Oktober 2024 dengan judul "Pengusaha Vs Pekerja, UMP 2025 Jadi Perdebatan, Mirah Sumirat: Harga Pangan Naik 20 Persen"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya