Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Soal Pelaksanaan Pemilu Dan Pilkada, Beri Jarak, Tak Perlu Serentak
Kahfi Adlan Hafiz: Pemilu Nasional Dan Lokal Harus Dibedakan
Selasa, 24 Desember 2024 07:50 WIB
Sebelumnya
Apa tanggapan Anda terkait keinginan masyarakat agar Pemilu dan Pilkada digelar pada tahun yang berbeda?
Memang Pemilu dan Pilkada Serentak yang dilakukan pada tahun ini cenderung membuat jenuh masyarakat.
Kenapa itu terjadi?
Masyarakat jenuh itu terutama dalam memahami kontestasi politik baik Pemilu secara nasional maupun Pilkada secara lokal. Itu kan rumit.
Baca juga : Dede Yusuf: Sebaiknya Jarak Minimal Satu Tahun
Apakah karena itu saja sebabnya?
Kami juga tidak melihat adanya waktu yang cukup bagaimana calon-calon kepala daerah beradu gagasan, berkampanye dan menyampaikan gagasan-gagasan mereka. Disamping persoalan Parpol yang kurang bergairah melakukan kerja-kerja di Pilkada Serentak 2024. Ini adalah tahun pertama melaksanakan Pemilu dan Pilkada Serentak secara nasional. Artinya semua daerah melaksanakan Pilkada baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi.
Kalau evaluasi dari Perludem sendiri seperti apa terkait Pemilu dan Pilkada 2024 ini?
Pada Pemilu dan Pilkada 2024 kemarin jumlah pemilih rendah, masyarakat enggan berpartisipasi, bahkan di Jakarta misalnya tinggi sekali surat suara tidak sah yang mungkin saja ini disengaja oleh pemilih. Disebabkan karena mereka tidak mendapatkan calon-calon yang diinginkan.
Baca juga : Menkum: Koruptor Tidak Serta Merta Dapat Amnesti
Terus apa saran dari Anda seperti apa terkait pelaksanaan Pemilu dan Pilkada?
Perludem sendiri menyarankan pelaksanaan Pemilu dan Pilkada yang menjamin efisien dan efektifitas namun tetap menjaga kualitas dari Pemilu Pilkada Serentak. Bukan hanya kualitas manajemen penyelenggaranya saja tetapi juga kualitas calon, semangat Parpol untuk bertarung dan lain sebagainya.
Konkretnya seperti apa?
Kami membagi dua bagian. Pertama itu Pemilu nasional. Ini dilakukan untuk memilih Presiden, DPR RI, DPD RI. Jadi tetap menjamin keserentakan. Lalu yang kedua adalah Pemilu lokal. Jadi setelah dua atau tiga tahun dari Pemilu Nasional dilaksanakan, kami juga menyarankan Pilkada, Pileg DPRD baik di kabupaten/kota maupun provinsi itu diserentakan.
Baca juga : NasDem Berkomitmen Berpolitik Tanpa Mahar
Menurut Anda pembagian seperti itu akan lebih efektif?
Menurut kami, masyarakat jadi tidak jenuh, Parpol tidak jenuh dan bisa memanaskan kembali mesin partainya. NNM
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Selasa, 24 Desember 2024 dengan judul "Soal Pelaksanaan Pemilu Dan Pilkada, Beri Jarak, Tak Perlu Serentak, Kahfi Adlan Hafiz: Pemilu Nasional Dan Lokal Harus Dibedakan"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya