Dark/Light Mode

Jika Kampus Dikasih Izin Usaha Tambang, Ilmu Berkembang Tapi Tak Independen?

Profesor Asep Saepudin Jahar: Peluang Kolaborasi Dengan Perusahaan Tambang

Selasa, 28 Januari 2025 07:40 WIB
Profesor Asep Saepudin Jahar, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)
Profesor Asep Saepudin Jahar, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

 Sebelumnya 
Apakah cukup memiliki Jurusan Teknik Pertambangan untuk mam­pu mengelola tambang?

Pengelolaan tambang sepenuhnya membutuhkan kerja sama dengan mitra strategis, baik dari Pemerintah maupun swasta. Bisa juga dengan konsorsium. Melalui konsorsium, UIN Jakarta dapat fokus pada peran­nya sebagai penyedia riset, teknologi, dan pelatihan tenaga ahli.

Bagaimana konkretnya konsor­sium itu?

Baca juga : Kebijakan Gas Murah Dukung Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Pertama, bersama perguruan tinggi lain dengan spesialisasi yang berbeda untuk saling melengkapi. Kedua, bersama mitra industri yang memiliki pengalaman dan teknologi dalam pengelolaan tambang.

Ketiga, bersama Pemerintah untuk memastikan tata kelola tambang, sesuai regulasi dan kepentingan publik. Dengan keterlibatan berbagai pihak, pengelolaan tambang dapat lebih op­timal dan risiko dapat diminimalkan.

Apa dampak positif pemberian WIUP bagi kampus?

Baca juga : Tatap Pemilu 2029, NasDem Gelar Bimtek Lagi

Pertama, pengembangan ilmu pengetahuan. Kampus dapat menjadi pusat penelitian dan inovasi di bidang pertambangan. Kedua, peluang kerja sama. WIUP membuka peluang ko­laborasi dengan perusahaan tambang untuk program magang, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Ketiga, peningkatan kompetensi mahasiswa. Mahasiswa memiliki kesempatan belajar langsung di la­pangan, meningkatkan kemampuan praktik mereka.

Adakah dampak negatifnya?

Baca juga : Polri Minta Masyarakat Waspada

Dampak negatif yang mungkin muncul, pertama, kerusakan ling­kungan. Jika tidak dikelola secara bertanggung jawab, tambang dapat menyebabkan degradasi lingkungan. Karena itu, UIN Jakarta menekankan pentingnya penerapan teknologi ramah lingkungan dan studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang mendalam.

Kedua, konflik sosial. Proyek pertambangan bisa memicu konflik dengan masyarakat sekitar jika tidak ada komunikasi dan pendekatan yang tepat. Ketiga, keseimbangan nilai akademik dan komersial. NNM

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Selasa, 28 Januari 2025 dengan judul "Jika Kampus Dikasih Izin Usaha Tambang, Ilmu Berkembang Tapi Tak Independen? Profesor Asep Saepudin Jahar: Peluang Kolaborasi Dengan Perusahaan Tambang"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.