Dark/Light Mode

Layanan Faskes Dan RSUD Dikeluhkan Warga DKI

Serem, Ada Puskesmas Yang Gedungnya Miring

Selasa, 28 Januari 2025 06:50 WIB
Sekretais Komisi E De­wan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Justin Adrian. (Foto: Dok. PSI)
Sekretais Komisi E De­wan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Justin Adrian. (Foto: Dok. PSI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Banyak warga mengeluhkan layanan dan fasilitas kesehatan (faskes) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diharapkan segera memperbaikinya.

Sekretais Komisi E De­wan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Justin Adrian prihatin masih ada faskes di Ibu Kota dengan kualitas seadanya. Diharapkannya, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta segera memperbaikinya.

“Kualitas bangunan harus diperhatikan. Contohnya Puskesmas Kebon Bawang II, Tanjung Priok, Jakarta Utara kurang memadai,” kata Justin kepada Rakyat Merdeka, Sabtu (25/1/2025).

Justin menuturkan, bangunan Puskesmas harus dirawat dengan baik agar dapat terus digunakan melayani warga. Jika mengalami kerusakan, harus cepat diper­baiki. Sehingga pelayanan tidak dialihkan atau dipindahkan ke Puskesmas lain.

Baca juga : Si Ular Besar Siap Lahap Partenopei

“Jangan sampai masyarakat berjejal menunggu pelayanan kesehatan di Puskesmas,” ingat Justin.

Anggota Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini mengungkapkan, jumlah Puskesmas di Jakarta masih kurang. Karena banyak kelurahan belum punya Puskesmas. Begitupun dengan RSUD. Jumlahnya juga masih belum memadai.

“Bahkan, pelayanannya juga belum memadai, seperti pendaftaran via online di RSUD. Layanan ini sering dikeluhkan warga,” ucapnya.

Justin berharap, Dinkes DKI dapat memberikan pelayanan kesehatan yang nyaman dan aman. Apalagi, anggaran peningkatan mutu pelayanan ter­hadap masyarakat tidak pernah dipersulit.

Baca juga : Laga Lanjutan NBA, Thunder Hentikan Blazers

Anggota Komisi E ini mengungkapkan, anggaran kesehatan di Jakarta sudah cukup besar. Dia mengingatkan, anggaran itu harus dikelola dengan baik, transparan dan maksimal.

“Sering ada aduan pelayanan. Misalnya, gedung puskesmas terlalu kecil dan bangunannya jelek. Saya menilai dengan pelayanan yang buruk di beberapa di tempat, masyarakat seolah dianggap hanya sebagai angka,” tegasnya.

Dibeberkan dia, setiap Puskesmas di Jakarta sudah mendapat alokasi anggaran men­capai belasan hingga puluhan miliar setiap tahun. Dia mema­hami tak semua anggaran untuk peningkatan layanan karena digunakan untuk kebutuhan lain seperti membeli obat.

Meski begitu, ditegaskan Jus­tin, Komisi E bakal mendukung jika dibutuhkan biaya untuk memperbaiki atau membangun faskes.

Baca juga : Harga Singkong Ambruk Dihantam Impor, Amran Ngamuk

“Kami nggak masalah me­nyetujui. Tinggal masukkan saja usulan renovasi atau apa, asalkan masuk akal. Bahkan mau beli peralatan medis yang mahal-mahal juga boleh kok,” tegasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.