Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
ASN Dan Pegawai BUMN Terima Bantuan Sosial, Kok Bisa Begini?
Irma Suryani Chaniago: Jika Disengaja, Tentu Ada Modus Dan Motifnya
Rabu, 13 Agustus 2025 07:40 WIB
Sebelumnya
Banyak ASN dan ribuan pegawai BUMN menerima bansos BSU. Apa tanggapan Anda?
Saya mempertanyakan bagaimana bisa hal tersebut terjadi. Apakah karena data Badan Pusat Statistik (BPS) yang tidak pernah diaudit atau memang ada kesalahan data di Kementerian Sosial (Kemensos).
Saya kira harus dicari terlebih dahulu sumber datanya yang digunakan untuk Bansos tersebut.
Menurut Anda, bagaimana?
Baca juga : Produk Petani Tebu Numpuk Di Gudang
Ya. Perlu dijelaskan ke publik datanya. Yang kedua, Bansos yang diterima pegawai BUMN dalam bentuk apa saja. Dan pegawai BUMN yang menerima Bansos itu apakah organik atau yang outsourcing.
Bansos yang diterima bentuknya uang tunai?
Kalau bentuknya uang tunai harus di check melalui data BPS, kenapa mereka bisa masuk golongan orang miskin.
Yang ASN. Bagaimana?
Baca juga : Kapolri Salurkan 27 Ton Beras SPHP Buat Warga
Kalau yang ASN melalui Menpan RB. Kenapa mereka (ASN) bisa masuk
Apakah ASN dan ribuan pegawai BUMN yang mendapatkan Bansos ini memang disengaja?
Jika ini disengaja, tentu ini ada modus dan motifnya.
Pertanyaan selanjutnya untuk Bansos yang diterima oleh ASN tentunya harus ditanyakan juga pada Menpan RB dan pada gubernur, bupati-nama penerima Bansos bisa juga dilakukan oleh dinas sosial daerah.
Baca juga : Kopdes Merah Putih Punya Panduan Resmi
Lalu, apa yang musti dilakukan oleh pemerintah dalam membenahi data penerima Bansos agar tidak bermasalah lagi?
Memang tidak ada jalan lain selain melakukan sensus penduduk oleh BPS. Jangan dilakukan dengan survey karena margin error survey cukup besar, sehingga data orang yang betul-betul miskin dapat terukur. REN
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Rabu, 13 Agustus 2025 dengan judul "ASN Dan Pegawai BUMN Terima Bantuan Sosial, Kok Bisa Begini? Irma Suryani Chaniago: Jika Disengaja, Tentu Ada Modus Dan Motifnya"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya