Dark/Light Mode

Bahasa Prancis Diajarkan Di Sekolah Indonesia, Apakah Sudah Tepat?

Satriwan Salim: Ngelola Pendidikan Tak Sebercanda Ini

Rabu, 3 Juni 2026 07:15 WIB
Satriwan Salim, Koordinator Nasional P2G. Foto: IG PRIBADI
Satriwan Salim, Koordinator Nasional P2G. Foto: IG PRIBADI

 Sebelumnya 
Bagaimana pandangan Anda mengenai instruksi Presiden Prabowo Subianto agar sekolah di Indonesia mengajarkan Bahasa Prancis?

Setelah Bahasa Portugis dan Bahasa Prancis, nanti kalau Presiden Prabowo melakukan pertemuan bilateral lagi dengan Jepang, apakah akan memasukkan Bahasa Jepang ke kurikulum?

Bertemu Tiongkok, lalu akan menjadikan Bahasa Mandarin sebagai pelajaran wajib? Begitu juga sepulang dari Belanda, lantas Presiden akan mewajibkan pelajaran Bahasa Belanda. Tentu mengelola pendidikan tidak bisa sebercanda ini.

Baca juga : Hetifah Sjaifudian: Jadi Bekal Hadapi Persaingan Global

Apa alasan Anda menolaknya?

Ada beberapa alasan kami menolak. Pertama, instruksi Presiden Prabowo setahun lalu agar sekolah mengajarkan Bahasa Portugis kepada murid saja belum terwujud hingga hari ini, kini ditambah lagi Bahasa Prancis. Lagi pula, memasukkan kurikulum Bahasa Prancis dan Bahasa Portugis di sekolah tidak menjadi prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) berdasarkan Perpres Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN Tahun 2025-2029. Pemerintah tidak bisa membuat kebijakan pendidikan yang melenceng dari RPJMN yang sudah ditetapkan.

Alasan lainnya?

Baca juga : Zulhas: Kekayaan Alam Harus Dinikmati Rakyat

Mewajibkan pelajaran Bahasa Prancis di semua jenjang sekolah, mulai dari SD, SMP, hingga SMA/sederajat, akan menambah beban kurikulum bagi murid, mengingat struktur kurikulum nasional masih relatif padat.

Bagaimana dengan sumber daya pengajarnya?

Saat ini Indonesia mengalami kekurangan guru Aparatur Sipil Negara (ASN) di sekolah negeri sebanyak 374 ribu orang (data Kemendikdasmen). Dengan memasukkan pelajaran Bahasa Portugis dan Bahasa Prancis mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/sederajat, maka kekurangan guru nasional akan bertambah. NNM

Baca juga : Menhan Perkuat Teknologi Pertahanan Darat Dan Laut

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Rabu, 3 Juni 2026 dengan judul "Bahasa Prancis Diajarkan Di Sekolah Indonesia, Apakah Sudah Tepat? Satriwan Salim: Ngelola Pendidikan Tak Sebercanda Ini"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.