Dark/Light Mode

Prabowo Wacanakan Badan Geologi Dan BMKG Digabung, Efektifkah?

Eddy Soeparno: Wacana Ini Patut Dikaji Lebih Lanjut

Rabu, 9 September 2026 07:10 WIB
Eddy Soeparno, Wakil Ketua MPR/Anggota Komisi XII DPR. Foto: IG PRIBADI
Eddy Soeparno, Wakil Ketua MPR/Anggota Komisi XII DPR. Foto: IG PRIBADI

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto mewacanakan integrasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan Badan Geologi. Wacana ini pun menjadi perbincangan.

Sebelumnya, saat memimpin rapat terbatas penanganan bencana alam bersama sejumlah kepala daerah secara virtual pada Senin (7/9/2026), Prabowo menekankan pentingnya memperkuat pemantauan terhadap potensi bencana, mengingat Indonesia berada di kawasan Ring of Fire.

Prabowo juga menyoroti kembali aktivitas erupsi di sejumlah wilayah, seperti Sumatra Utara, Jawa Timur, dan Halmahera. Menurut dia, kondisi tersebut perlu terus dimonitor oleh Pemerintah bersama TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BMKG, dan Badan Geologi.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan wacana untuk mengintegrasikan Badan Geologi dengan BMKG. Namun, dia menegaskan rencana tersebut masih perlu dibahas lebih lanjut.

Baca juga : BGN Tutup Sementara 1.999 Dapur Yang Belum Daftar SLHS

"Kepala Badan Geologi nanti saya kira akan kerja sama lebih erat dengan yang lain untuk monitor ini. Nanti kita pikirkan apakah Badan Geologi itu harus diintegrasikan bersama BMKG, tapi ya nanti kita bahas itu," kata Prabowo.

Sekretaris Utama BMKG Guswanto mengatakan siap mengikuti arahan Presiden terkait rencana tersebut. "Untuk penggabungan itu, BMKG mengikuti dan siap melaksanakan arahan Presidennya untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik dan mendukung upaya mitigasi ancaman bencana," ujar Guswanto di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Ketua Komisi V DPR Lasarus mengatakan, selaku mitra BMKG, Komisi V DPR pada prinsipnya mendukung rencana integrasi Badan Geologi dengan BMKG. Integrasi tersebut dapat menjadi opsi untuk meningkatkan efisiensi pemerintahan sekaligus mempermudah koordinasi antarlembaga.

"Kami sifatnya kan menerima. Ya, memang kalau menurut kami sih kalau mau mempersedikit badan, ya ada baiknya sih dari sisi efisiensi juga ya. Karena koordinasi juga jadi lebih mudah," ujarnya di Gedung DPR, Senayan, Selasa (8/9/2026).

Baca juga : RUU Reforma Agraria Harus Lindungi 34.323 Desa Hutan

Wakil Ketua MPR sekaligus Anggota Komisi XII DPR Eddy Soeparno menilai usulan penggabungan Badan Geologi dan BMKG bisa dikaji lebih lanjut. Sebab, kedua lembaga ini memiliki fungsi untuk melakukan forecasting atau prakiraan atas fenomena alam.

"Menempatkan kedua fungsi lembaga yang melakukan prakiraan bencana di bawah satu atap, patut dikaji," ungkap Eddy kepada Rakyat Merdeka, Selasa (8/9/2026).

Berbeda dengan Eddy, Peneliti Pusat Studi Bencana Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Amien Widodo berpandangan, menggabungkan Badan Geologi dan BMKG secara keseluruhan sepertinya sulit. Pasalnya, kata dia, baik Badan Geologi maupun BMKG tidak hanya mengurus persoalan bencana.

"Digabung terkait bencana saja. Bidang yang mempelajari bencana kan PVMBG, itu dijadikan satu dengan BMKG. Namun, bukan keseluruhan. Karena isinya macam-macam di Badan Geologi," jelas Amien saat dihubungi Rakyat Merdeka, Selasa (8/9/2026).

Baca juga : Menperin: Tempat Makan MBG Wajib Memenuhi SNI

Untuk mengetahui pandangan Eddy Soeparno mengenai wacana integrasi Badan Geologi dan BMKG, berikut wawancaranya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.