Dark/Light Mode

Kaji Usulan Kenaikan Jadi Rp 10 Ribu, Pram Segera Putuskan Harga Tiket Ragunan

Jumat, 11 September 2026 06:25 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melihat harimau saat meninjau Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan. (Foto: Rizki Syahputra/RM.id)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melihat harimau saat meninjau Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan. (Foto: Rizki Syahputra/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan segera memutuskan tarif baru masuk Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Saat ini, mantan Sekretaris Kabinet ini sedang mengkaji besaran kenaikan yang tepat.

Gubernur Pram mengatakan, dirinya belum memutuskan nilai kenaikan harga tiket masuk Ragunan.

“Usulan mengenai harga tiket Rp 10.000 itu memang ada. Segera saya putuskan,” kata Pram di Balai Kota Jakarta, Senin (7/9/2026).

Baca juga : Don Carlo Rombak Brazil

Beberapa hari sebelumnya, Pram menyatakan, akan mempertimbangkan usulan mengenai kenaikan harga tiket TMR, alias Kebun Binatang Ragunan.

Hal tersebut disampaikan Pram saat mengunjungi Pameran Pertamanan Flora dan Fauna (FLONA) Jakarta 2026 di Taman Lapangan Banteng, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2026).

Pram mengatakan, tarif masuk Ragunan saat ini tergolong murah sekali apabila dibandingkan dengan kebun binatang lain, terutama yang berada di ibu kota berbagai negara.

Baca juga : Final US Open Milik Amerika, Tiafoe Atau Shelton?

Saat ini, tarif masuk Ragunan Rp 4.000 untuk orang dewasa. Rp 3.000 untuk anak-anak.

“Saya termasuk yang masih mempertahankan tarif murah. Tapi, usulan kenaikan tarif itu belum sampai di saya,” kata Pram.

Menurut Pram, penyesuaian tarif tersebut tetap mempertimbangkan kemampuan masyarakat. “Kalau ada penyesuaian harga, jangan memberatkan pengunjung,” ujarnya.

Baca juga : Trump Iming-imingi Kasih Warga Cuan 5.000 Dolar

Komisi C DPRD DKI Jakarta bersama pengelola TMR tengah membahas rencana kenaikan tarif tersebut. Kepala TMR Endah Rumiyanti menyambut baik rencana penyesuaian tarif, untuk mengurangi ketergantungan pada dukungan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.

“Kebutuhan anggaran operasional kami per tahun sekitar Rp 160 miliar. Pendapatan mandiri yang mampu kami kumpulkan sekitar Rp 30 miliar per tahun. Artinya, tingkat subsidi dari Pemprov DKI sekitar 70 persen,” ungkap Endah.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

mpo slot slot gacor harum100 slot gacor slot gacor