Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
FISIP UNAS Gelar International Conference on Social Politics ke-4
Kamis, 10 Oktober 2024 21:12 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Nasional (FISIP UNAS) kembali menggelar International Conference of Social Politics (ICOSOP) untuk keempat kali, setelah gelaran pertamanya diadakan pada tahun 2022. ICOSOP keempat digelar di Auditorium UNAS, Jakarta, Selasa (8/10/2024).
Tema yang diusung pada ICOSOP tahun ini yaitu “The Age of Anthropocene; Empowering the Future Asia Through Interdisciplinary Approach”. Konferensi ini membahas tantangan dan peluang bagi Benua Asia di era antroposen dengan pendekatan lintas disiplin.
Konferensi ini bertujuan untuk memperkuat kajian multi-dimensi pemberdayaan, dalam konteks masa depan Asia menghadapi antroposen. “Perhatian kami adalah melihat isu-isu utama dan mengeksplorasi berbagai skenario atau solusi dalam menghadapi tantangan antroposen,” ujar Dekan FISIP UNAS Dra. Erna Ermawati Chotim, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (10/10/2024).
Erna menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dan lintas disiplin dalam mengatasi tantangan antroposen. “Kami menekankan perlunya kolaborasi antar pihak dan integrasi antara ilmu alam, ilmu sosial, dan humaniora dalam merancang solusi yang holistik dan berkelanjutan,” ujarnya.
Baca juga : Jakarta International Cointainer Terminal Raih Penggargaan Pelindo TJSL Award 2024
Melalui konferensi ini, FISIP UNAS menawarkan kerangka kerja pemberdayaan Asia di masa depan yang berfokus pada pembangunan inklusif dan berkelanjutan serta menggaungkan keragaman budaya dan lingkungan. “Diharapkan, melalui konferensi ini dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya kompleksitas tantangan yang dihadapi Asia di era antroposen dan perlunya tindakan kolaboratif yang berani dan terarah menuju masa depan yang lebih baik bagi kawasan dan planet bumi secara lebih luas,” tambah Erna.
Selama konferensi berlangsung, seluruh peserta dapat mengeksplorasi penelitian yang dipaparkan dan aktif terlibat dalam diskusi. Erna mengajak manfaatkan kesempatan ini untuk belajar satu sama lain dan bekerja sama untuk memajukan ilmu sosial dan politik. “Sehingga konferensi ini menjadi bukti abadinya relevansi dialog akademis dan pemahaman lintas budaya dalam mengatasi tantangan global kontemporer,” imbuhnya.
Ketua Panitia ICOSOP 4th Qonitah Basalamah menambahkan, konferensi ini ingin menyampaikan pesan tekait situasi dunia saat ini. Hal yang mendasar adalah pencapaian pembangunan yang inklusif memerlukan penanganan ketidaksetaraan dengan memastikan bahwa manfaat ekonomi menjangkau semua sektor masyarakat, sambil mempromosikan keberlanjutan lingkungan. Di samping itu, transformasi budaya dan sosial harus senantiasa mengedepankan solidaritas.
Untuk menavigasi kompleksitas ini, kerja sama global sangat penting dalam mendorong pertumbuhan yang inklusif dan melindungi lingkungan. Pada akhirnya, pendekatan holistik yang mengintegrasikan tujuan ekonomi, sosial, dan lingkungan sangat penting untuk membangun dunia yang berkeadilan, aman, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Baca juga : Kawula Muda Persis Gelar Road to International Conference, Dihadiri Ratusan Undangan
Pada kegiatan ICOSOP 4th ini, FISIP UNAS juga mengundang para pembicara di antaranya yaitu Prof Kosuke Mizuno dari Kyoto University, Dr. Ogr. Uyesi Yusuf AVCI dari Ankara University, Dr. Anton Galushka Adaikin dari Kharkiv Institute of Oriental Studies and International Relations, dan Khairul Fuad selaku Dosen FISIP UNAS. Selain itu, FISIP UNAS juga mengundang Pj Gubernur Kalimantan Timur Akmal Malik sebagai keynote speaker.
Wakil Rektor UNAS bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Prof Suryono Efendi menyambut baik kegiatan ICOSOP yang telah diselenggarakan keempat kalinya ini. Ia berharap, dengan perhelatan konferensi ini dapat terselenggara dengan baik dan diharapkan akan menambah kerja sama dan kolaborasi untuk menghasilkan artikel internasional yang berkualitas.
“Saya selaku pimpinan Universitas sangat mendukung kegiatan ICOSOP ini. Dengan adanya konferensi ini, diharapkan akan menambah kerja sama dan kolaborasi untuk menghasilkan artikel internasional yang berkualitas,” pungkasnya.
International Conference juga diikuti alumni Sutan Takdir Alisyahbana Summer Course yang pertama. Yaitu sebuah program pelatihan internasional yang bertujuan memperdalam pemahaman mahasiswa internasional mengenai budaya dan sastra Indonesia. Program ini melibatkan peserta dari 9 negara, termasuk Indonesia, Jepang, Malaysia, Kenya, Gambia, Malawi, Tanzania, Pakistan, dan Bangladesh.
Baca juga : Pj Gubernur Jabar Hadiri National Anti Fraud Conference 2024
Sementara, Pj Gubernur Kalimantan Timur Akmal Malik mengenai bagaimana membangun berkelanjutan masa depan dengan pemberdayaan birokrasi dan inovasi untuk berkembang di era antroposen. Sedangkan Prof Kosuke Mizuno membahas mengenai ketahanan pangan pada zaman antroposen.
Uyesi Yusuf memaparkan materi mengenai kuasi-trans regionalisme melalui bantuan kemanusiaan dan pendidikan. Lalu, Anton Galushka Adaikin membahas mengenai demokrasi di kawasan Asia. Selanjutnya, Khairul Fuad membahas dampak gentrifikasi pada komunitas lokal: mengeksplorasi transformasi sosial ekonomi dan tantangan masyarakat jakarta akibat gentrifikasi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya