Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
SE-NAFAS: Inovasi Sistem Purifikasi Dual-Action dengan HEPA dan Spirulina SP
Sabtu, 12 Juli 2025 20:48 WIB
SE-NAFAS: Inovasi Sistem Pemurnian Udara Dual-Aksi Berbasis HEPA dan Bioremediasi Alga Spirulina sp untuk Lingkungan Sehat
(Ilustrasi polusi udara (Foto: Chris Leboutillier/Unsplash) Indonesia menghadapi tantangan serius terkait polusi udara. Menurut Air Quality Indeks (AQI), pada tingkat polusi saat ini, rata-rata orang Indonesia dapat kehilangan 1,2 tahun harapan hidupnya. Data dari IQAir (2023) juga menempatkan Indonesia di posisi ke-14 sebagai negara dengan kualitas udara terburuk di dunia. Kontaminasi lingkungan oleh polutan udara menjadi penyebab morbiditas dan mortalitas global yang signifikan, dengan 123.000 orang di Indonesia meninggal setiap tahunnya akibat polusi udara. Polusi udara dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti penyakit pernapasan, jantung, stroke, kanker, dan bahkan kematian dini. Salah satu upaya untuk mengurangi risiko penyakit yang disebabkan oleh polusi udara adalah dengan menggunakan alat pembersih udara (air purifier).
https://id.wikipedia.org/wiki/HEPA
Baca juga : Gapimdo Minta BGN Perbaiki Sistem Verifikasi Mitra Dapur Mandiri MBG
Saat ini, filter High-Efficiency Particulate Air (HEPA) merupakan air purifier yang umum digunakan. Filter ini dirancang untuk menyaring partikel-partikel berbahaya dari udara, termasuk debu, serbuk sari, bulu hewan peliharaan, bakteri, dan virus. Filter HEPA bekerja dengan menjebak partikel-partikel tersebut melalui jaring halus. Jaringan filter ini memiliki pori-pori yang sangat kecil, sekitar 0,3 mikron, yang jauh lebih kecil dari partikel PM 2.5. Namun, filter HEPA memiliki kekurangan karena tidak dapat menetralkan ozon. Ozon sendiri merupakan polutan yang dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti asma, bronkitis kronis, dan pneumonia. Kadar ozon di Indonesia pada tahun 2014-2018 berada di kategori berbahaya, yaitu 0,125-0,228 ppm, melampaui batas aman WHO sebesar 0,05 ppm.
Untuk mengatasi keterbatasan ini, dikembangkan SE-NAFAS, sebuah inovasi pembersih udara yang mengintegrasikan filter HEPA dengan bioremediasi ozon menggunakan alga Spirulina sp. Alga biru-hijau ini terbukti mampu menyerap hingga 90 persen ozon dari udara.
Spirulina sp tidak hanya menetralkan ozon, tetapi juga mengubahnya menjadi oksigen melalui proses fotosintesis. Proses ini terjadi di dalam kloroplas alga dan menghasilkan enzim yang disebut ozon reduktase, yang memecah ozon menjadi oksigen dan oksigen singlet. Oksigen singlet adalah bentuk oksigen yang sangat reaktif dan mampu membunuh bakteri dan virus. Dengan demikian, SE-NAFAS menjadi solusi komprehensif yang dapat menyaring partikel sekaligus menetralkan ozon.
Baca juga : Hari Ini Putin Bertemu Menlu Iran, Bahas Soal Serangan AS dan Israel
Pengembangan SE-NAFAS menggunakan metodologi Research and Development (R&D) dengan pendekatan eksperimental. Kinerja prototipe dievaluasi secara kuantitatif melalui serangkaian pengujian, termasuk uji kebisingan, uji visual, uji bau, dan uji efisiensi reduksi ozon.
Uji Kebisingan: SE-NAFAS mempertahankan tingkat kebisingan yang rendah, yaitu 35 dB pada kecepatan minimum dan 42 dB pada kecepatan maksimum. Tingkat ini berada di bawah batas 50 dB, yang menurut standar SNI dikategorikan sebagai tidak berisik.
Hasil uji kebisingan.Uji Visual: Hasil pengujian visual menunjukkan tidak ada sisa partikel yang terlihat di udara setelah melewati SE-NAFAS.
Hasil uji visual.Uji Bau: Sebanyak 90% responden menyatakan bahwa produk tidak berbau , yang menunjukkan bahwa SE-NAFAS nyaman digunakan.
Baca juga : SiLogin Hadir di e-Katalog, Inovasi Asuransi untuk Pengadaan Lebih Aman
Hasil uji bau.Uji Kandungan Ozon: Pengujian bioremediasi alga menunjukkan penurunan konsentrasi ozon dari rata-rata 0,207 ppm (kategori berbahaya) menjadi 0,053 ppm (kategori aman/baik). Hal ini membuktikan kemampuan alga Spirulina sp dalam mengoksidasi ozon menjadi oksigen.
Hasil uji kandungan ozon.Kesimpulan dari serangkaian penelitian ini adalah bahwa SE-NAFAS terbukti menjadi air purifier yang efektif dalam menyaring dan menjernihkan udara, sehingga dapat menurunkan risiko penyakit akibat polusi udara. Sistem ini mampu menetralisasi dan menyaring semua polutan penyebab penyakit. SE-NAFAS juga dinilai aplikatif dan nyaman karena tidak bising dan tidak berbau saat digunakan. Oleh karena itu, SE-NAFAS dapat menjadi solusi komprehensif dan aplikatif yang berpotensi memiliki keunggulan dibandingkan produk komersial konvensional dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum.
Abdullah Roihan Habibie
Mahasiswa
Mahasiswa
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya