Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Mahasiswa KKN UNNES Desa Salamsari Wujudkan Taman Asri dengan Pembuatan Biopori
Selasa, 2 September 2025 22:26 WIB
Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang bertugas di Desa Salamsari, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, menginisiasi program pembuatan lubang resapan biopori di area Taman Hatinya PKK. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa untuk mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus mempercantik taman yang sedang dipersiapkan mengikuti lomba Taman Hatinya PKK tingkat desa.
Tim KKN UNNES GIAT 12 bersama warga desa bekerja sama membuat lubang biopori (20/7/2025). (Foto: Dok. Pribadi)
Program ini tidak hanya dilaksanakan oleh mahasiswa, tetapi juga melibatkan perangkat desa, ibu-ibu kader PKK, serta pemilik lahan. Kerja sama lintas pihak ini mencerminkan semangat gotong royong masyarakat desa dalam mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan lestari.
Lubang biopori yang dibuat berfungsi sebagai saluran resapan air hujan ke dalam tanah. Selain itu, biopori juga membantu mengurangi genangan air, menyuburkan tanah, sekaligus menjadi media pengomposan alami dari sampah organik rumah tangga. Dengan adanya biopori, taman tidak hanya menjadi lebih hijau, tetapi juga ramah lingkungan.
Kepala Dusun, Dewi, yang bertanggung jawab langsung di lapangan, menilai program ini sangat membantu tercapainya tujuan pembuatan Taman Hatinya PKK. Dengan adanya biopori, sampah organik bisa dikelola lebih baik. Sampah seperti sisa makanan, daun kering, dan ranting dapat diurai menjadi pupuk kompos yang menyuburkan tanah, sekaligus mengurangi risiko genangan air.
Ia menambahkan. bahwa keberadaan biopori juga menjadi salah satu indikator penilaian dalam lomba Taman Hatinya PKK dan berpotensi untuk dikembangkan di taman dusun lain maupun halaman rumah warga.
Lubang biopori yang terlihat aktif digunakan sebagai tempat pembuangan sampah organik (5/8/2025). (Foto: Dok. Pribadi)
Respons positif juga datang dari pemilik lahan taman, Hesti. Ia mengungkapkan bahwa biopori sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. "Bermanfaat sekali dan aktif digunakan sebagai tempat pembuangan sampah basah, seperti sisa makanan,” ujarnya.
Ke depan, Pemerintah Desa berharap setiap halaman rumah warga bisa memiliki biopori sebagai proses lanjutan penanganan sampah organik. Dengan begitu, sampah organik tidak lagi berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sesuai ketentuan bahwa sampah yang dibuang ke TPA hanyalah sampah residu.
Dengan adanya inovasi ini, diharapkan manfaat biopori dapat meluas dan menjadi salah satu upaya nyata menjaga lingkungan Desa Salamsari tetap hijau, sehat, dan berkelanjutan.
Nabila Lathifa Az Zahra
Mahasiswa KKN UNNES GIAT 12 Desa Salamsari, Kedu, Temanggung
Mahasiswa KKN UNNES GIAT 12 Desa Salamsari, Kedu, Temanggung
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya