Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pasca Kebakaran Pasar Taman Puring
Pedagang Bertahan di Tenda Sementara, Menanti Janji Revitalisasi Pemprov Jakarta
Jumat, 29 Mei 2026 14:34 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Deretan tenda biru berdiri di atas lahan penuh puing dan reruntuhan bangunan bekas kebakaran Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (28/5/2026).
Pantauan RM.id, Jumat (29/5/2026) di lokasi terik matahari dan sisa material bangunan yang belum dibersihkan, aktivitas perdagangan masih berlangsung seperti biasa. Para pedagang bertahan di kios-kios darurat sambil menunggu kepastian janji revitalisasi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta.
Hampir setahun setelah kebakaran melanda kawasan tersebut, sekitar ratusan pedagang masih menggantungkan hidup dari lapak sementara yang dibangun menggunakan terpal dan tenda darurat. Meski kondisi pasar belum pulih sepenuhnya, para pedagang memilih tetap berjualan demi mempertahankan pelanggan yang selama ini mengenal Pasar Taman Puring sebagai pusat belanja pakaian dan sepatu di Jakarta.
Salah satu pedagang, Darman (58), pemilik warung di lokasi sementara Pasar Taman Puring, mengatakan para pedagang hingga kini masih menunggu realisasi janji pemerintah terkait pembangunan kembali pasar tersebut.
“Kalo ini kan buat sementara tenda-tenda, iya denger-denger mau direvitalisasi jadi taman, ya mudah-mudahan dibangun kembali menjadi pasar kaya gini aja pakian sepatu, jangan dijadiin taman, tapi ya balik lagi ke pemerintah nanti gimana, karna kemarin dari pemerintah janji mau dibangun kembali tapi gatau sekarang,” ujar Darman kepada Rakyat Merdeka, Jumat (29/5/2026).
Baca juga : Dasco: Tak Ada Merger Antara Gerindra Dan NasDem
Menurut Darman, para pedagang belum memperoleh informasi jelas mengenai rencana alih fungsi lahan Pasar Taman Puring yang disebut-sebut akan dijadikan taman difabel. Ia berharap pemerintah tetap mempertahankan fungsi utama kawasan tersebut sebagai pusat perdagangan yang selama puluhan tahun menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Di tengah ketidakpastian tersebut, aktivitas perdagangan di lokasi sementara masih berlangsung. Para pedagang tetap membuka lapak meski fasilitas sangat terbatas dan kondisi lingkungan dipenuhi puing bekas bangunan terbakar.
“Kalo disini masih tetep jualan kaya biasa, nanti kalo siang ke sore rame dari jam 11 disini, dan mereka tetep jualan pake tenda ini, ya bertahan lah, udah mau setahun selama kebakaran,” kata Darman.
Ia menambahkan, pengunjung masih datang untuk berbelanja karena Pasar Taman Puring telah lama dikenal masyarakat luas, khususnya sebagai pusat penjualan sepatu, tas, dan pakaian dengan harga terjangkau.
“Yang beli alhamdulillah tetep ada pengunjung, karna ini kan udah asia taman puring udah tau,” lanjutnya.
Baca juga : Menko Zulhas Rangkul 20 Organisasi Pemuda
Meski sempat beredar kabar bahwa puing-puing bangunan akan segera dibersihkan, hingga kini proses pembongkaran belum dilakukan secara menyeluruh. Para pedagang mengaku tetap menjalankan aktivitas perdagangan menunggu keputusan pemerintah terkait masa depan Pasar Taman Puring.
Pasar Taman Puring diketahui telah beberapa kali mengalami kebakaran dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut membuat para pedagang berharap pemerintah segera memberikan kepastian mengenai pembangunan kembali pasar agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Saat ini, terdapat 180 pedagang yang masih bertahan di lokasi bekas kebakaran di Pasar Taman Puring. Sebelum insiden itu terjadi pada 28 Juli 2025, Pasar Taman Puring dihuni oleh lebih dari 500 pedagang.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berencana merevitalisasi Taman Puring di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menjadi taman ramah disabilitas. Rencana tersebut disampaikan Pramono usai menerima usulan dari Wali Kota Jakarta Selatan, M Anwar, dalam sebuah kegiatan di Jakarta Selatan.
“Dan sekaligus tadi ketika Pak Wali Kota memberikan sambutan tentang Taman Puring, mengusulkan untuk dimanfaatkan, difungsikan sebagai Taman Difabel,” kata Pramono ketika memberikan sambutan peresmian kantor Kecamatan Kebayoran Baru, Selasa (19/5/2026).
Baca juga : Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta
Dalam arahannya, Pramono meminta agar usulan revitalisasi Taman Puring segera diajukan agar proses pembangunan dapat segera dilakukan. Ia juga meminta jajaran terkait untuk mengalokasikan anggaran khusus guna mendukung pembangunan taman tersebut.
“Pak Wali, tolong diusulkan sebelum tanggal 1 Juni, sudah saya terima. Dan saya minta Pak Asisten Pembangunan (Asbang), secara khusus dialokasikan untuk segera dibangun Taman Puring yang baru tadi malam kita bersihkan,” ujarnya.
Pramono menegaskan bahwa pembangunan taman tidak hanya sebatas mempercantik kawasan, tetapi juga memastikan seluruh fasilitas dapat digunakan secara optimal oleh penyandang disabilitas.
“Yang berkaitan dengan difabel, taman difabel di Jakarta sebenarnya sudah pernah ada yaitu di Pademangan. Tapi saya akan minta untuk di Jakarta Selatan ini supaya menggunakan arsitektur yang paham tentang kebutuhan untuk difabel supaya ruang untuk difabel bisa betul-betul dimanfaatkan oleh difabel yang ada,” jelasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya