Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dosen UNP Bekali Ibu Rumah Tangga Sungai Nanam Literasi Keuangan dan Inovasi Olahan Kentang
Minggu, 14 Juni 2026 20:02 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Tim dosen Universitas Negeri Padang (UNP) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk "Advokasi Literasi Keuangan dan Optimalisasi Pengolahan Hasil Pertanian Berbasis SDGs di Nagari Sungai Nanam, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat".
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun 2026 melalui platform Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA) dengan total pendanaan sebesar Rp 44.830.000.
Program tersebut dipimpin Dr. Hendrik Heri Sandi, S.Pd., M.M. bersama anggota tim Ika Sandra, M.A., Rahmadhona Fitri Helmi, S.Ap., M.P.M., dan Nurlizawati, S.Pd., M.Pd., serta melibatkan sejumlah mahasiswa Universitas Negeri Padang. Kegiatan yang dilaksanakan pada 3–4 Juni 2026 ini diikuti 30 orang peserta yang terdiri dari ibu rumah tangga dan masyarakat Nagari Sungai Nanam.
Ketua tim pengabdian, Dr. Hendrik Heri Sandi, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan keluarga sekaligus mengembangkan peluang usaha berbasis komoditas pertanian lokal. Melalui program ini, pihaknya ingin memperkuat literasi keuangan masyarakat agar mampu mengelola pendapatan dan pengeluaran secara lebih terencana.
Baca juga : BI Dan PBOC Perkuat Kerja Sama Keuangan, Dorong Transaksi Mata Uang Lokal
“Selain itu, kami juga mendorong masyarakat untuk mengembangkan produk olahan berbasis hasil pertanian lokal sehingga memiliki nilai tambah dan mampu meningkatkan pendapatan keluarga," jelas Dr. Hendrik Heri Sandi, saat memberikan sambutan di rangkaian pembukaan.
Dr. Hendrik Heri Sandi, S.Pd., M.M.
Berdasarkan hasil observasi tim, masih ditemukan rendahnya tingkat literasi dan manajemen keuangan di kalangan ibu rumah tangga di Nagari Sungai Nanam. Kondisi tersebut berdampak pada kurang optimalnya pengelolaan keuangan keluarga, tingginya ketergantungan terhadap pinjaman, serta minimnya perencanaan keuangan jangka panjang. Di sisi lain, keterbatasan akses terhadap pemasaran digital dan pengembangan usaha juga menjadi tantangan dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wali Nagari Sungai Nanam, Delfi, S.Sos.I, pada Rabu (3/6/2026). Pada hari pertama, peserta mendapatkan pelatihan literasi keuangan yang disampaikan oleh Rahmadhona Fitri Helmi, S.Ap., M.P.M. dengan materi mencakup konsep dasar literasi keuangan, pengelolaan pendapatan dan pengeluaran keluarga, tabungan, skala prioritas ekonomi, bahaya pinjaman online dan kredit konsumtif, dana darurat, praktik tabungan mikro, perencanaan keuangan jangka pendek, serta perhitungan harga pokok produksi dan harga jual produk.
Selanjutnya, Dr. Al Ikhlas, Lc., M.A. memberikan pelatihan mengenai legalitas usaha dan pemasaran digital. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya sertifikasi halal, pengurusan Produk Industri Rumah Tangga (PIRT), Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem OSS, serta pemanfaatan platform digital seperti Shopee dan TikTok Shop untuk memperluas pemasaran produk UMKM. Peserta juga diperkenalkan pada peluang usaha berbasis affiliate dan reseller sebagai alternatif sumber pendapatan tambahan.
Baca juga : Kakorlantas Imbau Pengguna Jalan Tertib dan Utamakan Keselamatan
Pada hari kedua, peserta memperoleh pelatihan lanjutan mengenai pemasaran digital berbasis affiliate yang disampaikan oleh Fara Aisyah Zalma dan Asifa Zahwa. Materi tersebut membahas strategi pemasaran produk melalui program affiliate pada platform TikTok dan Shopee untuk mendukung pengembangan usaha masyarakat.
Selain itu, peserta juga mengikuti praktik pembuatan produk olahan berbasis komoditas lokal berupa nugget kentang dengan teknik freezing. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian sekaligus memperpanjang masa simpan produk sehingga lebih siap dipasarkan.
Wali Nagari Sungai Nanam, Delfi, S.Sos.I, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, inovasi pengolahan hasil pertanian sangat dibutuhkan masyarakat mengingat harga komoditas yang kerap mengalami penurunan.
"Kami berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat meningkatkan nilai jual komoditas pertanian seperti kentang, bawang, dan seledri ke pasar yang lebih luas. Mengingat harga kentang saat ini hanya sekitar Rp 2.000 per kilogram, masyarakat perlu dibekali cara mengolah hasil pertanian agar memiliki nilai tambah dan harga jual yang lebih tinggi," ujarnya, saat memberikan sambutan pada pembukaan kegiatan, Rabu (3/6/2026).
Baca juga : Pemuda Muhammadiyah Tangerang-PCM Pagedangan Kolaborasi Salurkan Daging Kurban
Antusiasme juga ditunjukkan para peserta pelatihan. Salah seorang peserta menilai pengolahan kentang menjadi nugget memberikan peluang usaha baru bagi ibu rumah tangga karena dapat meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal.
"Saat harga kentang rendah, pengolahan menjadi nugget dapat meningkatkan nilai jual komoditas lokal sekaligus menambah pendapatan keluarga. Produk ini juga berpotensi dipasarkan sebagai jajanan sehat di sekolah-sekolah," tuturnya.
Melalui kegiatan ini, tim pengabdian berharap masyarakat Nagari Sungai Nanam semakin mampu mengelola keuangan keluarga secara bijak, memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran produk, serta mengembangkan usaha berbasis potensi lokal yang berkelanjutan. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 1 (No Poverty) dan poin 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi daerah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya