Dark/Light Mode

i3L University Gelar iCS 2026, Wadah Inovasi Bioteknologi Siswa SMA

Selasa, 23 Juni 2026 17:31 WIB
Foto: i3L University.
Foto: i3L University.

RM.id  Rakyat Merdeka - Ratusan pelajar SMA dari berbagai daerah di Indonesia menunjukkan kemampuan mereka dalam menciptakan solusi berbasis bioteknologi untuk menjawab tantangan kesehatan, lingkungan, dan teknologi masa depan melalui ajang i3L Competition Series (iCS) 2026.

Kompetisi nasional yang digelar i3L University ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan inovasi berkelanjutan yang aplikatif dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Mengusung tema "Sustainable BioFutures" dengan tagline "Shaping Tomorrow Through Sustainable Innovation!", iCS 2026 mengajak siswa SMA menggali potensi ilmu hayati dan bioteknologi sebagai solusi atas berbagai persoalan global.

Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, kompetisi ini mendapat dukungan penuh dari Program Studi Biotechnology i3L University dengan melibatkan dosen lintas disiplin sebagai dewan juri.

Ajang tersebut juga mengintegrasikan perspektif sains dan bisnis sehingga peserta tidak hanya dituntut menghasilkan ide yang kuat secara akademis, tetapi juga memiliki nilai implementasi yang tinggi.

Kompetisi diikuti siswa SMA kelas 10 hingga 12 dari berbagai wilayah Indonesia. Rangkaian kegiatan dimulai dari tahap seleksi awal, semifinal pada 9–10 Mei 2026, hingga babak final yang digelar pada 20 Juni 2026.

Baca juga : SIM Keliling Bekasi Selasa 23 Juni 2026, Ini Lokasi & Jadwal Lengkap

Pada tahap semifinal, peserta memperoleh wawasan tambahan melalui sesi inspiratif bersama Ilham Maulana dari Generasi Energi Bersih yang membawakan materi bertajuk "Empowering Young Innovators to Drive Real Change".

Sesi tersebut mendorong peserta untuk menghadirkan inovasi yang mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Antusiasme peserta terhadap kompetisi ini terlihat dari tingginya jumlah pendaftar. Sebanyak 146 tim yang terdiri atas sekitar 600 siswa dari 60 sekolah di 20 kota di Indonesia mengikuti seleksi.

Dari jumlah tersebut, 84 tim berhasil melaju ke babak semifinal sebelum akhirnya terpilih 10 tim terbaik untuk berkompetisi di babak final.

Proses penilaian dilakukan secara objektif oleh dewan juri yang terdiri atas akademisi i3L University, Biopharmaceutical Technology Scientist PT Dexa Medica Dhammiko Wonggo, serta perwakilan Generasi Energi Bersih, Rosiana Agustin dan Izzatia Zikra Wahyuni.

Pada babak final, SMA Regina Pacis Bogor berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati Ekumene Christian School, sementara Santa Angela Bandung meraih juara ketiga. Adapun penghargaan Juara Favorit diraih Tzu Chi School PIK.

Baca juga : FKG Universitas Trisakti Gelar Baksos di SMPN 1 Warunggunung, Rangkasbitung, Banten

Kepala Program Studi Biotechnology i3L University, Dina Hermawaty, mengapresiasi kreativitas para peserta yang dinilai mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan nyata di lingkungan sekitar.

"Hal yang membuat kompetisi tahun ini terasa istimewa adalah bagaimana para siswa mampu merespons kebutuhan nyata di sekitar mereka melalui ide-ide yang tidak hanya kreatif, tetapi juga relevan, praktis, dan berdampak," ujar Dina dalam keterangan tertulis, Selasa (23/6/2026).

Menurutnya, kualitas inovasi yang ditampilkan para finalis sangat mengesankan, terutama mengingat keterbatasan alat dan bahan yang dimiliki peserta dalam mengembangkan proyek mereka.

Sebagai juara pertama, tim SMA Regina Pacis Bogor mengembangkan wadah makanan pintar yang mampu mendeteksi gas pembusukan akibat aktivitas mikroba.

Inovasi tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi limbah pangan sekaligus meningkatkan keamanan makanan.

Sementara itu, tim Ekumene Christian School menciptakan alat penjernih air portabel berbahan dasar ampas kopi yang ditujukan sebagai solusi ekonomis bagi masyarakat di daerah terpencil maupun wilayah terdampak bencana.

Baca juga : SIM Keliling Bekasi Selasa 9 Juni 2026, Ini Lokasi & Jadwal Lengkap

Tak kalah inovatif, tim Santa Angela Bandung memperkenalkan Bucha-Bite, permen gummy berbahan kombucha dengan kemasan biodegradable yang memanfaatkan kelebihan SCOBY, sehingga mengusung konsep zero waste.

Beragam karya yang dihasilkan para peserta menjadi bukti besarnya potensi generasi muda Indonesia dalam mengembangkan inovasi bioteknologi yang berorientasi pada keberlanjutan.

Melalui iCS, i3L University berharap dapat terus mendorong lahirnya inovasi-inovasi orisinal dan aplikatif yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat sekaligus memperkuat pemahaman generasi muda mengenai pentingnya aspek keberlanjutan dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Keberhasilan penyelenggaraan iCS 2026 turut didukung oleh Fitbar, Criscito, Enseval, BTN, ERHA Store, dan Hydrococo sebagai sponsor, Kompasiana dan Greeneration Foundation sebagai media partner, serta Generasi Energi Bersih sebagai community partner.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.