Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Vokasi UI Gelar COSMIC 2026 Soroti Industri Kreatif Berkelanjutan dan Jamu
Selasa, 26 Mei 2026 19:48 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Program Studi Magister Terapan Industri Kreatif, Vokasi Universitas Indonesia (UI) menggelar Creative Industry for Sustainability Movement Convention (COSMIC) Vol. 2 bertajuk Menjamu Meramu di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang implementasi pembelajaran praktik yang menekankan kreativitas, inovasi, dan pelestarian budaya melalui pendekatan industri kreatif.
Ketua Program Studi Magister Terapan Industri Kreatif UI Dewi Kartika Sari mengatakan, COSMIC merupakan bagian dari proyek akhir mahasiswa semester pertama yang dirancang dalam bentuk praktik langsung.
"Acara ini sebenarnya merupakan proyek akhir sekaligus ujian akhir semester mahasiswa Magister Terapan Industri Kreatif Vokasi UI. Karena sifatnya magister terapan, seluruh proses pembelajarannya bisa langsung diaplikasikan," kata Dewi.
Baca juga : Subsidi EV Berbasis Nikel Mulai Juni 2026, Momentum Industri Baterai Nasional
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan kolaborasi dari lima mata kuliah, yakni kebudayaan dan industri kreatif, kreativitas dan inovasi, hukum industri kreatif, manajemen industri kreatif, serta metodologi penelitian terapan.
Menurutnya, mahasiswa ditantang untuk menghadirkan konsep yang memadukan unsur budaya, kreativitas, dan keberlanjutan.
"Mahasiswa mencoba membuat sebuah acara dengan konsep memadukan kebudayaan, kreativitas, dan keberlanjutan. Mereka juga berhasil membangun relasi dan bekerja sama dengan Yayasan Negeri Rempah. Jadi benar-benar terlihat sisi terapannya," ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa turut menggandeng Yayasan Negeri Rempah yang dikenal melalui program Discover the National Treasure, seperti pojok jamu, pasar rempah, hingga jalur rempah.
Baca juga : Restorasi Jiwa Indonesia: Ketakutan Kolektif Bisa Menggerus Kekuatan Bangsa
Sementara itu, Ketua Panitia COSMIC 2026: Menjamu Meramu Dyah Eka Rini menilai, tema jamu dipilih karena memiliki keterkaitan erat dengan industri kreatif sekaligus pelestarian budaya.
"Jamu merupakan salah satu budaya penting di Indonesia dan masuk dalam subsektor industri makanan dan minuman kreatif. Saat kita minum jamu, sebenarnya kita juga sedang memelihara budaya, mengembangkan ekonomi kreatif, dan ikut membangun perekonomian nasional," kata Dyah.
Dyah menuturkan, industri jamu tidak hanya melibatkan produsen minuman tradisional, tetapi juga terhubung dengan sektor lain seperti agribisnis rempah, gula aren, hingga fitofarmasi.
"Sebagian besar pelaku usaha jamu di Indonesia adalah usaha ultramikro. Namun jika dilihat lebih luas, rantai industrinya sangat besar, mulai dari pertanian rempah, industri makanan dan minuman, sampai farmasi," ujarnya.
Baca juga : Gelar RUPST 2025, Waskita Karya Tingkatkan Kinerja Bisnis Berkelanjutan
Dyah berharap kegiatan tersebut dapat membuka wawasan generasi muda mengenai potensi besar industri jamu dan rempah di Indonesia.
"Kami ingin generasi muda memahami bahwa jamu bukan sekadar minuman sehari-hari, tetapi bagian penting dari budaya dan ekonomi kreatif yang punya potensi besar untuk dikembangkan," ujarnya.
Adapun, COSMIC Vol. 2 bertajuk Menjamu Meramu diisi berbagai rangkaian acara mulai dari jamu experience, talkshow wellness, live performance, live painting, dan workshop poetry.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya