Dark/Light Mode

Musim Kemarau Diprediksi Lebih Kering, Pram Ingatkan Warga Waspada Kebakaran

Rabu, 29 Juli 2026 06:25 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Zahra/RM.id)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Zahra/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dan kering. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dan aktif melakukan pencegahan di wilayah masing-masing.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan prakiraan cuaca, bahwa musim kemarau tahun 2026 akan berlangsung lebih panjang dan kering. 

“Karena itu, potensi atau kemungkinan terjadi kebakaran, jadi lebih besar,” kata Pramono di Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026). 

Sebagai langkah pencegahan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai mitigasi kebakaran dan pencegahannya. 

Pram mengingatkan, keberhasilan pencegahan kebakaran sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. Bukan cuma peran Pemprov DKI Jakarta. 

Baca juga : Adu Mulut Jurnalis Transfer

“Kami meminta betul warga bersama-sama menjaga wilayahnya, terutama kawasan yang sensitif, padat penduduk seperti Tambora, Cakung dan sebagainya,” ajak mantan Sekretaris Kabinet ini. 

Konkretnya, Pram mengingatkan warga untuk tidak melakukan tindakan yang berpotensi memicu kebakaran. “Misalnya, jangan buang puntung rokok sembarangan,” ingat mantan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ini. 

Pram menambahkan, Pemprov DKI Jakarta pun telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta. 

Selain itu, lanjut Pram, Pemprov DKI juga berupaya agar setiap Rukun Warga (RW) memiliki minimal satu unit Alat Pemadam Api Ringan (APAR), agar penanganan awal dapat dilakukan lebih cepat, apabila terjadi kebakaran. 

“Melalui BPBD DKI Jakarta, kami sudah melakukan sosialisasi, termasuk setiap RW harus memiliki satu APAR,” katanya. 

Baca juga : Srikandi Merah Putih Masuk Grup Neraka

Musim kemarau juga sudah terasa dan terlihat jelas di kawasan Megapolitan. Antara lain Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten yang dekat dengan Jakarta Selatan. 

Pada Sabtu (11/7/2026) sore, reporter Rakyat Merdeka melihat permukaan air Situ (Setu) Gintung, Ciputat Timur, Tangsel, dekat Kampus Fakultas Kedokteran Universitas Islam Negeri (UIN) sudah menurun. 

Permukaan air tampak menjauh dari jogging track. Sangat berbeda dengan saat musim hujan yang permukaan airnya tampak dekat dengan jogging track. 

Luas Situ Gintung sekitar 21,4 hektar. Panjang Jogging track yang mengelilinginya, sekitar 4,5 kilometer. Jogging track Situ Gintung berada di lahan milik Pemerintah Provinsi Banten. 

Sedangkan situnya, dalam pengelolaan Balai Besar Wi layah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), Kementerian Pekerjaan Umum. 

Baca juga : Kondisi Febrie Di Rutan KPK: Sarapan Bareng Tahanan Lain, Menunya Nasi, Bihun & Telor

Begitu tulisan yang kami baca di sejumlah plang di Tepi Situ Gintung, saat kami berolahraga jalan sore. Situ ini letaknya dekat dengan titik perbatasan Provinsi Banten dan Provinsi Jakarta. 

Tidak begitu jauh dari Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) atau Terminal Lebak Bulus, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Jakarta. 

Situ Gintung merupakan wilayah resapan air sangat penting bagi Kota Tangsel dan Jakarta Selatan. Jika permukaan airnya menyusut jauh di bawah jogging track, merupakan pertanda kemarau telah tiba. 

Masih di kawasan Megapolitan, tepatnya di Kelurahan Pamulang Timur, Kecamatan Pamulang, Tangsel, siang hari terasa panas sekali pada pertengahan hingga akhir Juli 2026. 

Wajah terasa terbakar jika terlalu lama di luar ruangan tanpa pelindung, seperti topi. Suhunya kerap mencapai 34 derajat celsius pada siang hari. [RAA/DAF]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.