Dark/Light Mode

Politeknik Perikanan Negeri Tual Dorong Produktivitas Rumput Laut Desa Letvuan

Senin, 27 Juli 2026 18:46 WIB
Politeknik Perikanan Negeri Tual Dorong Produktivitas Rumput Laut Desa Letvuan

RM.id  Rakyat Merdeka - Politeknik Perikanan Negeri Tual melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tahun 2026 memberikan pendampingan, bantuan sarana produksi, serta penguatan manajemen usaha kepada kelompok petani rumput laut di Desa Letvuan, Kabupaten Maluku Tenggara.

Program tersebut didanai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.

Kegiatan ini dirancang untuk menjawab berbagai persoalan yang selama ini dihadapi petani, terutama pada aspek produksi, pengeringan hasil panen, pengelolaan usaha, dan pemasaran.

Tim pengabdi dipimpin oleh Frischilla Pentury dengan anggota Elisabeth Cory Ohoiwutun dari Program Studi Agribisnis Perikanan, serta Usman Madubun dari Program Studi Manajemen Rekayasa Budidaya Laut.

Ketua Kelompok Petani Rumput Laut Desa Letvuan, Dominikus Rumlus, mengatakan program tersebut memberikan manfaat nyata bagi kelompoknya, terutama dalam meningkatkan efisiensi budidaya hingga penanganan hasil panen.

"Bantuan peralatan dan pendampingan yang diberikan sangat membantu kelompok kami dalam melakukan penanaman, pemeliharaan, pemanenan, penimbangan, dan pengeringan rumput laut. Kami juga mulai memahami pentingnya pencatatan hasil produksi dan pengelolaan pendapatan kelompok," kata Dominikus.

Dalam pelaksanaan program, kelompok petani menerima berbagai sarana produksi, antara lain tali budidaya, mesin Honda ketinting 5,5 PK, timbangan duduk berkapasitas 60 kilogram, rumah pengering, serta 15 karung bibit rumput laut.

Mesin ketinting diberikan untuk mempermudah mobilitas petani menuju lokasi budidaya, terutama saat melakukan pemeriksaan, pembersihan, pemeliharaan, hingga panen.

Baca juga : NSIG Perkuat Jejaring Global Dorong Investasi Indonesia Timur

Sebelumnya, keterbatasan transportasi laut menjadi salah satu kendala utama, khususnya ketika rumput laut memasuki masa pertumbuhan optimal yang membutuhkan perawatan lebih intensif.

Sementara itu, rumah pengering dibangun untuk mengurangi risiko penurunan mutu hasil panen akibat hujan dan perubahan cuaca.

Selama ini, proses pengeringan secara terbuka membuat rumput laut rentan terkena air hujan sehingga waktu pengeringan lebih lama dan kualitas hasil menurun.

Pada musim tanam pertama, bibit rumput laut berasal dari empat desa, yakni Desa Taar sebanyak 28 kilogram untuk dua tali budidaya sepanjang sekitar 200 meter, Desa Sathean sebanyak 18,5 kilogram untuk satu tali, Desa Evu sebanyak 104 kilogram untuk empat tali, dan Desa Letvuan sebanyak 105 kilogram untuk empat tali.

Penanaman dimulai pada 26 Mei 2026 dengan masa pemeliharaan sekitar 45 hari. Panen dilakukan secara bertahap pada 11, 13, dan 15 Juli 2026.

Pada 11 Juli, kelompok memanen 293 kilogram rumput laut basah dari bibit asal Desa Taar dan 206 kilogram dari Desa Evu.

Panen berikutnya pada 13 Juli menghasilkan 543 kilogram dan 125 kilogram dari bibit asal Desa Letvuan, serta 207 kilogram dari bibit asal Desa Evu.

Sementara panen pada 15 Juli menghasilkan 129 kilogram rumput laut basah dari bibit asal Desa Sathean. Secara keseluruhan, hasil panen rumput laut basah pada musim tanam pertama mencapai 1.503 kilogram.

Baca juga : Keamanan Terintegrasi Jadi Kunci Produktivitas & Bisnis Berkelanjutan

Setelah melalui proses pengeringan, diperoleh 206,9 kilogram rumput laut kering, terdiri atas 95,2 kilogram dari bibit Desa Letvuan, 53,8 kilogram dari Desa Evu, 39,9 kilogram dari Desa Taar, dan 18 kilogram dari Desa Sathean.

Dengan harga jual Rp 22.000 per kilogram, hasil produksi tersebut memiliki nilai penjualan kotor sekitar Rp 4,55 juta.

Selain meningkatkan produksi, tim pengabdi juga memberikan edukasi mengenai pentingnya penggunaan bibit berkualitas.

Petani didorong untuk tidak menggunakan bibit secara terus-menerus dalam jangka waktu terlalu lama karena dapat menurunkan kualitas pertumbuhan dan produktivitas.

Kelompok juga mendapatkan pendampingan dalam pengelolaan usaha, mulai dari pencatatan berat bibit, hasil panen basah dan kering, biaya operasional, pendapatan, hingga perencanaan modal untuk musim tanam berikutnya.

Pendampingan tersebut dinilai penting karena sebelumnya kelompok belum memiliki sistem pembukuan yang terstruktur.

Hasil penjualan rumput laut kerap langsung digunakan untuk kebutuhan rumah tangga tanpa dialokasikan terlebih dahulu sebagai modal usaha.

Di bidang pemasaran, kelompok diarahkan memperbaiki pencatatan persediaan dan hasil produksi. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap satu pedagang pengumpul sekaligus membuka peluang memperoleh harga jual yang lebih kompetitif.

Baca juga : PNM Perkuat Produktivitas Karyawan Lewat PORSENI 2026

Sebagai bentuk keberlanjutan program, kelompok telah memulai musim tanam kedua dengan menggunakan 33 kilogram bibit rumput laut asal Desa Sathean.

Dominikus menyampaikan apresiasi kepada DRPM Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Politeknik Perikanan Negeri Tual atas dukungan yang diberikan.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada DRPM Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia dan Politeknik Perikanan Negeri Tual. Kegiatan PKM ini sangat bermanfaat bagi kelompok kami. Kami berharap pendampingan seperti ini dapat terus dilakukan agar usaha budidaya rumput laut semakin berkembang dan dapat meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok," ujarnya.

Ketua Tim Pengabdi, Frischilla Pentury menegaskan, program ini tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan sarana, tetapi juga membangun kapasitas dan kemandirian kelompok.

Menurutnya, melalui dukungan sarana produksi, transfer pengetahuan, penguatan manajemen usaha, serta pendampingan pemasaran, kelompok petani rumput laut Desa Letvuan diharapkan mampu menjalankan usaha secara lebih efisien, produktif, terencana, dan berkelanjutan.

Program PKM tersebut dilaksanakan berdasarkan Kontrak Induk Nomor 135/C3/DT.05.00/PM/2026 tertanggal 8 April 2026 dan Kontrak Turunan Nomor 26/PL.26/P3M/V/2026 tertanggal 8 Mei 2026.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.