Dark/Light Mode

Dampak Besar AI dalam Perkembangan Dunia Farmasi

Rabu, 16 September 2026 14:09 WIB
Ilustrasi pemanfatan AI dalam dunia farmasi (Gambar dibuat dengan AI)
Ilustrasi pemanfatan AI dalam dunia farmasi (Gambar dibuat dengan AI)

Perkembangan teknologi digital telah memberikan dampak besar dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk sektor kesehatan dan farmasi. Salah satu inovasi yang kini banyak diperbincangkan adalah penerapan Artificial Intelligence (AI) dalam penelitian dan pengembangan obat.

AI memiliki kemampuan untuk menganalisis data dalam jumlah besar, menemukan pola yang kompleks, serta memberikan prediksi yang dapat mempercepat proses penemuan molekul baru maupun uji klinis. Dengan demikian, teknologi ini berpotensi menghemat waktu, biaya, dan sumber daya yang selama ini menjadi tantangan utama dalam industri farmasi.

Meskipun demikian, kehadiran AI tidak serta-merta menghilangkan peran tenaga farmasi. Keputusan yang berkaitan dengan keamanan, efektivitas, dan penggunaan obat tetap membutuhkan pengawasan serta pertimbangan profesional. Oleh karena itu, AI sebaiknya dipandang sebagai alat bantu yang mendukung inovasi, bukan sebagai pengganti tenaga manusia. Kolaborasi antara teknologi dan tenaga farmasi menjadi kunci untuk memastikan bahwa perkembangan yang terjadi tetap berorientasi pada keselamatan pasien dan kualitas pelayanan kesehatan.

Mempercepat Penemuan Obat

Salah satu penerapan AI yang berkembang adalah drug discovery. Dalam proses ini, peneliti harus menyaring banyak senyawa untuk menemukan kandidat obat yang potensial. AI dapat membantu menganalisis data, mengenali target, memprediksi interaksi molekul dengan target, serta mengoptimasi kandidat obat.

Niazi (2025) menjelaskan bahwa AI telah digunakan dalam target identification, hit discovery, lead optimization, hingga prediksi keamanan. AI berfungsi melengkapi metode penelitian yang sudah ada, bukan menggantikan seluruh proses penemuan obat.

Baca juga : Dinamika Pemanfaatan AI di Dunia Farmasi

Kant, Deepika, dan Roy (2025) juga membahas pemanfaatan AI dalam berbagai tahap drug discovery dan drug development. Menurut saya, salah satu manfaat utamanya adalah membantu peneliti menentukan kandidat yang perlu diprioritaskan sebelum masuk ke tahap pengujian lebih lanjut.

Mendukung Pengembangan Produk Farmasi

AI tidak hanya digunakan untuk mencari obat baru, tetapi juga berpotensi membantu pengembangan produk farmasi. Pandey et al. (2025) membahas penerapan AI dalam drug discovery dan pharmaceutical product design, termasuk identifikasi target, prediksi interaksi obat-target, desain formulasi, dan dukungan terhadap uji klinis.

Penerapan AI pada formulasi cukup menarik karena pengembangan sediaan melibatkan berbagai kombinasi bahan dan kondisi proses. AI dapat membantu mempersempit pilihan sebelum dilakukan pengujian di laboratorium. Dengan demikian, AI bukan menggantikan eksperimen, tetapi membantu membuat penelitian lebih terarah.

Mendukung Uji Klinis dan Industri

Fu & Chen (2025) menjelaskan bahwa AI dapat digunakan dalam target discovery and validation, desain molekul kecil, karakterisasi obat, serta mendukung uji klinis. Saini, Thakur, dan Yadav (2025) juga membahas pemanfaatan AI dalam industri farmasi, seperti analisis data, desain uji klinis, manufaktur, dan rantai pasok.

Baca juga : AI Mulai Mengubah Dunia Farmasi

Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan AI tidak hanya berada di laboratorium penelitian, tetapi juga dapat mendukung berbagai kegiatan dalam industri farmasi.

AI Tetap Memiliki Keterbatasan

Meskipun memiliki banyak manfaat, penggunaan AI tidak boleh dilakukan secara berlebihan. Hasil AI sangat bergantung pada kualitas data yang digunakan. Data yang tidak lengkap atau kurang akurat dapat memengaruhi hasil prediksi.

Hasil komputasi juga tetap harus diuji melalui penelitian dan eksperimen agar dapat dipastikan sesuai dengan kondisi sebenarnya. Karena itu, tenaga farmasi tetap memiliki posisi penting. AI dapat mengolah data dengan cepat, tetapi manusia diperlukan untuk memahami konteks ilmiah, mempertimbangkan risiko, serta mengambil keputusan secara profesional.

Menyiapkan Tenaga Farmasi di Era AI

Perkembangan AI perlu menjadi perhatian dalam pendidikan farmasi. Mahasiswa tidak harus menjadi ahli pemrograman, tetapi perlu memahami cara menggunakan AI, membaca hasilnya, serta mengetahui keterbatasannya.

Baca juga : AI Tingkatkan Efisiensi dan Tanggung Jawab Profesional di Bidang Farmasi

Menurut saya, tenaga farmasi masa depan perlu memiliki penguasaan ilmu kefarmasian sekaligus kemampuan beradaptasi dengan teknologi. Dengan kemampuan tersebut, AI dapat digunakan secara kritis dan bertanggung jawab.

Penutup

AI memberikan peluang besar untuk membuat penelitian dan pengembangan obat menjadi lebih efisien. Mulai dari pencarian kandidat obat, desain produk, hingga uji klinis dan kegiatan industri, AI dapat membantu manusia mengolah data dan menentukan pilihan dengan lebih cepat.

Namun, kemajuan farmasi tidak seharusnya diukur dari seberapa banyak pekerjaan manusia yang dapat digantikan AI. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi digunakan untuk mendukung terciptanya obat yang aman, efektif, dan bermutu.

Masa depan farmasi bukanlah farmasi tanpa manusia, melainkan tenaga farmasi yang mampu bekerja bersama AI secara cerdas dan bertanggung jawab.

Daftar Rujukan

  1. Kant, S., Deepika, & Roy, S. (2025). Artificial intelligence in drug discovery and development: Transforming challenges into opportunities. Discover Pharmaceutical Sciences, 1, 7.
  2. Niazi, S. K. (2025). Artificial Intelligence in Small-Molecule Drug Discovery: A Critical Review of Methods, Applications, and Real-World Outcomes. Pharmaceuticals, 18(9), 1271.
  3. Pandey, B. S., Durgapal, S., Kumar, P., et al. (2025). Unraveling the artificial intelligence role in drug discovery and pharmaceutical product design: An opportunity and challenges. Discover Artificial Intelligence, 5, 72.
  4. Fu, C., & Chen, Q. (2025). The future of pharmaceuticals: Artificial intelligence in drug discovery and development. Journal of Pharmaceutical Analysis, 15(8), 101248.
  5. Saini, J. P. S., Thakur, A., & Yadav, D. (2025). AI-driven innovations in pharmaceuticals: Optimizing drug discovery and industry operations. RSC Pharmaceutics, 2, 437–454.
fadilatul muhlisin
fadilatul muhlisin
Mahasiswa Farmasi Universitas Batam

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.