Dark/Light Mode

PkM di Kelurahan Angke

Inovasi Eco-Masjid Universitas Trisakti, Hilirisasi Riset Daur Ulang Air Wudhu

Kamis, 20 Agustus 2026 15:50 WIB
Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti di Masjid Asaasul Islamiyah, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Selasa (18/8/2026). (Foto: Universitas Trisakti)
Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti di Masjid Asaasul Islamiyah, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Selasa (18/8/2026). (Foto: Universitas Trisakti)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Trisakti mengembangkan inovasi pengelolaan air berbasis eco-masjid di Masjid Asaasul Islamiyah, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Selasa (18/8/2026). Program ini memanfaatkan kembali air bekas wudhu melalui teknologi tepat guna yang dipadukan dengan konservasi air, energi terbarukan, dan penghijauan.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program “Pemberdayaan Kelompok DKM Masjid Asaasul Islamiyah: Implementasi Teknologi Daur Ulang Air Wudhu Berbasis Eco-Masjid di Kelurahan Angke”. Program memperoleh pendanaan Hibah BIMA Tahun Anggaran 2026 melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM), ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Program dipimpin oleh Sarah Aphirta dari Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Trisakti, bersama tim Rositayanti Hadisoebroto dari Program Studi Teknik Lingkungan dan Reza Fauzi dari Program Studi Arsitektur Lanskap. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Teknik Lingkungan, yaitu Mohamad Thoriq Azhari Herdiawanto, Muh. Syauqillah Pamiluddin, dan Ihsan Heldyanto. Kolaborasi lintas disiplin ini mengintegrasikan teknologi pengolahan air dengan perancangan ruang hijau di lingkungan masjid. Rangkaian kegiatan dimulai dari Juli 2026 hingga nanti Desember 2026.

Baca juga : Universitas Trisakti Dorong SMAN 90 Jakarta Wujudkan Sekolah Hijau

Inovasi utama yang diterapkan adalah Teknologi Daur Ulang Air Wudhu Berbasis Filtrasi Media Berkompartemen. Air bekas wudhu dikumpulkan melalui jaringan perpipaan dan diolah menggunakan kompartemen berisi media kerikil, pasir silika, dan zeolit. Sistem dilengkapi pompa bertenaga surya beserta panel surya, sementara area wudhu menggunakan keran touch tap hemat air untuk membantu mengendalikan konsumsi air sejak dari sumbernya.

Air hasil pengolahan selanjutnya dimanfaatkan untuk penyiraman Taman Eco-Masjid berbasis konsep urban garden. Penerapan teknologi pengolahan air dan pengembangan taman tersebut merupakan bentuk hilirisasi hasil riset tim pengusul Universitas Trisakti, sehingga hasil penelitian tidak berhenti pada ranah akademik, tetapi diterapkan menjadi solusi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Ketua Tim PkM, Sarah Aphirta, mengatakan konsep tersebut dirancang sebagai sistem pengelolaan sumber daya yang terintegrasi. “Penghematan air dimulai melalui penggunaan touch tap, kemudian air bekas wudhu diolah dengan Teknologi Daur Ulang Air Wudhu Berbasis Filtrasi Media Berkompartemen dan dimanfaatkan kembali untuk penyiraman Taman Eco-Masjid. Sistem ini juga didukung energi surya sebagai bagian dari hilirisasi riset kami agar hasil penelitian dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelas Sarah.

Baca juga : Tim Universitas Trisakti Kembangkan Eco-Wrapper di Desa Ciambar, Sukabumi

Selain penerapan teknologi, kegiatan pada 18 Agustus 2026 juga diisi dengan edukasi, sosialisasi, dan pelatihan kepada pengurus DKM dan masyarakat mengenai konservasi air, cara kerja teknologi, pemanfaatan air hasil olahan, serta pengelolaan Taman Eco-Masjid. Tim bersama DKM juga melakukan peninjauan langsung terhadap jaringan perpipaan, lokasi instalasi teknologi, panel surya, dan area urban garden agar sistem dapat dioperasikan dan dipelihara secara mandiri oleh mitra.

Ketua DKM Masjid Asaasul Islamiyah, Asep Saepudin, menyambut positif pelaksanaan program tersebut. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan dari Universitas Trisakti ini. Selama ini air bekas wudhu langsung terbuang, padahal ternyata masih dapat diolah dan dimanfaatkan kembali untuk menyiram tanaman. Kami berharap teknologi dan Taman Eco-Masjid ini dapat terus dimanfaatkan serta menjadi sarana edukasi bagi jamaah untuk lebih menghemat air dan menjaga lingkungan,” ujar Asep.

Program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 3 Kesehatan dan Kesejahteraan, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 6 Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDG 7 Energi Bersih dan Terjangkau, SDG 11 Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, SDG 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Baca juga : Universitas Trisakti Perkuat Kolaborasi Digitalisasi Pesantren Daarul ‘Uluum Lido

Melalui integrasi keran hemat air, teknologi daur ulang air wudhu, energi surya, pelatihan masyarakat, dan Taman Eco-Masjid berbasis urban garden, Masjid Asaasul Islamiyah diharapkan dapat menjadi model eco-masjid berbasis komunitas yang dapat direplikasi di masjid maupun fasilitas publik lainnya.

Tim PkM juga mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sain dan Teknologi, atas dukungan pendanaan kegiatan melalui kontrak DPPM kemendiktisaintek dengan LLDIKTI Wilayah III Nomor 206/C3/DT.05.00/PM/2026 tanggal 13 April 2026, Kontrak LLDIKTI Wilayah III dengan Universitas Trisakti Nomor 0708/LL3/DT.06.01/2026 tanggal 27 April 2026 dan Kontrak antara Universitas Trisakti dengan penerima Hibah PkM Nomor 792/A/LPPM/USAKTI/IV/2026 tanggal 28 April 2026.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.