Dark/Light Mode

Peringati Maulid Nabi, SMPN 3 Kota Tangerang Beri Santunan 100 Anak

Sabtu, 19 September 2026 08:24 WIB
SMP Negeri 3 Kota Tangerang menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus kegiatan santunan bagi anak yatim, piatu, dan dhuafa. Sebanyak 100 anak menerima santunan yang diberikan dalam bentuk uang dan sembako, Jumat (18/9/2026). Foto: Dok SMP N 3 Kota Tangerang
SMP Negeri 3 Kota Tangerang menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus kegiatan santunan bagi anak yatim, piatu, dan dhuafa. Sebanyak 100 anak menerima santunan yang diberikan dalam bentuk uang dan sembako, Jumat (18/9/2026). Foto: Dok SMP N 3 Kota Tangerang

RM.id  Rakyat Merdeka - SMP Negeri 3 Kota Tangerang menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus kegiatan santunan bagi anak yatim, piatu, dan dhuafa. Sebanyak 100 anak menerima santunan yang diberikan dalam bentuk uang dan sembako, Jumat (18/9/2026).

Kepala SMP Negeri 3 Kota Tangerang, Amsarudin Ruslani mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum bagi para siswa untuk meneladani sifat-sifat Nabi Muhammad SAW.

“Hari ini adalah kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW, sekaligus juga merayakan 1 Muharram walau sudah lewat, tapi kita melaksanakan santunan kepada anak yatim, piatu, dan dhuafa,” kata Amsarudin.

Dia menyebut santunan diberikan kepada 100 anak. Bantuan yang terkumpul tidak hanya berupa uang, tetapi juga sembako.

“Jumlah yang mendapat santunan sebanyak 100 anak yang kita berikan, dan alhamdulillah sudah terkumpul uangnya bukan cuma santunan berupa uang, tapi juga berupa sembako,” ujarnya.

Baca juga : Jokowi Peringati Maulid Nabi Di Kebumen, Gunakan Kekuasaan Dengan Bijaksana

Menurut Amsarudin, kegiatan keagamaan di sekolah tidak hanya bertujuan memperingati hari besar Islam. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses pembentukan karakter siswa.

“Untuk kegiatan hari ini momentum yang sangat baik buat anak adalah sesuai dengan tema tadi, untuk meneladani sifat-sifat Nabi Besar Muhammad SAW,” jelasnya.

Amsarudin juga menegaskan keterlibatan orang tua dalam kegiatan sekolah. Kolaborasi antara sekolah dan keluarga dinilai penting untuk mendukung pembentukan karakter siswa.

“Semua kegiatan yang ada dilaksanakan di sekolah kita selalu melibatkan orang tua. Karena orang tua juga bagian dari keluarga kita. Tanpa peran orang tua juga kita tidak bisa apa-apa,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, mengatakan kegiatan yang melibatkan siswa merupakan proses dalam pembentukan karakter. Hal ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menciptakan budaya sekolah yang aman dan nyaman.

Baca juga : Kajian Maulid Nabi di Qoryatussalam Hadirkan Koh Dondy Tan

Menurutnya, proses pembelajaran akan sulit berjalan optimal apabila lingkungan sekolah tidak memiliki kultur yang mendukung. Karena itu, seluruh pihak di sekolah perlu terlibat dalam membangun budaya tersebut.

“Berkaitan dengan kebijakan budaya sekolah aman dan nyaman. Kebijakan budaya sekolah aman dan nyaman ini menjadi kebijakan yang penting juga dilaksanakan,” kata Wahyudi.

Dia menjelaskan, budaya sekolah yang baik mencakup sejumlah nilai, seperti toleransi, tanggung jawab, dan saling menghargai. Nilai-nilai tersebut perlu dibangun melalui keterlibatan seluruh pemangku kepentingan di lingkungan pendidikan.

“Bagaimana proses pembelajaran bisa berjalan dengan baik kalau di sekolahnya tidak terbentuk sebuah budaya yang aman dan nyaman, yang di dalamnya mengandung nilai-nilai yang baik,” ujarnya.

Wahyudi mengatakan, penerapan budaya sekolah aman dan nyaman membutuhkan partisipasi bersama, mulai dari sekolah, siswa, orang tua, hingga stakeholder lainnya.

Baca juga : DPD Golkar DKI Jakarta Gelar Maulid Nabi, Momentum Persatukan Masyarakat

“Menuntut partisipasi semesta, menuntut partisipasi dari semua stakeholder untuk membangun kultur yang baik. Apa itu kultur yang baik? Toleransi, tanggung jawab, saling menghargai, dan seterusnya,” jelasnya.

Dalam konteks tersebut, kegiatan Maulid dan santunan di SMPN 3 Kota Tangerang dapat menjadi salah satu ruang untuk menanamkan nilai-nilai tersebut kepada siswa.

Keteladanan Nabi Muhammad SAW yang disampaikan dalam kegiatan keagamaan dapat dikaitkan dengan sikap saling menghargai, kepedulian, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.