Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
AI Open Innovation Challenge 2026 Sukses Digelar, Ini Daftar Pemenangnya
Senin, 28 September 2026 16:26 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ajang AI Open Innovation Challenge 2026 sukses digelar di President Lounge, Menara Batavia, Jakarta, Kamis (24/9/2026). Kompetisi bertema “Preparing Future AI Talent for Industry” tersebut menjadi wadah bagi siswa, mahasiswa, dan peserta umum untuk menghasilkan solusi berbasis kecerdasan buatan (AI) bagi berbagai persoalan di sektor industri dan pemerintahan.
Kompetisi ini merupakan hasil kolaborasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, PT Jababeka Tbk, President University, dan Fabrication Laboratory President University.
Sejak pendaftaran dibuka pada 15 April 2026, kompetisi tersebut diikuti 1.560 peserta. Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 20 tim berhasil melaju sebagai finalis, terdiri dari 11 tim kategori SMA/SMK dan sembilan tim kategori mahasiswa dan umum.
Para peserta menghadapi tantangan dari delapan case provider yang berasal dari sektor industri dan pemerintahan. Enam di antaranya berasal dari sektor retail dan logistik, manufaktur, e-commerce, sertifikasi hingga kepabeanan, yakni Kawan Lama, Reckitt Benckiser Indonesia, Blibli, Kerry, TÜV NORD Group, dan Cikarang Dry Port.
Sementara itu, dua case provider lainnya berasal dari Pemprov DKI Jakarta, yakni Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perhubungan. Keduanya memberikan tantangan di bidang waste management dan traffic management.
Untuk menghasilkan solusi, peserta melewati sejumlah tahapan. Mulai dari seleksi, mentoring dan private coaching secara daring, kunjungan ke perusahaan case provider untuk memahami persoalan di lapangan, hingga mendemonstrasikan prototipe berbasis AI di hadapan dewan juri.
Ketua Panitia AI Open Innovation Challenge 2026 Prof. Dr.-Ing. Erwin Parasian Sitompul mengatakan, kompetisi tersebut tidak hanya menjadi ajang menghasilkan ide dan inovasi. Lebih dari itu, kegiatan ini mempertemukan talenta AI dengan kebutuhan nyata dunia industri.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pemenang dan seluruh finalis yang sudah bekerja keras menunjukkan kemampuan serta inovasinya. Semoga inovasi yang lahir dari kegiatan ini bisa memberi dampak positif bagi dunia pendidikan, industri dan tata kelola kota Jakarta,” ujar Erwin.
Baca juga : ASICS Jakarta Speed Race 2026 Sukses Digelar Dorong Ekositem Olahraga Lari
Director of Batavia Campus President University Cahyo Rahadian Muzhar mengatakan, keterlibatan President University merupakan bagian dari komitmen kampus dalam mendukung pengembangan inovasi, teknologi, dan talenta digital Indonesia yang selaras dengan kebutuhan transformasi industri.
Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Madya Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian Suparjo menilai kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci dalam mempercepat pengembangan ekosistem AI di Indonesia.
Menurutnya, para finalis tidak hanya mendapatkan kesempatan mengembangkan kemampuan teknis, tetapi juga belajar menghubungkan solusi teknologi dengan kebutuhan nyata di lapangan.
“Karena besarnya pertumbuhan ekonomi digital nasional saat ini yang membuat Indonesia sebagai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, Indonesia harus bertransformasi menjadi produser inovasi atau pencipta solusi dan hub pengembangan AI,” tegas Suparjo.
Kepala Bidang Perekonomian Bappeda Provinsi DKI Jakarta Feirully Irzal mengatakan, AI Open Innovation Challenge 2026 telah mempertemukan talenta, akademisi, pemerintah, dan dunia industri dalam satu ekosistem kolaborasi.
Ia berharap inovasi yang dihasilkan tidak berhenti pada tahap prototipe dan kompetisi, tetapi dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
“Karena solusi terbaik adalah solusi yang benar-benar dipakai dan dirasakan manfaatnya oleh warga Jakarta,” katanya.
Pemprov DKI Jakarta, lanjut Feirully, akan mendorong tindak lanjut terhadap hasil kompetisi melalui sejumlah langkah. Para pemenang akan didorong mengikuti sesi business matching agar inovasinya dapat dikembangkan bersama dunia usaha maupun pemerintah.
Baca juga : Pemenang Innovation Harvest 2026 Tampilkan Inovasi Di ESDM Goes to Campus ULM
Pemprov DKI juga akan mendorong Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perhubungan menelaah solusi yang dihasilkan serta membuka peluang uji coba atau piloting dengan menggunakan data dan kondisi lapangan yang nyata.
Selain itu, para pemenang akan diberikan kesempatan mengunjungi kota-kota mitra atau sister city Jakarta. Kunjungan tersebut diharapkan memberi gambaran mengenai praktik terbaik penerapan teknologi di dunia usaha dan pemerintahan.
“Dan membawanya pulang untuk membangun Jakarta,” ujar Feirully.
Dari kalangan industri, VP Business Development PT Jababeka Tbk Ardiyansyah Djafar mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam kompetisi tersebut. Menurutnya, kerja sama antara pemerintah, akademisi dan pelaku industri menjadi kunci dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi, khususnya ekonomi digital.
Ia berharap inovasi berbasis AI yang lahir dari kompetisi tidak berhenti sebagai karya lomba, tetapi dapat dikembangkan menjadi solusi yang lebih matang dan aplikatif untuk menjawab kebutuhan industri maupun masyarakat.
Daftar Pemenang
Pada malam pengumuman, para pemenang ditentukan berdasarkan sejumlah aspek, antara lain inovasi, kualitas teknis, relevansi solusi, serta potensi implementasi untuk menjawab persoalan nyata di industri maupun instansi pemerintah.
Untuk Sektor Industri Kategori SMA, Juara 1 diraih Tim Pasti Menang, Juara 2 CargoArch AI, dan Juara 3 Quasarian Radr-Lyon Dynasty.
Baca juga : Festival Mendongeng Suara Nusantara 2026 Diikuti 1.120 peserta, Ini Pemenangnya
Sementara pada Sektor Industri Kategori Umum, Juara 1 diraih Manusia Tak Pakai AI akan Kalah, Juara 2 Rojali, dan Juara 3 Ada Pokemon Blonde.
Tim Manusia Tak Pakai AI akan Kalah juga meraih gelar Juara Umum Sektor Industri.
Untuk Sektor Traffic Management, Juara 1 diraih Lumitech, Juara 2 Vista, dan Juara 3 Problem Solver.
Sedangkan Sektor Waste Management dimenangkan AI Engineer 94 Jakarta sebagai Juara 1, disusul Sekawan Engineer sebagai Juara 2 dan JWIS sebagai Juara 3.
Selain kategori utama, panitia memberikan sejumlah penghargaan khusus. AI Ethics Award diraih Alchemy, Human-AI Collaboration Award diraih Aselole, dan Process Optimization Award diberikan kepada Last Minute.
Selanjutnya, System Integration Award diraih Nangulub, Decision Support Award diberikan kepada SmartLine Automation, Industry Potential Award diraih Axion Labs, Growth Potential Award diberikan kepada Golden Syphon, serta Prototype Demo Award diraih Idioteque.
AI Open Innovation Challenge 2026 berlangsung pada 23-25 September 2026. Acara final pada 24 September menjadi puncak rangkaian kompetisi yang mempertemukan talenta AI dengan kebutuhan nyata dunia industri dan pemerintahan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya