Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- KCIC Perluas Pemanfaatan Energi Terbarukan Biodiesel B40 pada Kereta Perawatan
- Legenda Italia dan AC Milan Franco Baresi Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun
- Mariano Peralta Siap Adaptasi dengan Skuad Maung Bandung
- BAZNAS-Kemnaker Siapkan Penyandang Disabilitas Masuk Dunia Kerja
- Duh, Komponen Hidran Damkar di Jakarta Banyak Digarong Rayap Besi
Jateng Raih Gelar Juara Umum Di MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026
Rabu, 29 Juli 2026 19:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kontingen Jawa Tengah kembali menjadi juara umum MilkLife Archery Challenge Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Junior 2026 yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, pada 22-29 Juli 2026. Gelar tersebut menjadi yang kelima secara beruntun sejak 2022 sekaligus menegaskan dominasi Jateng dalam pembinaan atlet panahan usia muda.
Berkekuatan 80 atlet yang bertanding pada kelompok usia U-10, U-13, U-15, dan U-18 di divisi Recurve, Compound, dan Nasional, Jawa Tengah mengumpulkan 26 medali emas, 22 perak, dan 30 perunggu.
Ketua Kontingen Jawa Tengah Martin Sudarmono mengatakan, keberhasilan mempertahankan gelar juara umum merupakan buah dari proses pembinaan yang berjenjang. Para atlet yang tampil di Kejurnas Junior telah melalui seleksi pada Kejuaraan Provinsi Junior yang digelar Mei lalu sebelum dipersiapkan menghadapi kompetisi nasional.
Menurut Martin, tantangan pertandingan kali ini tidak mudah karena arah angin yang kerap berubah dengan cepat. Namun, kemampuan atlet dalam membaca kondisi lapangan dan mengambil keputusan membuat anak panah mereka tetap tepat mengenai sasaran.
Ia berharap para atlet muda Jawa Tengah terus berkembang dan mampu bersaing pada ajang yang lebih tinggi, seperti Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) maupun Kejuaraan Nasional Senior.
Baca juga : 906 Atlet Panahan Ramaikan MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026
Medali emas terakhir Jawa Tengah dipersembahkan Jabr Rajaa'Challe dari nomor Individu Nasional U-15 Putra. Pada partai final, atlet asal Jepara itu mengalahkan wakil Jawa Timur, Muhammad Airlangga Ramadhan Adz Zikra, dengan skor set 6-4. Sebelumnya, Jabr juga menyumbang emas pada nomor Beregu Nasional U-15 Putra.
Jabr mengaku tidak menyangka mampu melaju hingga partai final pada penampilan pertamanya di Kejurnas Junior. Atlet yang mulai menekuni panahan sejak 2023 itu mengaku sempat ragu mengikuti kejuaraan nasional tahun lalu karena belum percaya diri dengan kemampuannya.
Kerja keras dalam latihan akhirnya membuahkan hasil. Ia mempersembahkan medali emas tersebut untuk kedua orang tuanya, pelatih, dan kontingen Jawa Tengah.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Perpani Abdul Razak menilai penyelenggaraan MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pembinaan panahan yang berkelanjutan.
Menurut Razak, kejuaraan tersebut bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana membentuk mental bertanding para atlet muda melalui penyelenggaraan berstandar internasional. Pengalaman tersebut dinilai penting agar mereka terbiasa menghadapi atmosfer pertandingan profesional sebelum tampil di level internasional.
Baca juga : Nekat Terjang Banjir Selama 3 Jam Demi Selamatkan Orangtua
Ia melihat kualitas pemanah muda tahun ini semakin meningkat. Persaingan memperebutkan medali berlangsung ketat, menunjukkan pemerataan prestasi atlet dari berbagai daerah.
Razak mengapresiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation yang menghadirkan fasilitas dan kualitas penyelenggaraan mendekati standar Archery World Cup. Menurutnya, semakin banyak kompetisi berkualitas akan menjadi wadah pembinaan yang melahirkan regenerasi atlet panahan Indonesia.
Ia menambahkan, pembinaan panahan nasional sudah berada di jalur yang tepat melalui kompetisi berjenjang sejak usia dini. Dengan potensi yang ditunjukkan para peserta Kejurnas Junior tahun ini, Razak optimistis mereka akan menjadi generasi penerus yang mampu mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia dalam 10 hingga 15 tahun mendatang.
Program Associate Bakti Olahraga Djarum Foundation Edi Supriyanto mengatakan, penyelenggaraan MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk memperkuat pembinaan olahraga panahan di Indonesia.
Menurut Edi, prestasi tidak lahir secara instan, melainkan dibangun melalui proses pembinaan yang terstruktur dan berkesinambungan. Setelah mengenal panahan melalui MilkLife Archery Challenge, para atlet muda memiliki kesempatan menguji kemampuan di level yang lebih kompetitif melalui Kejurnas Junior.
Baca juga : Taqi Arena Raih Gelar Juara dan Runner Up di Yonex Sunrise 2026
Ia berharap pembinaan yang konsisten dapat melahirkan lebih banyak atlet potensial yang mampu melanjutkan tradisi prestasi Indonesia di berbagai kejuaraan internasional, termasuk Olimpiade.
Selain pembinaan atlet, Edi menilai penyelenggaraan Kejurnas Junior turut memperkuat posisi Kudus sebagai sport tourism city. Sebelumnya, Bakti Olahraga Djarum Foundation telah menggelar MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026 dan HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2026. Bulan depan, Kudus juga akan menjadi tuan rumah Srikandi Merdeka Cup 2026 yang diikuti tim nasional sepak bola putri U-16 dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Hong Kong, Thailand, Yordania, dan Arab Saudi.
Menurut Edi, kehadiran atlet, ofisial, dan pendukung dari berbagai daerah memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat. Karena itu, olahraga tidak hanya menjadi sarana mencetak prestasi, tetapi juga menggerakkan sektor pariwisata olahraga dan perekonomian daerah.
Ia berharap Kudus semakin dikenal sebagai kota dengan ekosistem olahraga yang kuat dan mampu menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan nasional maupun internasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya