Dark/Light Mode

Pemenang Innovation Harvest 2026 Tampilkan Inovasi Di ESDM Goes to Campus ULM

Selasa, 1 September 2026 16:12 WIB
Foto: Ist
Foto: Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong mahasiswa untuk mengambil peran dalam membangun masa depan industri pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan inovasi, peningkatan kompetensi, dan penerapan praktik pertambangan yang baik atau Good Mining Practice.

Dorongan tersebut disampaikan dalam kegiatan ESDM Goes to Campus 2026 Subsektor Mineral dan Batubara yang digelar bersama Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara (BBPMB) tekMIRA serta Society of Renewable Energy (SRE) Indonesia di Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (31/8).

Mengusung tema “Building Future Mining Generation through Good Mining Practice”, kegiatan ini mempertemukan pemerintah, industri, akademisi, dan mahasiswa untuk memperluas pemahaman mengenai pertambangan yang bertanggung jawab.

Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara Ahmad Syauqi yang mewakili Direktur Jenderal Mineral dan Batubara mengatakan, mahasiswa tidak hanya perlu memandang sektor pertambangan sebagai ruang untuk membangun karier. Generasi muda juga diharapkan dapat mengambil peran sebagai inovator, peneliti, wirausahawan, pemimpin industri, hingga pembuat kebijakan yang berkontribusi terhadap masa depan pertambangan Indonesia.

Kegiatan tersebut mendapat antusiasme dari kalangan mahasiswa dengan lebih dari 300 pendaftar yang berasal dari ULM maupun sejumlah perguruan tinggi lain di Kalimantan Selatan. Sebanyak 200 mahasiswa kemudian mengikuti rangkaian kegiatan secara langsung untuk memperoleh perspektif mengenai Good Mining Practice, inovasi, dan peluang pengembangan karier di sektor mineral dan batubara.

Baca juga : 140 Mahasiswa Adu Inovasi Tambang Di Innovation Harvest, Ini 3 Ide Terbaik

Wakil Rektor IV ULM Bidang Kerja Sama, Humas, dan Sistem Informasi Yusuf Azis mengatakan, pengembangan sumber daya manusia pertambangan perlu diarahkan agar lulusan tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menghadapi perubahan dan tantangan pada masa mendatang. Menurut dia, kesiapan tersebut perlu dibangun melalui penguatan kompetensi teknis, literasi digital, pemahaman terhadap keberlanjutan, kepemimpinan, dan etika.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan sektor pertambangan. Kolaborasi tersebut dapat diwujudkan melalui kurikulum yang responsif, pembelajaran berbasis masalah dan proyek, keterlibatan praktisi, serta pengembangan riset bersama dan pemanfaatan teknologi.

Salah satu agenda utama dalam ESDM Goes to Campus 2026 adalah penampilan pemenang Innovation Harvest: Good Mining Practice Case Competition 2026. Kompetisi tingkat nasional tersebut sebelumnya menghimpun lebih dari 140 proposal mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Beragam gagasan yang diajukan dalam kompetisi itu mencakup penerapan Good Mining Practice, pengelolaan lingkungan, reklamasi pascatambang, serta pengembangan dan pemberdayaan masyarakat. Setelah melalui tahap seleksi proposal dan babak final, Tim Komando dari Politeknik Negeri Balikpapan terpilih sebagai Juara I Innovation Harvest 2026.

Tim Komando memenangkan kompetisi melalui inovasi SIGAP TAMBANG atau Sistem Prediksi dan Kendali Otomatis Berbasis AI-IoT untuk Mitigasi Risiko Longsor Highwall Tambang Batubara Terbuka. Tim tersebut terpilih setelah melalui proses penilaian bersama lima finalis lainnya oleh dewan juri yang berasal dari BBPMB tekMIRA, industri pertambangan, dan akademisi.

Baca juga : Buka Peluang Pasar, BPDP Tampilkan Produk UMKM Berbasis Perkebunan Di ITTIE 2026

Pada puncak kegiatan, anggota Tim Komando Regustian Dana dan Arkan Jihadi Asyrof kembali memaparkan inovasi SIGAP TAMBANG di hadapan peserta. Keduanya menjelaskan latar belakang pengembangan inovasi, tantangan yang dihadapi selama proses pengembangan, serta pengalaman mengikuti Innovation Harvest hingga terpilih sebagai pemenang.

Koordinator Kehumasan dan Informasi Publik Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Anggita Miftah Hairani mengatakan Innovation Harvest menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membawa gagasan dan inovasi mereka kepada audiens yang lebih luas. Menurut dia, kesempatan tersebut diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk semakin memahami tantangan di sektor pertambangan.

“Melalui Innovation Harvest, kami ingin memberikan ruang bagi mahasiswa untuk tidak hanya menyampaikan gagasan, tetapi juga membawa gagasan tersebut kepada audiens yang lebih luas,” katanya. 

“Kami berharap pengalaman ini dapat mendorong generasi muda untuk semakin memahami tantangan sektor pertambangan dan berani menghadirkan inovasi yang dapat terus dikembangkan ke depan,” sambungnya.

Sebagai bentuk apresiasi, Anggita menyerahkan penghargaan kepada Tim Komando sebagai Juara I Innovation Harvest 2026. Penghargaan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong agar gagasan mahasiswa tidak berhenti pada kompetisi, tetapi dapat terus diperkenalkan dan dikembangkan bersama ekosistem pertambangan yang lebih luas.

Baca juga : 140 Mahasiswa Adu Inovasi Tambang Di Innovation Harvest, Ini 3 Ide Terbaik

Selain penampilan pemenang Innovation Harvest, kegiatan tersebut juga menghadirkan Youth Empowerment Talkshow mengenai penerapan Good Mining Practice dan kesiapan generasi pertambangan masa depan. Diskusi menghadirkan Koordinator Hubungan Komersial Mineral Ditjen Minerba Muhammad Irsan, General Manager HSE PT Adaro Energy Indonesia Tbk. Rusdi Husin, Kepala Cabang PT SUCOFINDO Banjarmasin Roni Gustiwa, serta Duta Minerba Goes to Site 2025 Hikmah.

Diskusi yang dimoderatori dosen Teknik Pertambangan ULM Karina Shella Putri itu membahas sejumlah isu strategis di sektor pertambangan. Topik yang dibahas meliputi perspektif kebijakan, keselamatan dan lingkungan, inspeksi dan verifikasi, serta peran dan kompetensi generasi muda.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan Career Industry Talks bersama BBPMB tekMIRA, PT Arutmin Indonesia, PT Putra Perkasa Abadi, PT Borneo Indobara, dan PT SUCOFINDO. Melalui sesi tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai kebutuhan kompetensi, peluang karier, serta pengalaman langsung dari para praktisi sektor pertambangan.

Melalui ESDM Goes to Campus 2026, Ditjen Minerba, BBPMB tekMIRA, dan SRE Indonesia mendorong keterlibatan mahasiswa agar tidak hanya mengenal industri pertambangan. Generasi muda diharapkan dapat berpartisipasi aktif melalui pengembangan gagasan, inovasi, dan peningkatan kompetensi.

Kehadiran pemenang Innovation Harvest menjadi salah satu contoh bagaimana gagasan generasi muda dapat memperoleh ruang untuk didengar dan diperkenalkan kepada ekosistem pertambangan yang lebih luas. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya masa depan pertambangan Indonesia yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.