Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Dari Karawang ke Sigi: Listrik Menyalakan Asa dan Ekonomi Desa
- Maung Bandung Siap Salip Macan Kemayoran
- Pramono Gelar Rapat di 44 Kecamatan, Temui Warga Dan Serap Aspirasi dari Bawah
- Korea Open 2026 Digelar, 12 Wakil Indonesia Siap Bersaing di Yeosu
- Manchester United Vs AS Roma, Setan Merah Siaga Merah
Amankah Memanaskan Makanan Berulang? Ini Tinjauan Kesehatan Masyarakat
Jumat, 9 Oktober 2026 16:01 WIB
Memanaskan makanan merupakan kebiasaan yang sering dilakukan masyarakat, terutama ketika masih terdapat makanan yang tersisa. Kebiasaan ini dapat membantu mengurangi makanan yang terbuang. Namun, masih banyak orang yang bertanya-tanya apakah makanan tetap aman jika dipanaskan berulang kali. Ada anggapan bahwa makanan yang berkali-kali dipanaskan pasti berbahaya bagi kesehatan. Padahal, keamanan makanan tidak hanya ditentukan oleh berapa kali makanan dipanaskan, tetapi juga berkaitan dengan cara makanan disimpan, lama makanan berada pada suhu ruang, serta bagaimana makanan tersebut dipanaskan kembali.
Menurut World Health Organization (WHO), makanan yang tidak ditangani dengan baik dapat menjadi sumber berbagai penyakit akibat makanan. WHO menjelaskan bahwa terdapat lima hal penting dalam menjaga keamanan pangan, yaitu menjaga kebersihan, memisahkan makanan mentah dan matang, memasak makanan dengan benar, menjaga makanan pada suhu yang aman, serta menggunakan air dan bahan makanan yang aman. Hal ini menunjukkan bahwa persoalan makanan sisa sebenarnya tidak hanya berkaitan dengan proses pemanasan, tetapi juga dengan kebiasaan masyarakat dalam menangani makanan sejak awal.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah waktu penyimpanan. WHO menjelaskan bahwa mikroorganisme dapat berkembang dengan cepat ketika makanan berada pada suhu yang memungkinkan pertumbuhan mikroorganisme. Dalam panduan keamanan pangan WHO, makanan yang sudah dimasak sebaiknya tidak dibiarkan pada suhu ruang lebih dari dua jam dan makanan yang mudah rusak perlu segera disimpan dalam lemari pendingin. Artinya, makanan yang sudah dibiarkan terlalu lama di luar lemari pendingin tidak menjadi aman hanya karena kemudian dipanaskan kembali.
Baca juga : Pentingnya Dukungan Sosial bagi Kesehatan Mental Remaja
Proses pemanasan juga harus dilakukan secara menyeluruh. Food and Drug Administration (FDA) merekomendasikan makanan sisa dipanaskan sampai mencapai suhu sekitar 74°C atau 165°F. Pada penggunaan microwave, makanan dapat mengalami pemanasan yang tidak merata sehingga beberapa bagian mungkin masih lebih dingin daripada bagian lainnya. Karena itu, makanan perlu diaduk atau diputar agar panasnya lebih merata.
Menariknya, WHO dalam panduan Five Keys to Safer Food juga memberikan anjuran agar makanan sisa tidak disimpan terlalu lama dan tidak dipanaskan lebih dari satu kali. Hal ini dapat dijadikan kebiasaan sederhana di rumah. Makanan yang akan disimpan dapat dibagi menjadi beberapa porsi sesuai kebutuhan. Dengan begitu, kita hanya mengambil dan memanaskan makanan yang akan dimakan, sedangkan sisanya tetap tersimpan dengan baik.
Dari sudut pandang kesehatan masyarakat, kebiasaan tersebut penting karena keamanan makanan di rumah merupakan bagian dari upaya mencegah penyakit akibat makanan. WHO menyebutkan bahwa makanan yang tidak aman dapat membawa bahaya berupa bakteri, virus, parasit, bahan kimia, dan racun. Pada tahun 2021, WHO memperkirakan sekitar satu dari sembilan orang di dunia mengalami sakit akibat mengonsumsi makanan yang tidak aman. Data tersebut menunjukkan bahwa keamanan pangan bukan hanya persoalan rumah tangga, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan masyarakat secara luas.
Baca juga : Pentingnya Menjaga Kesehatan dalam Berolahraga
Jadi, apakah memanaskan makanan berulang kali aman? Jawabannya tidak cukup hanya dilihat dari jumlah pemanasannya. Hal yang lebih penting adalah bagaimana makanan tersebut ditangani sebelum dipanaskan kembali. Masyarakat perlu membiasakan menyimpan makanan dengan segera, menjaga kebersihan, tidak membiarkan makanan terlalu lama pada suhu ruang, dan memastikan makanan dipanaskan secara merata.
Kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu mengurangi risiko penyakit akibat makanan sekaligus membangun perilaku hidup yang lebih sehat. Dengan demikian, keamanan makanan sebaiknya dimulai bukan hanya ketika makanan akan dimakan, tetapi sejak makanan selesai dimasak hingga disimpan dan dipanaskan kembali.
Artikel ini ditulis oleh Nur Intan, Luthfiah Mawar, M.K.M., dan Dr. M. Agung Rahmadi, M.Si. Lalu diedit oleh Makayla Aisyah, Khayla Terre Fany, Najwa Chairun Naya, Nawar Wulan, Gita Zaskya Putri Tanjung, Nafisa Luthfi Azizah, Kayla Humairoh, dan Nur Intan dari IKM 10 Stambuk 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara.
IKM10 UINSU Stambuk 2026h
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara.
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya