Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Cerdas Bermedsos, Dosen UBSI Latih LMK Pinang Ranti Pahami Istilah Bahasa Inggris
Minggu, 13 September 2026 10:12 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Media sosial (medsos) ibarat pisau bermata dua: di satu sisi memudahkan komunikasi dan penyebaran informasi, di sisi lain menyimpan ancaman hoaks, penipuan digital, dan kebocoran data pribadi. Menyadari hal itu, tim dosen Fakultas Komunikasi dan Bahasa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) membekali pengurus RT, dan LMK Pinang Ranti, Jakarta Timur, dengan pemahaman istilah Bahasa Inggris dan etika bermedsos melalui pelatihan bertajuk "Media Sosial Pintar: Memahami Istilah Bahasa Inggris dan Cara Aman Menggunakan Media Sosial", Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di aula kelurahan setempat ini bertujuan meningkatkan literasi digital masyarakat, khususnya dalam memahami istilah-istilah Bahasa Inggris yang lazim digunakan di medsos serta menerapkan etika dan keamanan bermedia sosial.
Ketua tim pengabdian, Euis Meinawati, menjelaskan bahwa tingginya tingkat penetrasi smartphone di Indonesia menjadikan media sosial sebagai alat komunikasi yang ampuh sekaligus memiliki risiko.
"Kemampuan memahami istilah bahasa Inggris di media sosial dan menggunakan media sosial secara aman sudah menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat," ujarnya.
Istilah Bahasa Inggris hingga Keamanan Digital
Pelatihan ini menghadirkan tiga pemateri, yakni Prapti Wigati Purwaningrum, Sri Arfani, serta Elpa Hermawan. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan istilah bahasa Inggris yang sering dijumpai di media sosial, etika bermedia sosial, cara aman berinteraksi di dunia digital, serta edukasi mengenali hoaks, penipuan digital, dan ancaman keamanan siber.
Salah satu pemateri, Prapti Wigati Purwaningrum, menekankan bahwa pemahaman istilah asing di media sosial bukan sekadar soal bahasa, melainkan menyangkut keamanan dan kenyamanan pengguna. Ia menerangkan, banyak pengguna media sosial sebenarnya tidak memahami arti istilah Bahasa Inggris yang mereka gunakan sehari-hari.
Baca juga : Gerindra Sumut Instruksikan Kader Aktif Di Media Sosial
"Padahal, pemahaman ini menjadi pintu masuk untuk mengenali mana informasi yang benar dan mana yang berpotensi merugikan. Kami ingin para pengurus RT dan LMK di Pinang Ranti menjadi garda terdepan dalam menyebarkan informasi yang sehat di lingkungan warga," tuturnya.
Para peserta diajak memahami istilah-istilah populer yang kerap muncul di platform media sosial, sekaligus dibekali pemahaman mengenai penyebaran informasi yang bertanggung jawab.
Antusiasme Pengurus LMK
Perwakilan LMK Pinang Ranti, Rudy Suhartono (Ketua LMK Pinang Ranti), menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas inisiatif para dosen UBSI. Menurutnya, pelatihan ini sangat relevan dengan kebutuhan para pengurus lingkungan yang setiap hari berhadapan dengan arus informasi dari warga.
"Kami sangat berterima kasih kepada tim dosen UBSI yang telah peduli dan mau turun langsung memberikan pemahaman kepada kami. Selama ini, kami sering menerima informasi dari warga melalui grup WhatsApp, dan tidak jarang isinya justru berita bohong atau penipuan. Dengan pelatihan ini, kami merasa lebih percaya diri untuk menyaring informasi sebelum meneruskannya kepada warga," ujarnya.
Ia berharap, kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala, mengingat perkembangan teknologi dan modus penipuan digital yang semakin beragam. "Kami berharap pelatihan seperti ini tidak berhenti sampai di sini. Pengurus RT dan LMK butuh pembaruan pengetahuan agar tidak ketinggalan zaman," tambahnya.
Dukungan terhadap Literasi Digital Nasional
Kegiatan ini melibatkan tim dosen yang terdiri atas Euis Meinawati, Prapti Wigati Purwaningrum, Sri Arfani, serta Elpa Hermawan, dengan dukungan mahasiswa, yakni Olivia Aida Sabrina dan Febri Azwar Ilham.
Baca juga : Jumat Berkah, Berseri Bagikan 500 Porsi Makanan Gratis
Menurut tim pelaksana, pelatihan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan literasi digital dan kualitas sumber daya manusia. Target luaran kegiatan adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memahami istilah bahasa Inggris di media sosial serta menggunakan media sosial secara aman dan bertanggung jawab.
"Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat memahami istilah bahasa Inggris yang sering digunakan di media sosial, menerapkan etika serta keamanan dalam berinteraksi, dan lebih cerdas dalam mengenali serta menyebarkan informasi di komunitas mereka," pungkas Prapti Wigati Purwaningrum.
Metode Pelatihan yang Interaktif dan Aplikatif
Pelatihan ini tidak disampaikan secara satu arah, melainkan melalui metode interaktif yang melibatkan diskusi kelompok dan simulasi kasus nyata. Para peserta diajak menganalisis contoh-contoh unggahan media sosial yang mengandung hoaks, penipuan berkedok hadiah, hingga tautan phishing yang kerap menyasar pengguna awam. Dengan pendekatan ini, peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga berlatih langsung cara memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya.
Elpa Hermawan, salah satu pemateri, menjelaskan bahwa simulasi tersebut dirancang agar peserta dapat merasakan langsung situasi yang sering mereka hadapi di lapangan.
"Kami sengaja menggunakan contoh-contoh yang dekat dengan keseharian pengurus RT dan LMK, misalnya pesan berantai tentang bantuan sosial atau undian berhadiah. Dari situ, mereka belajar mengenali ciri-ciri informasi palsu dan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengecek kebenarannya," jelasnya.
Pentingnya Peran Pengurus Lingkungan sebagai Penyaring Informasi
Dalam pelatihan tersebut, para peserta juga diajak memahami bahwa pengurus RT dan LMK memiliki posisi strategis sebagai penyaring informasi di tengah masyarakat. Setiap informasi yang diteruskan ke grup warga berpotensi memengaruhi persepsi dan tindakan banyak orang. Oleh karena itu, kemampuan literasi digital yang baik menjadi kompetensi yang tidak bisa diabaikan.
Baca juga : Nurul Arifin Ingatkan Bahaya Penghakiman Digital, Viral Tak Boleh Dahului Hukum
Prapti Wigati Purwaningrum menambahkan, pengurus lingkungan sering kali menjadi rujukan pertama warga ketika menerima informasi yang meragukan.
"Ketika warga bingung apakah suatu berita benar atau tidak, mereka biasanya bertanya kepada pengurus RT atau LMK. Inilah mengapa pelatihan ini penting, agar pengurus lingkungan memiliki bekal yang cukup untuk memberikan jawaban yang tepat dan tidak ikut menyebarkan informasi yang salah," ujarnya.
Harapan Keberlanjutan Program
Ke depan, tim pengabdian masyarakat UBSI berharap program serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan cakupan peserta yang lebih luas, tidak hanya terbatas pada pengurus RT dan LMK, tetapi juga melibatkan tokoh masyarakat dan kader posyandu. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat diyakini mampu mempercepat terwujudnya masyarakat digital yang cerdas, aman, dan produktif.
"Kami berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat dalam menghadapi tantangan era digital. Literasi digital bukan proyek sekali jadi, melainkan proses panjang yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak," tutup Euis Meinawati.
Kegiatan berlangsung di aula kelurahan yang memadai sehingga tercipta suasana pelatihan yang nyaman dan efektif. UBSI melalui Program Studi Sastra Inggris terus berupaya menghadirkan program pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung penguasaan teknologi informasi dan komunikasi di era transformasi digital.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya