Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Pertamina Buka Akses Digital bagi Anak Disabilitas Netra di MotoGP Mandalika
- Kinerja Melesat, Bank Mandiri Buyback Saham Dan Tebar Dividen
- Mbappe Brace, Real Madrid Hajar RB Leipzig
- Jakmania Dilarang Hadiri 6 Laga Tandang, PSSI Sanksi Persija-Persita
- Madura United Vs Persib Bandung, Jadwal Padat Jadi Kendala
Alergi musiman merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini biasanya terjadi ketika seseorang terpapar alergen tertentu yang banyak ditemukan pada lingkungan di waktu tertentu, seperti serbuk sari tanaman, debu, atau partikel lainnya.
Alergi musiman sering disebut sebagai rinitis alergi musiman karena gejala yang muncul umumnya menyerang hidung. Ketika tubuh menganggap suatu zat sebagai sesuatu yang berbahaya, sistem kekebalan tubuh akan memberikan respons yang dapat menimbulkan berbagai gejala. Meskipun bukan penyakit yang selalu berbahaya, alergi musiman dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman dan mengganggu konsentrasi, tidur, maupun aktivitas sehari-hari.
Gejala alergi musiman yang muncul pada setiap orang dapat berbeda-beda, tetapi beberapa gejala yang paling sering terjadi adalah bersin berulang, hidung berair, hidung tersumbat, serta rasa gatal pada hidung. Selain itu, alergi juga dapat menyebabkan mata menjadi merah, gatal, dan berair. Gejala tersebut biasanya muncul setelah seseorang terpapar pemicu alergi dan dapat berlangsung selama paparan masih terjadi. Menurut Dykewicz et al. (2020), rinitis alergi merupakan kondisi yang umum dan dapat memberikan dampak terhadap kualitas hidup seseorang apabila gejalanya tidak dikendalikan dengan baik.
Baca juga : Air Bersih, Hidup Sehat: Tantangan Akses Air Bersih bagi Masyarakat
Salah satu langkah penting untuk mengatasi alergi musiman adalah mengenali dan menghindari pemicu alergi. Seseorang dapat memperhatikan kapan dan dalam kondisi apa gejala alergi biasanya muncul. Setelah mengetahui pemicunya, paparan terhadap alergen tersebut dapat dikurangi.
Menjaga kebersihan lingkungan, membersihkan debu secara rutin, serta menjaga kebersihan diri setelah melakukan aktivitas di luar rumah juga dapat menjadi langkah sederhana untuk mengurangi paparan terhadap alergen. Pengelolaan lingkungan memang tidak selalu dapat menghilangkan gejala sepenuhnya, tetapi dapat membantu mengurangi jumlah paparan yang diterima tubuh.
Selain menghindari pemicu, gejala alergi juga dapat dikendalikan dengan pengobatan yang sesuai. Antihistamin dapat digunakan untuk membantu mengurangi gejala seperti bersin, hidung berair, dan rasa gatal. Obat semprot hidung yang mengandung kortikosteroid juga menjadi salah satu pilihan utama dalam pengendalian rinitis alergi karena dapat membantu mengurangi peradangan dan berbagai gejala pada hidung. Penggunaan obat sebaiknya dilakukan sesuai petunjuk pada kemasan atau anjuran tenaga kesehatan agar penggunaannya tetap aman dan sesuai dengan kondisi masing-masing.
Baca juga : Generasi Sehat, Masa Depan Kuat: Membangun Kebiasaan Hidup Sehat Sejak Dini
Cara lain yang dapat dilakukan adalah menggunakan larutan saline untuk membilas hidung. Cara ini dapat membantu membersihkan lendir dan partikel yang menempel pada saluran hidung sehingga keluhan dapat berkurang. Namun, apabila gejala alergi sering kambuh, berlangsung dalam waktu lama, semakin mengganggu aktivitas, atau tidak membaik setelah dilakukan penanganan sederhana, sebaiknya seseorang berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Pemeriksaan dapat membantu mengetahui kemungkinan penyebab alergi dan menentukan penanganan yang sesuai.
Dengan mengenali gejala dan pemicu alergi sejak awal, seseorang dapat melakukan langkah pencegahan yang lebih tepat. Alergi musiman memang tidak selalu dapat dihindari sepenuhnya, tetapi gejalanya dapat dikendalikan melalui pengurangan paparan alergen, menjaga kebersihan lingkungan, serta mendapatkan penanganan yang sesuai.
Pengetahuan mengenai alergi juga penting agar masyarakat tidak menganggap gejala seperti bersin terus-menerus, hidung tersumbat, atau mata gatal sebagai keluhan biasa yang harus dibiarkan. Penanganan yang tepat dapat membantu seseorang tetap menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman dan menjaga kualitas hidup.
Baca juga : Dunia dalam Telinga: Saat Earphone Jadi Kebiasaan Sehari-hari
Artikel ini ditulis oleh Nabila Atika Rahma, Luthfiah Mawar M.K.M., dan Dr. M. Agung Rahmadi, M.Si. Lalu diedit Oleh Latansa Sabila Lubis, Peggi Aulia, Sri Rahma, Salsabila Siregar, Aninda Listya, dan Sitti Fhadilah Pasaribu dari IKM 8 Stambuk 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara.
IKM 8 UINSU Stambuk 2026b
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya